Kajian Penggunaan Obat Diare pada Pasien Pediatri di Puskesmas Gununghalu Kabupaten Bandung Barat

Nisa Aulia Puspitasari, Fetri Lestari, Suwendar Suwendar

Abstract


Abstrak. Diare  sampai  saat  ini  masih  menjadi  masalah  kesehatan  dunia terutama di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan obat diare pada pasien pediatri meliputi jenis obat dan tujuan penggunaan, dosis yang digunakan dan ketepatan penggunaannya berdasarkan usia dan berat badan pasien di Puskesmas Gununghalu Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode deskriptif. Pengambilan data menggunakan data resep obat secara retrospektif dengan teknik total sampling dan diperoleh 262 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menderita diare spesifik sebesar 70% dan non spesifik sebesar 30%. Jenis obat yang digunakan adalah kotrimoksazol pada 177 (38,15%), metronidazol pada 7 (1,51%), zink pada 239 (51,51%), attapulgit pada 16 (3,45%), oralit pada 14 (3,02%), dan probiotik pada 11 (2,37%) pasien. Ketepatan dosis kotrimoksazol dengan dosis tepat (99%) dan dosis kurang (1%), metronidazol dengan dosis tepat (86%) dan dosis kurang (14%), zink dengan dosis tepat (100%), attapulgit dengan dosis tepat (100%), oralit dengan dosis tepat (100%) dan probiotik dengan dosis tepat (100%).

Keywords: Diarrhea, pediatrics, dose accuracy

Abstract. Diarrhea still becomes a global health problem, especially in developing countries like Indonesia as its high morbidity and mortality. The purpose of this study is to find out the use of diarrhea medication in pediatric patients including the type of drug and the purpose of its use, as well as the dose used and the accuracy of its use based on the age and weight of pediatric patients at Gununghalu Health Center West Bandung Regency. This research is included in non-experimental research with descriptive methods. Data retrieval was done using retrospective prescription data using total sampling technique and 262 samples were obtained that met the inclusion criteria. The results showed that patients suffering from specific diarrhea were 70% and non-specific were 30%. The types of drugs used were cotrimoxazole to 177 (38.15%), metronidazole to 7 (1.51%), zinc to 239 (51.51%), attapulgit to 16 (3.45%), ORS to 14 (3.02%), and probiotics to 11 (2.37%) patients. Accuracy of cotrimoxazole dose with the right dose is 99% and less dose is 1%, metronidazole with the right dose is 86% and less dose is 14%, zinc with the right dose is 100%, attapulgit with the right dose is 100%, ORS with the right dose is 100% and probiotics with the right dose is 100%.

Kata Kunci: Diare, pediatri, ketepatan dosis


Keywords


Diare, pediatri, ketepatan dosis

Full Text:

PDF

References


Bennish, Michael. (2003). The Treatment Of Diarrhoea: A Manual For Phycisians And Other Senior Health Workers, Department of Child and Adolescent Health and Development, Boston.

Farthing, Michael., Mohammed, A.S., Greger, L., Petr, D., Igor, K., Eduardo,S.L., Balakrishnan, S.R., Khean-Lee, G., Alan, T., Aamir G. K., Justus, K and Anton, LeMair. (2013). Acute Diarrhea in Adults and Children A Global Perspective.World Gastroenterelogy Organization Global Global Guideline Acute Diarrhe, Volume 47, Number 1, January 2013: 15-17.

Firmansyah A. (2001). Terapi Probiotik dan Prebiotik pada Penyakit Saluran Anak, Sari Pediatri, Vol. 2, No. 4, Maret 2001: 210 – 214.

Food Drug and Administration. (2004). Advisory Commite for Pharmaceutical Science, FDA USA, USA.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (2009). Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia, IDAI, Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Tatalaksana diare pada Balita, Direktorat jenderal pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 2011, Jakarta: 17-25.

Narindrani R., Sunyoto, Choiril Hana. (2011). Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Diare Akut Di Sertai Infeksi Bakteri Pada Anak Usia 1-6 Tahun Pasien Rawat Inap Di RSI Klaten Tahun 2011, Cerata Journal Of Pharmacy Science

Prest, M. (2003) Penggunaan Obat Pada Anak-Anak. Dalam: Aslam M., Tan K., C., dan Prayitno A., Farmasi Klinik Menuju pengobatan yang Rasional dan Penghargaan Pilihan Pasien, Efek Media Komputindo, Jakarta.

Riset Kesehatan dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2013. Diunduh pada 18 Agustus 2018, (http://www.depkes.go.id/resour ces/download/general/Hasil%20 Riskesdas%202013.pdf).

Setiawan, B. (2006). Diare akut karena infeksi, Dalam: Sudoyo A, Setyohadi B, Alwi I dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3. Edisi I, Departemen IPD FK UI: Jakarta.

World Health Organization. (2011) Top 10 Causes of Death. (www.who.int/mediacentre/facts heets/fs310/en/) diunduh pada 19 Agustus 2018.

World Health Organization. (2016). Causes of death among children under 5 years (http://www. who.int/maternal_child_adolesc ent/data/causesdeathchildren/en/ diunduh pada 19 Agustus 2018.




Flag Counter