Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Terung Belanda (Solanum Betaceum Cav.) Terhadap Escherichia Coli dan Bacillus Subtillis

Fadillah Surya Mutaqin, Sri Peni Fitrianingsih

Abstract


Abstract: Indonesia is one of the countries that has considerable biodiversity. This diversity has the potential to develop herbal medicines based on medicinal plants. Many plant species are used as medicinal plants. One of them is Tamarillo fruit. Tamarillo fruit is thought to have antibacterial activity. One of the bacteria that most often causes infections is Escherchia coli and Bacillus subtilis. These bacteria can causes infectious diseases, and diarrhea that is transmitted through food contamination. This study aims to look at the antibacterial activity of  Tamarillo fruit ethanol extract against Escherichia coli and Bacillus subtilis bacteria by determining the Minimum Inhibitory Concentration (CIM) value, and find out how equal the Tamarillo fruit ethanol extract with the comparison. Antibacterial activity testing uses difussion method. The results showed that the ethanol extract of the Tamarillo fruit f (Solanum betaceum Cav.) Had antibacterial activity that could inhibit the growth of Escherichia coli and Bacillus subtillis. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Tamarillo fruit ethanol extract in inhibiting Escherichia coli growth by 0.5% while the Minimum Inhibitory Concentration (CIM) of Tamarillo fruit ethanol extract in inhibiting the growth of Bacillus subtillis by 4%. The equality value produced is 1 mg of ethanol extract of Tamarillo fruit on Bacillus subtillis equivalent to 0.153 mg ciprofloxacin. Whereas the equality value produced is 1 mg ethanol extract of Tamarillo fruit fruit against Escherichia coli equivalent to 0.0000147 mg ciprofloxacin.

Keyword: Antibacterial, Bacillus subtillis, Tamarillo fruit, diffusion method, Escherichia coli, Solanum betaceum Cav., hollow diffusion.

 

Abstrak : Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman  hayati yang cukup besar. Keanekaragaman tersebut berpotensi dalam pengembangan obat herbal berbasis pada tanaman obat. Banyak spesies tumbuhan yang digunakan sebagai tanaman obat. Salah satunya adalah buah terung belanda. Buah terung belanda ini diduga mempunyai aktivitas antibakteri. Salah satu bakteri yang paling sering menimbulkan infeksi yaitu Escherchia coli dan Bacillus subtilis. Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit infeksi, dan menyebakan diare yang ditularkan melalui kontaminasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah terung belanda terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dan mengetahui bagaimana kesetaraan ekstrak etanol buah terung belanda terhadap pembanding. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah terung belanda (Solanum betaceum Cav.) memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Bacillus subtillis. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak  etanol buah terung belanda dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli sebesar 0,5% sedangkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak  etanol buah terung belanda dalam menghambat pertumbuhan Bacillus subtillis sebesar 4% . Nilai kesetaraan yang dihasilkan yaitu 1 mg ekstrak etanol buah terung belanda terhadap Bacillus subtillis setara dengan 0,153 mg ciprofloxacin. Sedangkan Nilai kesetaraan yang dihasilkan yaitu 1 mg ekstrak etanol buah terung belanda terhadap Escherichia coli setara dengan 0,0000147 mg ciprofloxacin.

Kata kunci : Antibakteri, Bacillus subtillis, buah terung belanda, difusi agar, Escherichia coli, Solanum betaceum Cav.,  sumuran


Keywords


Antibakteri, Bacillus subtillis, buah terung belanda, difusi agar, Escherichia coli, Solanum betaceum Cav.,

Full Text:

PDF

References


Adrianne, P. (2009). Terong Belanda. http://www.plantamor.com diakses pada 28 desember 2018

Ajizah, A., (2004). Sensitivitas Salmonella Typhimurium terhadap Ekstrak Daun Psidium Guajava L. Bioscientiae Vol.1 No.1.

Anggoro, S., G., Prayitno, B. S. dan Saptiani. 2013. Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Jeruju (Achantus ilicifolius) Terhadap Vibrio.

Blank RH, Dance HM, Hampton MH. Olson and Holland PT. (1987). Tamarillo (Cyphomandra betacea): Effect of field-applied fungisides and postharvest dips on storage rots aof fruit. New Zealand. J. Exp. Agric. 15:191-198.

Departemen Kesehatan dan Kesehatan Sosial, (2001). Inventaris tanaman obat indonesia. Cetakan pertama. Jilid keduaI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Hastari, P., S. Suratiningsih dan I. Sulistyarini (2015). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI n-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Shigella dysenteriae. Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi. Semarang

Ibezim, E. C., Esimone, C. O., Nnmami, P. O., Onyishi, I. V., Brown, S. A., Obodo, C. E. (2006) In Vitro Study of The Interaction Between Some Floroquinolones and Extracts of Kola nitida seed, Brazilian Journal of Microbiology.

Kumalaningsih, Sri., (2006). Antioksidan Alami: Penangkal Radikal Bebas, Sumber, Manfaat, Cara Penyediaan dan Pengolahan, Trubus Agrisarana. Surabaya.

Madan, J., & Singh, R., 2010, Formulation and Evaluation of Aloevera Topical Gels, Int.J.Ph.Sci., 2 (2), 551-555.

Manoi, F. & Balittro. (2009). Binahong (Anredera Cordifolia) Sebagai Obat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor.

Monem MA., Mohamed EA., Awad ET., Ramadan AHM., and Mahmoud HA. (2014). Multiplex PCR as emerging technique for diagnosis of enterotoxigenic E. coli isolates from pediatric watery diarrhea. Journal of American Science, Vol 10 No (10).

Mycek, Mary J. (2001). Farmakologi ed . Alih Bahasa Awar Agoes. Widya Medika. Jakarta (Hal 327-329)

Ordonez, R.M., Ordonez A.A., Sayago . J.E., Moreno, N., dan Isla. (2006). Antimicrobiocal Activity of Glycisodase inhibitory Protein Isolated From Cyphomandra betacea Sendt. Fruit. Peptides. 27 (6) 1187-91

Paramitha G.W., M. Soprima dan Haryanto B., (2010). Perilaku Ibu Pengguna Botol Susu dengan Kejadian Diare pada Balita. Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Jakarta timur.

Radji, M., (2005). Peranan Bioteknologi dan Mikroba Endofit dalam Pengembangan Obat Herbal, Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol 11. No. 3.

Rahmaningsih, S. Wilis, S dan Mulyana, A. (2012). Bakteri Patogen Dari Perairan Pantai Dan Kawasan Tambak Di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Jurnal ekologia 12.

Rasko, D. A., Webster, D. R., Sahl, J. W., Bashir, A., Boisen, N., Scheutz, F., et al. (2011). Origins of the E. coli Strain Causing an Outbreak of Hemolytic-Uremic Syndrome in Germany. The New England Journal of Medicine.

Reuda, A., Echeverri F., Torres, F., Gallego, A., Quinones, W., dan Lobo, M. (2005). Chemical and Microbiological Profile of The Tree Tomato (Cyphomandra Spp.) and its Role Againts Colletotrichum gloeosporioides, Causal Agentof Antracnosis, Actual Biol. 27. (1) : 11-121.

Siswandono, (2008). Kimia Medisinal ed 2. Airlangga University Press. Surabya. (Hal: 134)

Susanty, Fairus Bachmid (2016). PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP KADAR FENOLIK DARI EKSTRAK TONGKOL JAGUNG (Zeamays L.). Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.




Flag Counter