Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Mencit Swiss Webster Jantan

Rahma Zakiya, Lanny Mulqie, Sri Peni Fitrianingsih

Abstract


Abstract.Burns wound occur due to contact with sources that have high temperatures. Kelor leaf is often found in Indonesia and used as traditional medicine. This research aims to determine the activity and effective concentration of kelor leaf ethanol extract which affects the healing of second-degree burn wounds. The study involved 25 male mice divided into 5 groups: control group (base gel), comparison group (drug-containing placenta extract and neomycin sulfate), and 3 groups of the test (concentration extract used 10%, 20% dan 40%). The induction used a metal 0,7 cm in the diameter with a temperature of 65oC. The parameters observed includedthe decrease inthe diameter of burn wound, burn precentage, scab formation and scab loss observed for 14 days. Statistical analysis was performed using the One Way Anova test and the LSD test. The results showed that in the comparison group and 3 groups of the test, the scab was formed on 5h day and the scab was a loss on the 11th day, it was faster compared to the other group. On the 14th day, there was a significant difference between the control group with the comparison group and 3 groups of the test (p<0,05).

Keyword: Burns Wound Degree II,Kelor Leaf, Mice (Swiss Webster).

Abstrak.Luka bakar terjadi karena adanya kontak dengan sumber yang memiliki suhu tinggi. Daun kelor merupakan tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi efektif ekstrak etanol daun kelor yang mempunyai efek terhadap penyembuhan luka bakar derajat II. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang terdiri dari 5 kelompok yaitu kelompok kontrol (basis gel), kelompok pembanding (sediaan yang mengandung ekstrak plasenta dan neomycin sulfat), dan 3 kelompok (konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20% dan 40%). Induksi luka bakar dilakukan  menggunakan alat induksi yang memiliki diameter logam 0,7 cm dengan suhu 65oC. Parameter yang diamati meliputi penurunan diameter luka bakar, persentase penyembuhan, waktu terbentuk dan terlepasnya keropeng yang diamati selama 14 hari. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji One Way Anova dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok pembanding dan kelompok uji 3, pembentukan keropeng terjadi pada hari ke 5 dan terlepasnya keropeng pada hari ke 11, lebih cepat dari kelompok lainnya. Pada hari ke 14 terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok pembanding dan kelompok uji 3 (p<0,05).

 

Kata kunci: Luka bakar derajat II, Daun kelor, Mencit (Swiss Webster).


Keywords


Luka bakar derajat II, Daun kelor, Mencit (Swiss Webster)

Full Text:

PDF

References


Ananto, F.J., Eko, S.H., Nayla, B.N., Yusri, C.N., Muhammad, Z.A., dan Irma, S. (2015). Gel Daun Kelor Sebagai Antibiotik Alami Pada Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro. Jurnal Pharmacy. Volume 12. Nomor 1.

Bowler, P. G., Duerden. B. I., and Amstrong, D. G. (2010). Wound Microbiology and Associated Approaches to Wound Management. Clinical Microbiology Reviews.Volume 14, Nomor 2.

Brunner dan Suddarth. (2001). Buku AjarKeperawatan Medikal Bedah. Alih Bahasa Agung Waluyo. Penerbit EGC: Jakarta.

Brusselaers, N., Monstrey, S., Snoeij, T., Vandijck, D., Lizy, C., Lauwaert, S., Colpaert, K., et al. (2010). Morbidity and Mortality of Bloodstream Infections in Patients With Severe Burn Injury.American Journal of Critical Care,

Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants. Colombia University Press: New York.

Departemen Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI: Jakarta.

Febiati, Fika. (2016). Uji Efektivitas Sediaan Gel Getah Jarak Cina (Jatropha multifida Linn.) Untuk Pengobatan Luka Bakar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley. [Skripsi] UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta.

Fitri, H. Dan Triswanto, S. (2016). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kersen (Mutingia calabura L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, Vol. 1, No. 2. 131-142.

Mawarsari, T. (2015). Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Bakar Ekstrak EtanolUmbi Talas Jepang (Colocasia esculenta L.) Schott Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sparague Dawley. [Skripsi]. UIN SyarifHidayatullah: Jakarta.

Moenadjat, Y. (2009) Luka Bakar Masalah dan Tata Laksana. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.

Ruswanti, E., Cholil., dan Indra, S. (2011). Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya) 100% Terhadap Waktu Penyembuhan Luka. Jurnal Kedokteran Gigi, Vol. 2, No. 2.

Sjamsuhidajat dan Wim, De., Jong. (1997). Buku Ajar Ilmu Bedah. Penerbit ECG: Jakarta.

Syuhar, M., N. Windarti I, Kurniawati E. (2015). The Comparison of Second Degree Burns Healing of Rate Between The Smear of Honey and The Collision of Binahong Leaves In Sparague Dawley Rats. Journal Majorty, Vol. 6., No.1.




Flag Counter