Identifikasi Golongan Senyawa Antijamur Malassezia furfur dari Mikroalga Hijau (Chlorella vulgaris B) dengan Metode KLT Bioautografi

Nur Azizah Suhara, Indra Topik Maulana, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstrak. Tinea versicolor atau lebih dikenal dengan penyakit panu, merupakan salah satu infeksi pada kulit yang disebabkan oleh jamur antropofilik dermatofita, yaitu jamur Malassezia furfur. Pengobatan terhadap penyakit panu yang telah dilakukan adalah dengan antibiotik golongan Azol, namun penggunaan antibiotik perlu diiringi dengan kedisiplinan untuk mencapai efek terapi yang maksimal, karena penggunaan obat antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi. Mikroalga hijau (Chlorella vulgaris B) merupakan bahan alam yang mengandung senyawa yang berpotensi sebagai senyawa antijamur. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antijamur dari ekstrak dan fraksi mikroalga hijau (Chlorella vulgaris B) dan menelaah golongan senyawa yang berpotensi sebagai antijamur penyebab penyakit panu, yaitu Malassezia furfur. Identifikasi kandungan senyawa di dalam mikroalga hijau (Chlorella vulgaris B) dilakukan dengan penapisan fikokimia. Hasil penapisan fikokimia pada semua sampel uji menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, monoterpen/seskuiterpen, polifenolat, tannin, antrakuinon, kecuali steroid tidak ada pada fraksi air. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstrak sebesar 21,63% dengan BJ sebesar 0,87. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair, menghasilkan rendemen fraksi n-heksan sebesar 11,5%, etil asetat sebesar 1,22%, dan air sebesar 22,53%. Pengujian aktivitas antijamur dengan metode KLT bioautografi kontak dilakukan pada ekstrak etanol, fraksi terpilih n-heksan dan etil asetat. Hasil pengujian KLT bioautografi tidak menghasilkan zona bening, yang menunjukkan tidak adanya penghambatan pertumbuhan jamur Malassezia furfur pada medium agar. Hasil identifikasi golongan senyawa yang berpotensi sebagai antijamur yang dilakukan dengan menggunakan penampak bercak spesifik seperti Dragendroff, AlCl3, dan FeCl3 yang disemprotkan pada plat KLT belum dapat teridentifikasi.

Kata Kunci : Chlorella vulgaris B, Malassezia furfur, KLT  Bioautografi Kontak 

 

Abstract. Tinea versicolor is one of the skin infections caused by dermatophyte antrophophilic fungi, Malassezia furfur. Medication with azole antibiotics is well known to cure this infection. However, discipline is needed in using antibiotic to achieve maximum therapeutic effect because wrong uses of antibiotic will cause resistance. Green microalgae is a natural source that has potential antifungal compounds. This research was aimed to study antifungal activity of green microalgae extract and fraction as well as to identify potential antifungal compound groups for Tinea versicolor infection caused by Malassezia furfur. Identification of compound groups in green microalgae) was conducted by phycochemical screening. Results showed that alkaloid, flavonoid, monoterpene/sesquiterpene, polyphenolic, tannin, and anthraquinone were present in the green microalgae, except for steroid that unidentified in water fraction. Extraction was performed by reflux method using ethanol 96% as solvent. Extract yield was 21.63%, with specific gravity of 0.87. Fractionation was performed by liquid-liquid extraction method which resulted 11.5% n-hexane fraction, 1.22 % ethyl acetate fraction, and 22.53% water fraction. Contact Bioautography TLC method was performed on ethanol extract, selected n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction to test the antifungal activity. Result showed that clear zone was not present, indicating no growth inhibitory of Malassezia furfur on agar medium. Identification of antifungal compound groups tested with specific reagents such as Dragendroff, AlCl3, and FeCl3 which sprayed to TLC plate also showed unidentified results.

Keywords: Chlorella vulgaris B, Malassezia furfur, Contact Bioautography TLC.


Keywords


Chlorella vulgaris B, Malassezia furfur, Contact Bioautography TLC.

Full Text:

PDF

References


Amaro, H., Guedes, C., Malcata, X. (2011). Antimicrobial Activities of Microalgae. Journal of Science Against Microbial Pathogens. Hal. 1271-1280.

Angiolella, L., Leone, C., Rojas, F., Mussin, J., Sosa, M., Giusiano. (2018). Biofilm, Adherence, and Hydrophobicity as Virulence Factors in Mallasezia furfur. International Journal Society For Human and Animal Mycology. Vol. 56. Hal. 110-116.

Crawford, F.; Hollis, S. (2007). Topical treatments for fungal infections of the skin

and nails of the foot. Cochrane Database Syst. Departement of Public Health And Infectious, University of Rome, Italy.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000).Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta

Ghasemi, Y., Moradian, A., Abdol Ali, M., Sokhravi, S., Morowvat, M. (2007). Antifungal and Antibacterial Activity of the Microalgae Collected from Paddy Fields of Iran: Characterization of Antimicrobial Activity of Chroococcus disperses. Journal of Biological Sciences Vol. 7. Issue. 6. Hal. 904-910.

Padhye, A. A., Summerbell, R. C. (2005). The Dermatophytes. Journal Topley & Wilson's Microbiology and Microbial Infections. Vol. 4.

Safi, C., Zebib, B., Merah, O., Pontalier, P. (2014). Morphology, Composition, Production, Processing and Applications of Chlorella vulgaris. International Journal of Elesivier: Renewable and Sustainable Energy Reviews. Vol. 35. Hal. 265-278.

Solomon, EP dan Martin, DW. (1999). Biology 5th Edition. Saunders College Publishing.

Tovar, L. (2010). Pathogenesis of Dermatophytosis and Tinea Versicolor. International Journal of Elesivier: Clinics in Dermatology.

Tran, NH., Bartlett, JR., Kannangara, GSK., Milev, AS., Volk, H., Wilson, MA. (2010). Catalytic Upgrading of Biorefinery Oil from Micro-algae. International Journal of Elesivier: Fuel. Vol. 89. Issue. 2. Hal. 265-274.




Flag Counter