Optimasi Pembuatan Carik Deteksi Methanil Yellow dengan Matriks Membran Selulosa Asetat

Billy Danibrodus Sendra, Anggi Arumsari, Diar Herawati Effendi

Abstract


Abstract. Methanil yellow is a prohibited food additive in food product, so there should be a tool that can detect methanil yellow in food products. This research aims to make accurate, sensitive, selective and stable methanil yellow strip detector. This strip detector was made from cellulose Acetate Membrane that was impregnated by HCl 1 N reagent using plastic map plate. After those process the strips detector packed using plastic laminated alumunium foil. The strip was than being tested to detect methanil yellow content in the tofu sample and a life time test was conducted on the strips for 30 days. The standard lowest detection limit of the strips also being was 6 ppm. The life time test in alumunium foil laminated plastic packaging material showed that the strip detector were stable until day of 24 days.

Keyword: Methanil yellow, Cellulose Acetate Membran, Strip test, Alumunium foil

 

Abstrak. Methanil yellow merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang penggunaannya dalam suatu produk makanan sehingga perlu adanya alat yang dapat mendeteksi methanil yellow dalam produk makanan. Penelitian ini bertujuan membuat alat carik deteksi yang akurat, sensitif, selektif dan stabil dalam mendeteksi methanil yellow. Alat carik deteksi ini dibuat dari matriks Membran Selulosa Asetat yang diimpregnasi dengan pereaksi HCl 1 N 10 ml, serta menggunakan map plastik sebagai penyangga alat carik uji. Setelah itu alat carik uji dikemas menggunakan bahan alumunium foil laminasi plastik. Alat carik ini diujikan untuk mendeteksi kandungan methanil yellow dalam sampel tahu dan dilakukan uji lifetime pada alat carik selama 30 hari. Batas deteksi terendah alat yang didapat sebesar 6 ppm. Uji lifetime dalam kemasan alumunium foil laminasi plastik menunjukan bahwa alat uji carik stabil hingga hari ke-24.

Kata Kunci: Methanil yellow, Membran selulosa setat, Uji Carik, Alumunium foil

Keywords


Methanil yellow, Membran selulosa setat, Uji Carik, Alumunium foil

Full Text:

PDF

References


Dirjen POM. 2014. Farmakope Indonesia edisi V. Depkes RI, Jakarta.

Desiyarni. 2006. Perancangan Proses Pembuatan Selulosa Asetat dari Selulosa Mikrobial untuk Membran Ultrafiltrasi [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Gupta, S., Sundarrajan, M., dan Rao, K.V.K., 2003, Tumor Promotion By Metanil Yellow and Malachite Green During Rat Hepatocarcinogenesis is Associated with Dysregulated Expression of Cell Cycle Regulatory Proteins, Teratogenesis, carcinogenesis, and Mutagenic, 01:301-312, Cancer Research Institude, India.

Marliana,H. (2008). Optimasi Pereaksi Schreyver Menjadi Kertas Indikator untuk Identifikasi Formalin dalam Sampel. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia. Depok.

Nurkanti, Mia. (2009). “Skripsi: Analisis secara Biokimia Methanyl Yellow Pada Tahu yang beredar di Pasar Tradisional Kodya Bandung”. Universitas Pasundan. Bandung.

Safni, Sari, F. Maizatisna, dan Zulfarman, 2009, Degradasi Zat Warna Methanil Yellow Secara Sonolisis dan Fotolisis dengan Penambahan TiO2 Anatase, J. Sains Material Indonesia, 11(1) :47 – 51.

Syah,dkk., 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.

Vasantha laxmi maddhini, Hima bindu vurimindi, Anjaneyulu yerramilli., Degradation of azo dye with horse radishperoxidase (HRP)., J. Indian Inst., Sept-Oct 2006., 86., 507-514.




Flag Counter