Perbandingan Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dua Jenis Kulit Buah Naga (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose., dan Hylocereus costaricensis (F. A. C. Weber.) Britton & Rose) dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

Aliyatun Nurul Hasanah, Yani Lukmayani, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract. Dragon fruit is known to contain compounds that are efficacious as anticancer drugs. In general, there are four types of dragon fruit: two types of red dragon fruit (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose.) and super red dragon fruit (Hylocereus costaricensis (F. A. C. Weber) Britton & Rose.), therefore traditional medicines from plants are used as other alternatives in medicine, one of which is dragon fruit. This research was aimed to study the cytotoxic activity of red dragon fruit and super red dragon fruit peel extracts based on LC50 value using BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. Effects of red and super red dragon fruit peel extract toward mortality rate of Artemia franciscana Kellogg larvae was analyzed using Probit Analysis. Results showed LC50 values of red dragon fruit peel extract and super red dragon fruit was 130.50 ppm and 108.79 ppm respectively, which included in a weak cytotoxic level. It was concluded that super red dragon fruit peel extract had better cytotoxic activity than red dragon fruit peel extract.

Keywords: Dragon fruit peel, Cytotoxic, Shrimp larvae Artemia franciscana Kellogg., BSLT.

Abstrak. Buah naga diketahui memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai obat kanker. Pada umumnya buah naga terdiri dari 4 jenis, dua diantaranya yaitu buah naga merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose.) dan buah naga super merah (Hylocereus costaricensis (F. A. C. Weber) Britton & Rose.). Oleh sebab itu obat tradisional dari tumbuhan digunakan sebagai alternatif lain dalam pengobatan, salah satunya yaitu buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sitotoksik dari dua jenis kulit buah naga dengan Metode BSLT, serta mengetahui aktivitas sitotoksik terbaik berdasarkan nilai LC50 dari dua jenis kulit buah naga. Ekstrak kulit buah naga merah dan super merah diuji pengaruhnya terhadap tingkat kematian larva Artemia franciscana Kellogg., menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose.) dan buah naga super merah (Hylocereus costaricensis (F. A. C. Weber) Britton & Rose) memiliki nilai LC50 berturut-turut sebesar 130,50 ppm dan 108,79 ppm dan nilai tersebut masuk dalam tingkatan sitotoksik lemah. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga super merah memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih baik daripada ekstrak kulit buah naga merah.  

Kata Kunci: Kulit buah naga, Sitotoksik, larva udang Artemia franciscana Kellogg., BSLT.


Keywords


Kulit buah naga, Sitotoksik, larva udang Artemia franciscana Kellogg., BSLT

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Alwan, A., Maclean, D.R., Riley L.M., et al. (2010) Monitoring and surveillance of chronic non-communicable diseases: Progress and capacity in high-burden countries. Lancet.

Castroa, A. J. A., Villarreal, M. L., Olivod, L. A. S., Sancheze, M. G.m Dominguezf, F., Carrancab, A. G. 2010. Mexican medicinal plants used for cancer treatment: Pharmacological, phytochemical and ethnobotanical studies. Journal of Ethnopharmacology 133 (2011) 945-972.

Departemen Kesehatan RI. 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Depkes RI : Jakarta.

Departemen Kesehatan RI.1986. Sediaan Galenik. Depkes RI : Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Departemen Kesehatan RI : Jakarta. Hal.2,9-12

Djarwis, D. 2004. Teknik Penelitian Kimia Organik Bahan Alam. Universitas Andalas, Sumatera Barat

Farikha, I. N. (2013). Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Bahan Penstabil Alami Terhadap Karakteristik Fisikomia Sari Buah Naga Merah (Hyclocereus polyrhizus) Selama Penyimpanan. Jurnal Teknosains Pangan. Surakarta: Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.

Francis, G. ; Kerem, Z. ; Makkar, H. P. S. ; Becker, K., 2002. The biological action of saponins in animal systems: a review. Br. J. Nutr., 88: 587-605

GLOBOCAN (Global Burden Cancer) 2018: Estimated Cancer Insidence, Mortality and Prevalence Worldwide in 2018. International Agency for Research on Cancer. [Online]. Tersedia : http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/cancers/39-All-cancers-fact-sheet.pdf

Halim Danny; Murti Harry; Sandra Ferry; Boediono Arief; Djuwantono Tono; Setiawan Boenjamin. Stem cell – Dasar Teori & Aplikasi Klinis. Penerbit Erlangga. 2010.

Hardjadinata, Ir. Sinatra. 2010. Budi Daya Buah Naga Super Red Secara Organik. Depok : Penebar Swadaya Grup. h.19-25

Hartati, W. M. S., Sofia M., Bolhuis R. L. H., Nooter K., Oostrum R. G., Boersma A. W. M., dan Subagus W. (2003). Sitotoksik Rimpang Temu Mangga (Curcuma Mangga Val. & V. Zijp.) dan Kunir Putih (Curcuma Zedoaria I.) terhadap Beberapa Sel Kanker Manusia (In Vitro) dengan Metode SRB. Berkala Ilmu Kedokteran. Vol. 35, No. 4: 197-201.

Ibrahim S, dan Wahid S (2010). Immunotheraphy on Breast Cancer: The update. The Indonesian Journal of Medical Science, Vol.2, No.1, 54-60.

Innocent E, Joseph CC, Gikonyo NK, Nkunya MHH, Hassanali A. 2008b. Growth disruption activities of polar extracts from Kotschya uguenesis (Fabaceae) against Anopheles gambiae s.s. larvae. Int. J. Trop. Ins. Sci., 28: 269

Lisdawati V. and L.B.S. Kardono. 2006. Antioxidant activity of various extract fractions of Phaleriamacrocarpa (Scheff.) Boerl .fruit and mesocarp. MEDIA Litbang Kesehatan16(4): 1-7.

Mangan, Y. (2003). Cara Bijak Menaklukan Kanker: Sehat dengan Ramuan Tradisional, Agro Media Pustaka, Depok. H:11-12.

Maulida R. and Guntarti A., 2015, Pengaruh UkuranPsrtikel Beras Hitam (Oryza Sativa L.) Terhadap Rendemen Ekstrak dan Kandungan Total Antosianin, Pharmaciana, 5, 205.

Meyer, B. N., Ferrigni, N. R., Putnam, J.E., Jacobson, L. B., Nichols, D. E., and McLaughlin, J. L. 1982. Brine shrimp: a convenient general bioassay for active plant constituents. Planta Medica, 45:31-34.

Poeloengan, Masniari. Dkk. 2007. Uji Daya Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Bungur (Largerstoremia speciosa Pers) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara In Vitro. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: 780.

Siregar, C. J. P dan Amalia, L., 2004, Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapannya, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta. h:336

Sudjadi. 1988. Metode Pemisahan. Yogyakarta: Konsius

Thao NTP, et. al. 2010. Triterpenoids from Camellia japonica and their cytotoxic activity. Chem Pharm Bull.

Voight R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi V. Diterjemahkan oleh Noerono, S. UGM Press; 1995.

Wiersema, John H. Dan Blanca Leon. 2016. World Economic Plants. CRC Press. New York. h:358




Flag Counter