Formulasi Patch Transdermal Natrium Diklofenak Tipe Matriks dengan Kombinasi Polimer HPMC dan Kitosan Serta Peningkat Penetrasi Transcutol

Syahron Auliya, Sani Ega Priani, Eka Darma

Abstract


Abstract. Osteoarthritis is a joint disorder that can cause painful sensations. One therapy for osteoarthritis is using analgesics. Diclofenac sodium is a NSAID that works to inhibit prostaglandin formation. In the use of the oral route, diclofenac sodium undergoes the first-pass effect of 50% and is bound to plasma protein by 99%. Diclofenac sodium has a short half-life (2 hours) which causes a high frequency of oral route use, so reducing patient compliance and high frequency of use will cause stomach damage. To overcome this problem, delivering drugs through patches can be used as an alternative. The purpose of this study was to observe patch characteristics, drug release rate, and drug release kinetics from the five formulas and then determine the optimum formula. The transdermal diclofenac sodium patch made is a matrix type, which is made in 5 different formulations based on variations of the combination of HPMC:Chitosan. Patches are made by a solvent casting method, where the ingredients are dissolved in suitable solvents, mixed, dried and characterized. Results for the five formulas showed good characteristics in terms of organoleptic, thickness, weight, moisture content, moisture uptake, folding endurance, and drug content. The optimum formula is determined by observing the highest flux value, the first formula is the optimum formula with a flux value of 17.138 μg/cm².hours are significantly different from the other formulas with p<0,05 and following the orde 0 kinetics release model.

Keywords: Transdermal patch, Diclofenac sodium, Osteoarthritis, Chitosan, HPMC, Glycerin, Transcutol.

Abstrak. Osteoartritis merupakan kelainan sendi yang dapat menimbulkan sensasi nyeri. Salah satu terapi untuk osteoartritis yaitu menggunakan analgetika. Natrium diklofenak termasuk NSAID yang bekerja menghambat pembentukan prostaglandin. Pada penggunaan rute oral, natrium diklofenak mengalami first pass effect sebesar 50% dan terikat protein plasma sebesar 99%. Natrium diklofenak memiliki waktu paruh pendek (2 jam) yang menyebabkan frekuensi penggunaan rute oral tinggi, sehingga menurunkan kepatuhan pasien serta frekuensi penggunaan yang tinggi akan menyebabkan kerusakan lambung. Untuk mengatasi hal tersebut, penghantaran obat melalui patch dapat dijadikan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati karakteristik patch, laju pelepasan obat, dan kinetika pelepasan obat dari kelima formula kemudian ditentukan formula optimumnya. Patch transdermal natrium diklofenak yang dibuat adalah tipe matriks yang dibuat dalam 5 formulasi berbeda berdasarkan variasi kombinasi polimer HPMC:Kitosan. Patch dibuat dengan metode penguapan pelarut, dimana bahan dilarutkan dalam pelarut yang sesuai, dicampurkan, dikeringkan, dan dikarakterisasi.  Hasil pengujian untuk kelima formula menunjukkan karakteristik yang baik dalam hal organoleptik, ketebalan, bobot, kandungan lembab ,daya serap lembab, ketahanan lipat, serta kandungan obat. Formula optimum ditentukan dengan mengamati nilai fluks tertinggi, dimana formula 1 merupakan formula optimum dengan nilai fluks 17,138 μg/cm².Jam yang berbeda bermakna dengan keempat formula lainnya dengan p<0,05 serta mengikuti model pelepasan orde 0.

Kata Kunci: Patch transdermal, Natrium diklofenak, Osteoartritis, Kitosan, HPMC, Gliserin, Transcutol.

Keywords


Transdermal patch, Diclofenac sodium, Osteoarthritis, Chitosan, HPMC, Glycerin, Transcutol.

Full Text:

PDF

References


Agoes, G. (2008). Sistem Penghantaran Obat Pelepasan Terkendali. Bandung: ITB Press. Hlm. 33, 93.

Alexander, A., Dwivedi, S., Giri, T.K., Saraf, S., dan Tripathi, D.K. (2012). Approaches for breaking the barriers of drug permeation through transdermal drug delivery. Journal of Controlled Release, 164: 26-40.

Fadhilah, R.N. (2016). Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Osteoarthritis. Skripsi Sarjana Farmasi. Universitas Airlangga. Hlm. 13-26.

Izhar, A.S., John, P. (2012). Buccal Mucoadhesive Based Drug Delivery Devices. World Journal of Pharmaseutical Research Vol 1(3). P. 548-575.

Kandavilli, S., Nair, V., dan Panchagnula, R. (2002). Polimer in Transdermal Drug Delivery System. Pharmaseutical Technology Education and Research.

Nalfriadi dan Rianto Setiabudy (Ed). (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi kelima. Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran UI. Jakarta: Gaya Baru. Hlm. 240.

Ningsi, S., Putrianti, N. dan Wahyuni, D. (2015). Formulasi, Karakterisasi dan Uji Penetrasi In-Vitro Patch Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) Sebagai Sediaan Anti Selulit. Jurnal Farmasi, FIK UINAM Vol 2(3).

Patel, H., Patel, U., Bhimani, B., Daslaniya, D., dan Patel, G. (2012). Transdermal Drug Delivery System As Prominent Dosage Forms for the Highly Lipophilic Drugs. Review Article International Journal of Pharmaceutical Bio-Science 1(3): 42–65.

Rowe, R.C., Sheskey, P.J. dan Quinn, M.E. (2009). Handbook of Pharmaseutical Exipient. Edisi keenam. London: Pharmaseutical Press and American Pharmacist Assosiation.

Sari, E.N. (2017). Optimasi Formula Gingival Mucoadhesive Patch Ekstrak Etil Asetat Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Kombinasi Polimer Kitosan dan PVP K-30 Menggunakan Desain Faktorial. Skripsi Sarjana Farmasi. Universitas Sriwijaya. Hlm. 46-47.

Sharma, G.K., P.K. Sharma dan Mayank, B. (2012). Oral Mucoadhesive Drug Delivery System: A Review. Pharma Science Monitor An Int J Pharm Sci. Vol. 3: Hlm. 32.

Sinko, P.J. (2011). Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaseutical Science (6th ed.). Cina: Lippicont Williams & Wilkins. Hlm. 355, 469.

Sutriyo, J.D., Rosari, I. (2005). Perbandingan Pelepasan Propanolol Hidroklorida dari Matriks Kitosan, Etil Selulosa (EC), dan Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Majalah Ilmu Kefarmasian vol 2(3): 145-153.

Soeroso, J., Isbagio, H., Kalim, H., Broto, R., Pramudiyo, R. (2009). Osteoartritis, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi pertama. Internal Publishing. Jakarta. Hlm. 2539-2549.

Sofat, N., Robertson, S.D., Hermansson, M., Jones, J., Mitchell, P., Wait, R. (2012). Tenascin-C Fragments are Endogenous Inducers of Cartilage Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sweetman, S.C. (Ed.) (2009). Martindale: the complete drug reference. Edisi ke-36. Great Britain: The Pharmaceutical Press. Hal. 44-46.

Togatrop, B. (2018). Pengaruh Variasi Campuran Polimer Dengan Enhancer Asam Oleat Terhadap Pelepasan Nifedipin Dari Matriks Patch Transdermal Secara In Vitro dan In Vivo. Tesis Magister Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Hlm. 46-47.

Watkinson, A.C. (2012). Transdermal and Topical Drug Delivery: Principles and Practice. Hlm. 357-366.

WHO (1997). The World Health Report 1997: Conquering Suffering, Enriching Humanity. World Health Organization. Geneva: World Health Generation.




Flag Counter