Studi Pengetahuan Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Islam Bandung Mengenai Adanya Interaksi Obat Flu dengan Minuman Mengandung Kafein

Alfath Nauli Pulungan, Umi Yuniarni, Fetri Lestari

Abstract


Abstract. Influenza drug formula generally contains nasal decongestant such as pseudoephedrine or phenylpropanolamine. Interaction between pseudoephedrine or phenylpropanolamine with caffeine could trigger heart action and increase blood pressure. Additionally, side effects could also be more severed. The purpose of this study was to analyze the knowledge of MIPA Faculty Bandung Islamic University students about the interaction of influenza drug with beverages containing caffeine. The research was non-experimental using questionnaires as instrument and the results were analyzed with descriptive studies. Result showed that 100% of respondents are familiar about the term caffeine and 65% of respondents know that caffeine is not only contained in coffee. Concerning consumed caffeine-containing beverages, it was shown that 99% of respondents had consumed coffee, 100% of respondents had consumed tea, and 65% of respondents had consumed energy drinks. Results also showed that 24% of respondents were aware that there is interaction between influenza drug and caffeine, 45% of respondents had consumed influenza drugs with caffeine-containing beverages at the same time, with 55% of these respondents felt the effects.

Keywords : Drug Interactions, Influenza Drug, Pseudoephedrine, Phenylpropanolamine, Caffeine

 

Abstrak. Dalam formula obat flu mengandung nasal dekongestan seperti pseudoefedrin atau fenilpropanolamin. Salah satu efek interaksi antara pseudoefedrin atau fenilpropanolamin dengan kafein yaitu dapat memicu kerja jantung serta meningkatkan tekanan darah. Selain itu efek dari interaksi obat tersebut dapat meningkatkan  keparahan efek samping dari keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Islam Bandung mengenai adanya interaksi obat flu dengan minuman mengandung kafein. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya dan hasilnya dianalisis dengan studi deskriptif. Hasilnya adalah sebanyak 100% responden mengetahui mengenai istilah kafein ; 65% responden mengetahui bahwa kafein tidak hanya terkandung pada kopi ; jumlah tingkat konsumsi kafein pada responden yaitu sebanyak 99% responden pernah mengkonsumsi kopi ; 100% responden pernah mengkonsumsi teh ; 65% responden pernah mengkonsumsi minuman berenergi ; 24% responden mengetahui adanya interaksi obat flu dengan kafein ; 45% responden pernah mengkonsumsi obat flu dengan minuman mengandung kafein dalam waktu bersamaan ; 55% responden yang pernah mengkonsumsi minuman mengandung kafein dengan mengkonsumsi obat flu dalam waktu bersamaan merasakan adanya efek yang ditimbulkan dari adanya interaksi obat flu dengan kafein.

Kata kunci : Interaksi Obat, Obat Flu, Pseudoefedrin, Fenilpropanolamin, Kafein


Keywords


Interaksi Obat, Obat Flu, Pseudoefedrin, Fenilpropanolamin, Kafein

Full Text:

PDF

References


American Society of Health System Pharmacists. (2011). AHFS Drug Information, United States of America.

Casal S., M.B.P.Oliveira, M.R. Alves,and M.A.Fereira. (2000) . Discriminate analysis of roasted coffe varieties for tringoneline, nicotinic acid and caffeine content. Journal of Agricultural and food Chemistry 48 : 3420 – 3424.

Dalimartha, Setiawan. (2002). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid I, Trubus Agriwidya, Jakarta.

Flavahan NA.(2005). "Phenylpropanolamine constricts mouse and human blood vessels by preferentially activating alpha2-adrenoceptors". J. Pharmacol. Exp. Ther. 313 (1): 432–9. doi:10.1124/jpet.104.076653. PMID 15608085.

Harvey R., Champe C P. (2013). Farmakologi ulasan bergambar, Edisi 4, EGC, Jakarta.

Honosutomo, Salas. (2007). Pengetahuan Tentang Kopi dan Cara Tepat Minum Kopi, Jakartavenue, Jakarta.

Nawrot P, Jordan S, Eastwood J, et al. (2003). Effects of Caffeine on Human Health, Food Additives and ContaminantsVol. 20.

Setiawati. (2008). Farmakologi dan Terapi, Edisi Kelima, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Surahman., Rachmat M., Supardi, Sudibyo. (2016). Modul Bahan Ajar Cetak Farmasi, Metodologi Penelitian, Pusdik SDM Kesehatan, Jakarta Selatan.

Syamsudin. (2011). Interaksi Obat: Konsep Dasar dan Klinis, Penerbit UI-Press, Jakarta.

Wiseman G. (2002). Nutrition and Health. Departemen of Biomedical Science University of Sheffield UK, London, New York: Taylor and Francis.




Flag Counter