Isolasi Senyawa Flavonoid yang Berpotensi Memiliki Aktivitas Antioksidan dari Daun Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex A.Froehner)

Ika Kartika, Kiki Mulkiya Yuliawati, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract.  purpose of this research was to isolate flavonoid compound of robusta coffee (coffea canephora pierre ex froehner) leaves that potentially have antioxidant activity. Robusta coffee leaves was made into raw material and then extracted by multilevel maceration method using n-hexane, ethyl acetate, and methanol solvents. The extract was fractionated by vacuum liquid chromatography method using gradient elution n-hexane, ethyl acetate, and methanol solvent mixture. Extract and fraction was monitored by thin layer chromatography (TLC) using DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) to test antioxidant activity and sitroborate to identify flavonoid. Selected fraction was isolated using preparative TLC method. Maximum wavelength of isolates were determined using UV-Vis spectrophotometry. Ethyl acetate extract was selected and isolation was performed toward fraction 6. Isolate purity was tested using two-dimensional TLC and single development TLC. Isolates were then characterized using UV-Vis spectrophotometry and showed maximum wavelength in 274 nm and 360 nm and suspected to be flavonol flavonoids.

Keywords:  Robusta Coffea (Coffea canephora Pierre ex Froehner), Antioxidant,  Isolation, Flavonoid, Flavonol.


Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi senyawa flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan dari daun kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner). Daun kopi Robusta dibuat menjadi simplisia kemudian diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol. Kemudian dilakukan pemantauan aktivitas antioksidan secara kualitatif menggunakan penampak bercak DPPH dan sitroborat. Ekstrak yang terpilih kemudian difraksinasi dengan metode kromatografi cair vakum dengan elusi gradien menggunakan campuran pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol. Terhadap fraksi dilakukan pemantauan dengan KLT menggunakan penampak bercak DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) untuk uji aktivitas antioksidan dan sitroborat untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid. Pada fraksi terpilih dilakukan isolasi dengan metode KLT preparatif, isolat dikarakterisasi dengan penentuan panjang gelombang maksimal menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak. Berdasarkan hasil pemantauan, ektrak yang terpilih yaitu ekstrak etil asetat dan fraksi yang diteruskan untuk isolasi yaitu fraksi 6, dan terdapat isolat terpilih yaitu bercak dengan Rf 0,6. Isolat diuji kemurniannya menggunakan KLT dua dimensi dan KLT pengembangan tunggal. Hasil karakterisasi isolat menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak menunjukkan adanya panjang gelombang maksimal pada pita I 274 Nm dan pita II 360 Nm dan diduga termasuk flavonoid golongan flavonol.

Kata Kunci: Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner), Antioksidan, Isolasi, Flavonoid, Flavonol.


Keywords


Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner), Antioksidan, Isolasi, Flavonoid, Flavonol.

Full Text:

PDF

References


Backer, C. A., Bakhuizen Van den Brink, R. C. (1965), Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol II, V.P, Noordhoff-Groningen, Netherlands.

Baso, R. L., Amindita, R. (2018). Analisis Daya Saing Kopi Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 2(1): 1-9.

Cahyani, N. Y., (2015). Perbandingan Kadar Fenol Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kopi Robusta dan Arabika. [Skripsi], Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember.

Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants, Columbia University Press, New York.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1977). Materia Medika Indonesia Jilid I, Departemen Kesehatan, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Farida, A., Ristianti, E., Kumoro A, C. (2013). Penurunan Kadar Kafein dan Asam Total pada Biji Kopi Robusta Menggunakan Teknologi Fermentasi Anaerob Fakultatif dengan Mikroba NOPKOR MZ-15. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2(3): 70-75.

Fransworth, N. R. (1966). Biological and Phytochemical Screnning of Plants. Journal of Pharmaceutical Sciences, 55(3): 225-276.

Hasanah, M., Maharani, B., Munarsih, E. (2017). Daya Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Kopi Robusta (Coffea Robusta) terhadap Pereaksi DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil, IJPST. 4(2):42-49

Leunufna, S. (2007). Kriopreservasi untuk Konservasi Plasma Nutfah Tanaman: Peluang Pemanfaatannya di Indonesia. Jurnal AgroBiogen, 3(2): 80-88.

Markham, K. R. (1998). Cara Mengidentifikasi Flavonoid, Terjemahan oleh Padmawainata, K., dan Niksolihin S. ITB, Bandung.

Pristina, D. Y., Susanti, S., Nurwantoro. (2017). Antioksidan dan Kadar Fenol Berbagai Ekstrak Daun Kopi (Coffea sp): Potensi Aplikasi Bahan Alami untuk Fortifikasi Pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 6(2): 40-45.

Shiyan, S., Herlina., Arsela, D., Latifah, E. (2017). Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanolik Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Pada Tikus Diabetes Tipe 2 yang Diberi Diet Lemak Tinggi. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 3(2): 39-46.




Flag Counter