Studi Kejadian Efek Samping Obat Antidiabetes Berdasarkan Algoritma Naranjo pada Pasien Prolanis di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung

Asha Annisa Nur Azwarini, Fetri Lestari, Tati Nurhayati

Abstract


Abstract. Diabetes mellitus is a metabolic disease group with characteristic of hyperglycemia due to insulin secretion disorder, insulin action, or both. High prevalence of diabetes mellitus patients in Indonesia may lead to increased use of antidiabetic drugs which also increase side effects. In terms of potential drug side effects, Naranjo algorithm is one of official assessment used in Indonesia. This research was conducted to stud the side effects that occur in diabetes mellitus patients and also the use of antidiabetic drugs based on the Naranjo Algorithm. This research is a non-experimental study conducted with a retrospective study. Inclusion criteria was diabetes mellitus type 2 outpatient recorded at Sukajadi Health Center in Bandung City, with or without complications, and receiving oral medication therapy of anti-diabetic and or insulin. Structured interviews were performed toward 30 respondents. Results showed that 8 respondents felt the side effects of hypoglycemia, nausea, itching, tremor, drowsiness, flatulence, and bloating included in the category of probable. In general, it can be interpreted that the side effects that occur in patients are closely related to the use of antidiabetic drugs such as metformin, glimepiride, acarbose, and insulin.

Keywords: Naranjo algorithm, side effects, diabetes mellitus

Abstrak. Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Melihat tingginya prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia, yang dapat menyebabkan peningkatan penggunaan obat antidiabetes yang berpengaruh pada kejadian efek samping. Sehingga perlu dilakukan pengkajian penggunaan obat dalam aspek efek samping obat antidiabetes menggunakan Algoritma Naranjo, yaitu skala resmi dipakai di Indonesia untuk pengkajian potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian efek samping yang terjadi pada pasien diabetes melitus dan kaitannya dengan penggunaan obat antidiabetes berdasarkan Algoritma Naranjo. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non experimental yang dilakukan dengan pendekatan studi retrospektif dengan kriteria inklusi pasien prolanis yang terdata di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung yang menderita penyakit diabetes melitus tipe 2 rawat jalan dengan atau tanpa komplikasi yang menerima terapi obat oral anti diabetes dan/ insulin. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara terstruktur sebanyak 30 responden, 8 responden diantaranya merasakan efek samping sehingga dilakukan perhitungan skor Algoritma Naranjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 responden merasakan efek samping berupa hipoglikemia, mual, gatal, tremor, mengantuk, flatulensi dan kembung termasuk dalam kategori probable/mungkin. Secara umum dapat diartikan efek samping yang terjadi pada pasien sangat berkaitan dengan penggunaan obat antidiabetes seperti metformin, glimepiride, acarbosa dan insulin.

Kata kunci: Algoritma Naranjo, efek samping, diabetes mellitus


Keywords


Naranjo algorithm, side effects, diabetes mellitus

Full Text:

PDF

References


Andayani, dkk. (2009). Pengaruh kombinasi terapi sulfonilurea, metformin, dan acarbose pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Universitas Gajah Mada

Cipolle, R.J, Strand, L.M. & Morley, P.C. (2004). Pharmaceutical Care Practice, hal : 75, 82-83, 96-101, 116, Mc Graw Hill Company, New York.

Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT Badan POM RI. (2012). Pedoman Monitoring Efek Samping Obat (MESO) Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta.

Irawan, Dedi. (2010). Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia

Irianto, Koes. (2014). Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Alfabeta, Bandung. Hal 313-315.

Kementrian Kesehatan RI. (2011) Pembentukan Tim Penyusun Pedoman Visite, Keputusan Direktur Jendral Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Jakarta. Hal 39.

Putra, Sutaman. Achmad, Anisyah. dan Rachma, Hananditia.. (2017). Kejadian Efek Samping Potensial Terapi Obat Anti Diabetes Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Algoritma Naranjo. Malang: Universitas Brawijaya.

PERKENI. (2015). Konsensus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Indonesia. PB PERKENI. Jakarta.

Sutawardana Hafan Jon, dkk. (2016). Studi Fenomenologi Pengalaman Penyandang Diabetes Melitus Yang Pernah Mengalami Episode Hipoglikemia. Depok: Universitas Indonesia.

Wiffen, Philip, dkk. (2010). Farmasi Klinis Oxford, Buku Kedokteran EGC; Jakarta. Hal 14-18.

William, R, Bradley. et.al. (2009). Applied Therapeutics The Clinical Use Of Drugs, Edisi 9, USA: Lippincott Williams & Wilkins, Bab 50-3

Yosmar Rahmi, dkk. (2018). Studi Prospektif Adverse Drug Reactions (ADRS) Obat Hipoglikemik Oral Terhadap Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Suatu Rumah Sakit Padang. Universitas Andalas.




Flag Counter