Kajian Penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Atas (Ispa) pada Pasien Pediatri Di Puskesmas Gununghalu Kabupaten Bandung Barat

Risa Gayatri Yuliani, Fetri Lestari, Suwendar Suwendar

Abstract


Abstrak. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan suatu penyakit yang angka kejadiannya masih sangat tinggi, dimana angka kejadian ISPA di Jawa Barat mencapai 24,73%. ISPA sering terjadi pada anak dengan  prevalensi sebesar 50% pada usia dibawah 5 tahun dan 30% pada usia 5-12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ISPA meliputi jenis obat yang digunakan dan tujuan penggunaanya, serta dosis yang digunakan dan ketepatan penggunaannya berdasarkan usia dan berat badan pada pasien Pediatri di Puskesmas Gununghalu Kabupaten Bandung Barat. Penelitian  ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode deskriptif. Pengambilan data menggunakan resep secara retrospektif menggunakan teknik total sampling, diperoleh 273 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan jenis obat ISPA yang digunakan meliputi obat antibiotik (92,67%) dan non antibiotik (7,32%). Antibiotik yang digunakan yaitu amoksisilin (94,46%), kotrimoxazol (3,11%) dan cefadroxil (2,33%). Obat non antibiotik yaitu kombinasi 1 (48,01%), kombinasi 2 (17,92%), paracetamol (7,59%), glyceryl guaiacolate (4,24%) dan vitamin C (12,75%). Ketepatan dosis antibiotik amoksisilin dosis tepat (98,73%) dan dosis kurang (1,24%), kotrimoxazol dosis tepat (100%), cefadroxil dosis tepat (100%). Sedangkan ketepatan dosis non antibiotik kombinasi 1 dosis tepat (100%), kombinasi 2 dosis tepat (100%), paracetamol dosis tepat (100%), glyceryl guaiacolate dosis tepat (100%) dan vitamin C dosis tepat  (100%). 

Keywords:Upper respiratory tract infection (URTI), pediatrics, dose accuracy

Abstract. Upper respiratory tract  infection (URTI) is a disease whose incidence rate is still very high where the incidence of URTI in West Java reaches 24.73%. URTI is common in children with a prevalence of 50% at ages under 5 years and 30% at ages 5-12 years. This study aims to determine the use of URTI which include the type of drug used and the purpose of its use, as well as the dosage used and the accuracy of its use based on age and body weight in Pediatric patients at Gununghalu Health Center, West Bandung Regency. This research is a non-experimental research with descriptive method. Data was retrieved using prescription retrospectively using total sampling technique, obtained 273 samples that met the inclusion criteria. The results showed that the type of URTI drugs used included antibiotics for (92.67%) and non antibiotics at (7.32%). Antibiotics used were amoxicillin (94.46%), cotrimoxazole (3.11%), and cefadroxil (2.33%). Non antibiotic drugs were a combination of 1 (48.01%), combination of 2 (17.92%), paracetamol (7.59%), glyceryl guaiacolate (4.24%) and vitamin C (12.75%). Accurate dose of amoxicillin of the right dose (98.73%) and less dose (1.24%), the right dose of cotrimoxazol (100%), the right dose of cefadroxil (100%). Whereas the accuracy of non-antibiotic dose the right dose of combination 1 (100%), the right dose of combination 2 (100%), the right dose of paracetamol (100%), the right dose of glyceryl guaiacolate (100%) and the right dose of vitamin C (100%).

Kata Kunci: ISPA, pediatri, ketepatan dosis


Keywords


ISPA, pediatri, ketepatan dosis

Full Text:

PDF

References


BPOM RI.(2008), Informatorium Obat Nasional Indonesia. Jakarta: Sagung Seto dan Koperpom.

Dawey, R.Donald, B.S, dkk. (2011), AHFS Drug Information American Society of Health. System Pharmacists. United States of America

Departemen Kesehatan RI. (2005), Pedoman program pemberantasan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) untuk anak . Jakarta : Depkes RI.

Depkes RI. (2009), Pedoman pelayanan kefarmasian untuk pasien pediatri, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2010), Bimbingan Keterampilan Dalam Tatalaksana Penderita ISPA Pada Anak. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta.

Hartono, R dan Rahmawati, D H. (2012), ISPA Ganguan Pernafasan pada Anak. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Formularium Spesialistik Ilmu Kesehatan Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

M.Biomed Syamsudin dan Keban Andriani Sesilia. (2013), Buku Farmakoterapi Gangguan Saluran Pernafasan. Jakarta : Salemba Medika Hal.65-102.

Rahajoe. N.N., Bambang S., dan Darmawan. B.S. 2010. Buku Ajar Respirologi Anak. Edisi Ketiga. Cetakan Ketiga. IDAI. Jakarta.

Suryami & Sunyoto, K. (2004). Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya Edisi ke 6. PT.Elex Media Kompitindo.Jakarta

Tripathi, K. D. 2003. Antimicrobial drugs: general consideration Essential of medical pharmacology Fifth edition. Jaypee: Brothers Medical Publishers

Zoorob R, Sidani MA, Fremont RD, dan Kihlberg C. (2012), Antibiotic Use In Acute Upper Respiratory Tract infections. American Family Physician : 86.




Flag Counter