Perbandingan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Ampas Teh Hitam dan Teh Hijau (Camellia Sinensis (L.) Kuntze) dengan Metode DPPH Serta Penentuan Kadar Polifenol

Puspa Dewi Nurul Bayan, Puspa Dewi Nurul Bayan, Livia Syafnir

Abstract


Abstract. Tea pulp is traditionally used by ancient Indonesians as a treatment for the surface of the face, body or hair. In this study, antioxidant activity was tested using the DPPH free radical scavenging method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), and the determination of total polyphenol levels using the Follin-Ciocalteu method. This study aimed to compare the antioxidant activities of ethanol extracts from black tea and green tea pulp and determination the levels of polyphenol compounds in black tea and green tea pulp. The samples used were ethanol extracts of black tea and green tea pulp, where the simplicia of tea pulp was obtained from the results of brewing based on SNI standards. Then the simplicia of tea pulp was extracted using maceration method using 96% ethanol. The results showed that the highest antioxidant activity of each sample was in the ethanol extract of  black tea pulp with IC50 value of 1611.92 µg/mL and ethanol extract of green tea pulp  was 6094.29 µg/mL. The highest results of the determination of total polyphenol levels were shown by the sample of  green tea pulp ethanol extract of 46 % which was equivalent to 460 mg GAE/g sample, whereas black tea pulp ethanol extract sample was18.15 % which was equivalent to 181.5 mg GAE / g sample.

Keywords: Tea pulp (Camellia sinensis (L.) Kuntze), Follin-Ciocalteu, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl).

 

Abstrak. Ampas teh secara tradisional sering digunakan masyarakat Indonesia jaman dahulu sebagai perawatan baik pada permukaan kulit wajah, tubuh, atau rambut. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dan penetapan kadar polifenol total menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari ampas teh hitam dan teh hijau, serta menetapkan kandungan senyawa polifenol dalam ampas teh hitam dan teh hijau. Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanol ampas teh hitam dan teh hijau, dimana simplisia ampas teh diperoleh dari hasil penyeduhan berdasarkan standar SNI. Kemudian simplisia ampas teh diektraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi dari tiap sempel terdapat pada ekstrak etanol ampas teh hitam dengan nilai IC50 1611,92 µg/mL dan 6094,29 µg/mL untuk ekstrak etanol ampas teh hijau. Hasil penetapan kadar polifenol total tertinggi ditunjukan oleh sampel ekstrak etanol ampas teh hijau sebesar  46 % yang setara dengan 460 mg GAE/g sampel, sedangkan untuk sampel ekstrak etanol ampas teh hitam sebesar 18,15 % yang setara dengan 181,5 mg GAE/g sampel.

Kata Kunci: Ampas teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze), Follin-Ciocalteu, DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).


Keywords


Ampas teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze), Follin-Ciocalteu, DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).

Full Text:

PDF

References


Ananda, A.D.,2009. Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik organoleptik minuman fungsional the hijau (Camellia sinensis)rempah instan.[Skripsi]. Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anwar,dkk.2007. Persepsi Konsumsi dan Preferensi Minuman Berenergi. Jurnal Gizi dan Pangan.Bogor :IPB.

Backer, C.A., B.van.den. Brink. 1962. Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol. I. Wolters-Noordhoof N.V.P, Groningen.

Badan Standarisasi Nasional. (2016). SNI-01-1902-2016 Teh Hitam. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2016). SNI-01-3945-2016 Teh Hijau. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional

Cronquist, A.1981. An Integrated System Of Classification Of Flowering Plants. Columbia University Press, New York.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1989. Materia Medika Indonesia, Jilid V. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

De Wahiley, C.V.; Rankin, S.M.; Hoult, I.R.S.; Jessop, W.; leake, D.S.1990. Flavonoid inhibit the oxidative modification of low density lipoprotein by macrophages, Biochem Pharmacol.

Haci, I.A.E, et.al.2009. In Vitro Antioxidant Activity and Total Phenolic Content in Methanol Crude Extract From The Algerian Medical Plant Limoniastrum feei. Scientific Study and Research.

Herwin, Premeita, Z.A., Nuryanti, S., 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Dan Ampas Teh Hijau (Camellia Sinensis L.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium Acne dan Staphylococcus epidermidis ) Secara Difusi Agar. As-Syifaa Volume 10. Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, Makassar.

Hudson.1990. The mechanism of antioxidant action in vitro, Food Antioxidant; Eisevier Applied Science, London-New York

Kinseta, I.E. ; Frankel, E.; German, B.; Kanner, 1.1994. Possible mechanism for the protective role antioxidant in wine and plarit food, -7 F~ Technol, Vol. 4. No. 5

Kosasih, E.N., Setiabudhi, T., Heryanto, H., 2004. Peranan Antioksidan Pada Lanjut Usia. Jakarta: Pusat Kajian Nasional Masalah Lanjut Usia.

Lung, J. K.S., dan Destiani, D.P.,2017.Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A C E dengan metode DPPH. Suplemen Volume 15.

Nurjanah, Efrata, B.A., Fransiskayana, A., Rahmawati, M., Nurhayati, T.,2018. Senyawa Bioaktif Rumput Laut Dan Ampas Teh Sebagai Antibakteri Dalam Formula Masker Wajah. JPHPI Volume 21. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rohdiana, Dadan.2001. Aktivitas Pengangkapan Radikal Polifenol Dalam Daun Teh.Majalah Farmasi Indonesia Vol. 1. Bandung: Pusat Peneliti Teh dan Kina Gambung.

Rohdiana, Dadan.2015. Teh : Proses, Karakteristik & Komponen Fungsionalnya. Food Review Indonesia Vol. X/ No.8. Bandung: Pusat Peneliti Teh dan Kina Gambung.

Saqifah, N., Purbowati, E., Rianto, E.2010. Pengaruh Ampas Teh dalam Pakan Konsentrat terhadap Konsentrasi VFA dan NH3 Cairan Rumen untuk Mendukung Pertumbuhan Sapi Peranakan Ongole. Paper presnted at the Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Soetjipto, H., Martono, Y., dan Setiawan, T.H.,2012. Potensi Pemanfaatan Ekstrak Ampas Teh Hijau Fraksi Etil Asetat Sebagai Agensia Antibakteri. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia IV.

Towaha, Juniaty, dan Balittri. (2013). Kandungan Senyawa Kimia pada Daun Teh (Camellia sinensis).Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 19 Nomor 3.

Widyaningrum, N.,(2013). Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) Pada Daun Teh Hijau Sebagai Anti Jerawat. Majalah Farmasi dan Farmakologi, Vol. 17, No.3

Winarsi,H.(2014).Antioksidan Daun Kapulaga Dan Aplikasinya Dibidang Kesehatan. Yogyakarta: Graha ilmu




Flag Counter