Pengujian Aktivitas Antibakteri dari Sabut Kelapa Hijau (Cocos nucifera L Var. Rubencens) dan Sabut Kelapa biasa (Cocos nucifera L) terhadap Propionibacterium acnes.

Novia Fauziah, Kiki Mulkiya Yuliawati, Reza Abdul Kodir

Abstract


Abstrak. Acne is an obstructive skin disorder and chronic inflammation in pilosebaceous unit which often happens in adolescence. Acne can be a sign of puberty and can happen a year before first-time menstruation. This research aims to do antibacteria activity test from 2 different kinds of coconut husks (Cocos nucifera L) which are regular coconut husk and medicinal coconut husk (Cocos nucifera L Var. Rubencens) towards Propionibacterium acnes. Extraction was done with maceration method using 70% ethanol as solvent, the obtained extracts then fractionated using liquid-liquid extraction method with the solvent of n-hexane, ethyl acetate and water. From the obtained extraction results and fraction, bacteria activity test were then done with well method. The results from this research on medicinal coconut husk shows presence of inhibition zone in 4,6% minimum inhibitory concentration (KHM) with the average of 8,05 mm, meanwhile on regular coconut husk shows presence of inhibition  zone in 8,5% minimum inhibitory concentration with the average of 9,71 mm and 8,35 mm. Then, test results on fractions was found in  inhibition zone  in water fraction, in medicinal coconut husk shows presence of inhibition zones on 3,5% concentration with the average of 7,02 mm meanwhile in regular coconut husk shows presence of inhibition zones on 6,5% concentration with the avergae of 8,02 mm

Key words: Medicinal coconut husk and regular coconut husk, antibacterial activity test

Abstrak. Jerawat adalah penyakit kulit obstruktif  dan inflamatif kronik pada unit pilosebasea yang sering terjadi pada masa remaja. Jerawat sering menjadi tanda pertama pubertas dan dapat terjadi satu tahun sebelum haid pertama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian aktivitas antibakteri dari 2 jenis sabut kelapa yang berbeda yaitu sabut kelapa biasa (Cocos nucifera L) dan sabut kelapa obat (Cocos nucifera L Var. Rubencens) terhadap Propionibacterium acnes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, ekstrak yang diperoleh kemudian di fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Dari hasil ekstrak dan fraksi yang didapat kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil pengujian dalam penelitian ini pada ekstrak sabut kelapa obat menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada dosis 4,6% dengan rata-rata zona hambat sebesar 8,05 mm sedangkan pada ekstrak sabut kelapa biasa menunjukkan KHM pada dosis 8,5% dengan rata-rata zona hambat sebesar 9,71mm dan 8,35mm. Kemudian hasil pengujian terhadap fraksi didapatkan zona hambat pada fraksi air, pada sabut kelapa obat menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi 3,5% dengan rata-rata sebesar 7,02mm sedangkan pada fraksi sabut kelapa biasa menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi 6,5% dengan rata-rata 8,02mm.

Kata kunci: Sabut kelapa obat dan sabut kelapa biasa, uji aktivitas antibakteri


Keywords


Sabut kelapa obat dan sabut kelapa biasa, uji aktivitas antibakteri

Full Text:

PDF

References


Cunliffe WJ, Gollnick HPM. 2001.Clinical features of acne. Acne diagnosis and management. London: Martin Dunitz Ltd, 49-68.

Dadang dan Prijono, 2008. Insektisida Nabati: Prinsip, Pemanfaatan, dan Pengembangan. Departemen Proteksi Tanaman. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Dalimunthe, Aminah, Marline Nainggolan. Pengujian Ekstrak Etanol Sabut Kelapa(Cocos nucifera Linn) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. FMIPA Universitas Sumatra Utara. Medan. 2006. diakses pada tanggal 12 Januari 2019.

Dewi F. K., 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia, Linnaeus) terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Universitas Sebelas Maret. Skripsi. Surakarta

Endo EH, Cortez DAG, Nakamura TU, Nakamura CV, Filho BPD. 2010. Potent antifungal activity of extract and pure compound isolated from pomegranate peels and synergism with fluconazole against Candida albicans. Institut Pasteur 161 : 534-540.

Fiuza TS et al. 2009. Antimicrobial Activity of the Crude Ethanol Extract and Fractions from Eugenia uniflora Leaves Against Pseudomonas aeruginosa. Latin American Journal of Pharmacy 28 : 892-898

Jawetz, E., Melnick, J.L. & Adelberg, E.A., 2005, Mikrobiologi Kedokteran, diterjemahkan oleh Mudihardi, E., Kuntaman, Wasito, E. B., Mertaniasih, N. M., Harsono, S., Alimsardjono, L., Edisi XXII, 327-335, 362-363, Penerbit Salemba Medika, Jakarta

Jurenka J. 2008. Therapeutic Applications of Pomegranate (Punica granatum L.) A Review. Alternative Medicine. 13:128-143.

Kraft, J. dan Freiman, A. 2011. Management of acne. Can Med Assoc J. 183(7): 430-5.

Lisan, Fransisca Rosella. 2015. Penentuan Jenis Tanin Secara Kualitatif dan Penetapan Kadar Tanin Dari Serabut Kelapa (Cocos nucifera L.) Secara Permanganometri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.4 No.1. Hal 1-2

Poeloengan, M., Praptiwi, 2010, Antibacterial Activity Test Of Mangos Teen (Garcinia mangostana Linn) Peel, Media Litbang Kes.

Ulfah, Tyas Hasanah. 2018. Uji efektivitas air kelapa muda sebagai antimikroba terhadap bakteri E. Coli , Salmonella thypi, dan shigella sp. Penyebab penyakit diare. Purwokerto : Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Halaman 13-14

Siregar., 2005. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Jakarta ; EGC

Syah, D., 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Makanan. Institut Pertanian Bogor.

Zaenglein, A.L., Graber, E.M., Thiboutot, D.M., Strauss, J.S., 2008. Acne Vulgaris and Acneiform Eruptions. In:Wolff, K., Goldsmith, L.A., Katz, S.I., Gilchrest, B.A., Paller, A.S., Leffell, D.J. eds Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine 7th ed. New York:Mc Graw Hill;2007.p: 690-703




Flag Counter