Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Flavonoid yang Berpotensi sebagai Antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L. )

Aghnia Marhadianti, Yani Lukmayani, Livia Syafnir

Abstract


Abstract. In this study, flavonoid compounds which potential to be antioxidants from cayenne leaves (Capsicum frutescens L.) was isolated. The extraction method used was maceration using methanol solvent and produced extract yields of 17.83%.  Fractionation was carried out using the liquid-liquid extraction (ECC) method using n-hexane, ethyl acetate, and water as solvents. The extract and fractions were monitored by thin layer chromatography (TLC), using GF254 silica gel as stationary phase and n-hexane:ethyl acetate (3:2) as mobile phase. Antioxidant activity was qualitatively monitored using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl), while the presence of flavonoids was monitored using sitroborate.  Ethyl acetate fraction was refracted using vacuum liquid chromatography (VLC) and purified using preparative TLC until isolate was obtained.  Purity of isolate was then tested by single developer TLC and two-dimensional TLC. The pure isolate was characterized by UV-visible spectrophotometry using shear reactants.  Based on characterization results, it can be concluded that the isolate was suspected to be auron flavonoid compounds.

Keywords: Cayenne Leaves, Antioxidants, Flavonoids, Auron

Abstrak. Pada penelitian ini telah diisolasi senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dari daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.). Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi menggunakan pelarut metanol dan menghasilkan rendemen ekstrak sebanyak 17,83%. Fraksinasi dilakukan menggunakan metode ekstraksi cair-cair (ECC) dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Terhadap ekstrak dan fraksi dilakukan pemantauan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), fase diam yang digunakan siliki gel GF254 dan fase gerak yaitu n-heksan:etilasetat (3:2). Pemantauan aktivitas antioksidan secara kualitatif menggunakan penampak bercak DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan pemantauan keberadaan flavonoid secara kualitatif menggunakan penampak bercak sitroborat. Fraksi etil asetat difraksinasi kembali menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) dan dilakukan pemurnian menggunakan KLT  preparatif  hingga didapatkan  isolat. Isolat yang didapat diuji kemurnian dengan KLT pengembang tunggal dan KLT dua dimensi. Terhadap isolat murni dilakukan karakterisasi dengan spektrofotometri UV-sinar tampak menggunakan pereaksi geser. Berdasarkan hasil karakterisasi isolat maka dapat disimpulkan bahwa isolat diduga merupakan senyawa flavonoid golongan auron.

Kata Kunci : Daun Cabe Rawit, Antioksidan, Flavonoid, Auron


Keywords


Daun Cabe Rawit, Antioksidan, Flavonoid, Auron

Full Text:

PDF

References


Agus Kardinan dan Fauzi Rahmat Kusuma. (2004). Hidup Sehat Secara Alami. Dalam :

Meniran Penambah Daya Tahan Tubuh Alami. Cet 1. Jakarta:Agro Media Pustaka.

Cahyono, B.2003.Cabai Rawit Teknik Budidaya Dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta.

Departemen Kesehatan RI. (1979). Material Medika Indonesia, cet.1, jilid III.Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan, cet. 1. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terbitan Kedua. Bandung: Penerbit ITB

Halliwell, B.dan Whiteman, M. 2004. Measuring reactive species and oxidativedamage in vivo and in cell culture: how should you do it and what do theresults mean?. Br. J. Pharmacol.

Johnson, E.L., dan Stevenson, R., 1991, Dasar Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Penerbit ITB Bandung.

Juniarti, Osmeli, D., & Yuhernita. (2009). Kandungan senyawa kimia, ujitoksisitas (Brine shrimp lethality test) dan antioksidan(1,1-diphenyl-2pikrilhydrazyl) dari ekstrak daun saga (Abrus precatorius L.). Makara Sains, 13(1)

Leong L.P., and Shui. 2002. An investigation of antioxidant capacity of fruits inSingapore markets, Food Chemistry.

Markham,K.R. (1988). Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Terjemahkan Kosasih Padmawinata. Bandung:Penerbit ITB.

Sumono, A., & Mulan, A. (2009). Capability of boiling water of bay leaf (Eugenia polyantha W.) for reducing Streptococcus sp. colony. Majalah Farmasi Indonesia.

Tjandra, E., 2011, Panen Cabai Rawit Di Polybag, Cahaya Atma Pustaka,Yogyakarta

Werdhasari,A. 2014. Peran Antioksidan Bagi Kesehatan. Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes Kemenkes RI. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia. Vol.3. No. 2.:2014

Yunita. 2012. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Dan Fraksi Ekstrak Daun Cabe Rawit (capsicum frutescens L.) Dan Identifikasi Golongan Senyawa Dari Fraksi Teraktif. Jakarta:UI




Flag Counter