Uji Parameter Mutu, Uji Aktivitas Antibakteri dan Uji Potensi Pada Sediaan Beauty Oil yang Mengandung Propolis sebagai Anti Jerawat

Dewi Puspitawati, Diar Herawati, Anggi Arumsari

Abstract


Abstract. . Beauty oil dosage forms is one of propolis product sides that use extraction method with grapeseed oil solvent. Dosage forms of beauty oil has benefit for face treatments, one of them is preventing acne caused by bacteria Propionibacterium acnes. This research was conducted to determine quality parameters of the beauty oil, to know the antibacterial activity in the beauty oil of dosage forms Propionibacterium acnes bacteria, determine minimum inhibitory concentration (MIC) and on calculate the antibacterial potential in beauty oil compared to clindamycin antibiotics. Testing quality parameters includes organoleptic testing such as odor, shape and color, spreadability, and homogeneity. Antibacterial activity testing was done by diffusion method using paper discs with various concentrations. Positive control used was clindamycin antibiotics and negative control used was dimethyl sulfoxide (DMSO 5%). The results of research indicated that quality parameters of beauty oil met good requirements in terms of organoleptics, homogeneity and spreadibility. The results of antibacterial activity in the beauty oil dosage forms provided inhibitory activity against the bacteria Propionibacterium acnes at concentrations of 1, 3, 5, 7, 9 and 10% b/v, with MIC of 0,08% b/v which provided a diameter of 6,435 mm. The result of potential test for beauty oil on the Propionibacterium acnes bacteria test as 99,27%.

Keywords: Antibacterial, beauty oil, Propionibacterium acnes, clindamycin.

Abstrak. Sediaan beauty oil merupakan hasil produk samping dari produk propolis yang menggunakan cara ekstraksi dengan pelarut minyak yaitu minyak biji anggur. Sediaan beauty oil memiliki manfaat untuk perawatan wajah, salah satunya untuk mencegah timbulnya jerawat yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter mutu dari sediaan beauty oil, mengetahui aktivitas antibakteri pada sediaan beauty oil terhadap bakteri Propionibacterium acnes, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) serta menghitung potensi antibakteri pada sediaan beauty oil yang dibandingkan dengan antibiotik klindamisin. Pengujian parameter mutu meliputi pengujian organoleptis seperti bau, bentuk dan warna, pengujian daya sebar, serta homogenitas. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas dengan berbagai konsentrasi. Kontrol positif yang digunakan yaitu antibiotik klindamisin dan kontrol negatif menggunakan dimethyl sulfoxide (DMSO 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter mutu sediaan beauty oil memenuhi persyaratan yang baik dalam hal organoleptis, homogenitas dan daya sebar. Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri pada sediaan beauty oil dapat memberikan aktivitas penghambatan terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 1, 3, 5, 7, 9 dan 10% b/v dengan KHM pada konsentrasi 0,08% b/v yang memberikan diameter hambat sebesar 6,435 mm. Hasil uji potensi sediaan beauty oil terhadap bakteri Propionibacterium yaitu sebesar 99,27%.

Kata kunci: Antibakteri, sediaan beauty oil, Propionibacterium acnes, klindamisin.

 


Keywords


Antibakteri, sediaan beauty oil, Propionibacterium acnes, klindamisin.

Full Text:

PDF

References


American Society of Health System Pharmacists. (2005). AHFS Drug Information. United States of America, Vol 1, Bethesda.

Bankova V, Trusheva B & Popova M. (2008). New Developments in Propolis Chemical Diversity Studies (since 2000). Scientific evidence of the use of propolis in ethnomedicine.

Brook, G.F, J.S.Butel, S.A.Morse. (2012). Mikrobiologi Kedokteran, Edisi 25. EGC, Jakarta.

BSN. (2013). Standar Nasional Indonesia Madu. Jakarta : SNI 3545 : 2013 : 5, 11 – 13.

C. Haven, Marry, dkk. (1994). Laboratory Instrumentation Industrial Health and Safety Series. John Wiley & Sons, Canada.

Davis., Stout. (1971). Disc Plate Method Of Microbiological Antibiotic Essay. Journal Of Microbiology.

Harmita. Radji, Maksum. (2008). Buku Ajar Analisis Hayati Edisi 3. EGC, Jakarta.

Hasan, Zainal, A. E. (2010). Sehat dan Cantik dengan Propolis. IPB Press, Bogor.

Hegazi AG. (1998). Propolis an overview. J Bee In-Formed.

Hotnida CH siregar, dkk. (2011). Propolis, Madu Multikhasiat. Penebar Swadaya, Yogyakarta.

J.A.(2001). In vitro antimicrobial activity of propolis and Arnica montana against oral patoghens, Arch Oral Biol, 45.

Jawetz, et al. (2001). Mikrobiologi Kedokteran, edisi XXII, diterjemahkan oleh bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Salemba Medika, Jakarta.

Kumazawa S, Hamasaka T & Nakayama T. (2004). Antioxidant Activity of Propolis of Various Geoghrapic origin. Food Chemistry

Lingga, Lanny. (2012). The Healing Power of Antioxidant. Gramedia, Jakarta.

Manach, C., et al. (2004). Polyphenols ; Food Sources and bioavailability. Am. J. Clin. Nutr

Martinez, Blanca. (2006). Minyak Biji Anggur.

(http://www.brenntag.com/media/document/bsi/product_data_sheet/life_science/textron_natural_oils/grape_seed_oil_pds.pdf) diunduh pada 20 Mei 2019.

Rantika, S., Herawati, D. (2015). Perbandingan Parameter Standar dan Aktivitas Antibakteri Madu Manuka dan Madu Rahmi Dengan Metode Difusi Agar [Skripsi], Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung. Bandung.

Sabir, A. (2005). Aktivitas Antibakteri Flavonoid Propolis Trigono sp terhadap Bakteri Streptococcus mutans (in vitro). Majalah Kedokteran, Jakarta.

T. Cahyanto, T. Sujarwo, and R. I. Lestari. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica (L.) Less) Terhadap Propionibacterium Acnes Penyebab Jerawat. J. ISTEK, vol. 9, no. 1.

Yuliani, S.H. (2005). ‘Formulasi Gel Repelan Minyak Atsisi Tanaman Akar Wangi (Vetivera zizanoides (L.) Nogh): Optimasi Komposisi Carbopol 3% (b/v)-Propilenglikol’. Majalah Farmasi Indonesia, 16(4), 197-203.




Flag Counter