Survei Gambaran Swamedikasi Batuk pada Balita di Wilayah Kelurahan Lebakgede Kecamatan Coblong Kota Bandung

Pertiwi Pertiwi Pertiwi, Suwendar Suwendar, Umi Yuniarni

Abstract


Abstract: Dosing guidelines of over the counter cough medicines for toddlers is determined based on adult doses without considering its feasibility on children. On toddlers, OTC cough medicines usage in the last few years has been monitored due to overdoses, and side effects that appeared. The high prevalence of cough can be allowed  medicines usage is not suitable. The study aimed to know the description of self-medication on toddlers, handling of non-pharmacology, the suitability of cough medicines usage in pharmacologically and the side effects during cough self-medication. This non-experimental research is descriptive. Data are collected retrospectively using a questionnaire. The results show that the majority information source of self-medication came from family or friends (47,87%) and the reason for self-medication is the symptoms of children disease are still mild (43.61%). The majority of non-pharmacological treatments are using liniment (26.60%), the average frequency of medicines usage is based on the age of child that is accordance (56,38%), medicines usage of pharmacologically that is accordance with the type of cough (71,28%), the class of medicines used is OTC (70,21%), cough medicines usage is using a measuring spoon (88,30%), the average of medicines usage is more than 3 days (68.09%), and the most side effects experienced by children are sleepy (71.27%).

Keywords: Self-medication, cough, toddlers.

 

Abstrak: Pedoman dosis untuk penggunaan obat batuk over the counter pada anak-anak ditetapkan berdasarkan dosis dewasa tanpa diuji kelayakannya terhadap anak-anak. Pada balita penggunaan obat batuk OTC beberapa tahun terakhir mendapatkan pengawasan akibat kelebihan dosis dan efek samping yang muncul. Tingginya prevalensi batuk memungkinkan terjadinya penggunaan obat yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran swamedikasi pada balita, penanganan non-farmakologi, kesesuaian penggunaan obat batuk secara farmakologi, dan efek samping yang terjadi selama swamedikasi batuk. Penelitian non-eksperimental ini bersifat deskriptif. Data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan mayoritas sumber informasi swamedikasi berasal dari keluarga atau teman (47,87%) dan alasan terbanyak melakukan swamedikasi adalah gejala penyakit anak masih ringan (43,61%). Pada penanganan non-farmakologi mayoritas adalah menggunakan obat gosok (26,60%), rata-rata frekuensi pemakaian obat batuk berdasarkan usia anak yang sesuai dengan aturan pakai (56,38%), penggunaan obat batuk secara farmakologi yang sesuai dengan jenis batuk (71,28%), golongan obat yang digunakan merupakan OTC (70,21%), penggunaan obat batuk menggunakan sendok takar (88,30%), rata-rata penggunaan obat batuk lebih dari 3 hari (68,09%) dan efek samping terbanyak yang dialami anak adalah mengantuk (71,27%).

Kata kunci: Swamedikasi, batuk, balita.


Keywords


Swamedikasi, batuk, balita.

Full Text:

PDF

References


American Society of Health-System Pharmacists. (2011). ASHSP Drug Information, American Society of Health System Pharmacist, Bethesda.

Badan POM RI. (2014). Info POM Vol. 15. No. 1 Topik Sajian Utama: Menuju Swamedikasi yang Aman, BPOM RI, Jakarta.

Calamusa, A., et al. (2011). ‘factors that Influence Italian Consumers Understanding of Over The Counter Medicine and Risk Perception’ Education and Conseling, Vol. 87, No. 3.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007), Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2008). Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Jakarta.

Desai, Archana dan Marry. L. (2007). Drug Delivery Systems In Pharmaceutical Care, American Society of Health-System Pharmacist In, United States.

Guyton, A.C., dan Hall, J.E. (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11, EGC, Jakarta.

Ikawati, Zullies. (2011). Farmakoterapi Penyakit Sistem Saraf Pusat, Bursa Ilmu, Yogyakarta.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (1993). Permenkes Nomor 919/Menkes/Per/X/1993 tentang Kriteria Obat yang Dapat Diserahkan Tanpa Resep, Depkes RI, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2004). Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Depkes RI, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.

Lacy, C.F., Amstrong, L.L., Goldman, M.P., dan Lance, L.L. (2009). Drug Information Handbook, 17th Edition, Lexi-Comp for the American Pharmacists Association, USA.

Nathan, Alan. (2010). Non Prescription Medicines, Fourth Edition, Pharmaceutical Press, London.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Notoadmodjo, Soekidjo. (2018). Metodelogi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Novitasari, Diana. (2010). Evaluasi Ketersediaan dan Perilaku Penggunaan Sendok Takar Sediaan Cair Oral pada Pengunjung Apotek Pelengkap Kimia Farma, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta [Skripsi], Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Pappas, D.E., Owen, H. (2011). ‘The Common Cold and Decongestant Therapy Pediactrics’, Pediatrics in Review, Vol. 32, No. 2, Hlm. 50.

Paul, I.M., Jessica ,S.B., Tonya, S.K., Edelveis, R.C., Julie, V., Cheston, M.B. (2010). ‘Vapor Rub, petrolatum and No Treatment for Children With Nocturnal Cough and Cold Symptoms’, Pediatric and Public Health Sciences, Vol. 126, No. 6.

Remington. (2006). The Science and Practice of Pharmacy, Lipincot and Wilkins, USA.

Rikomah, S.E. (2016). Farmasi Klinik, Edisi I, Deepublish, Yogyakarta.

Sari, Ika Puspita. (2004). Penelitian Farmasi Komunitas dan Klinik, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sharfstein, J.M., Marisa, N., dan Janet, R.S. (2007). ‘Over The Counter But No Longer Under The Radar-Pediatric Cough and Cold Medications’, The New England Journal of Medicine, Hlm. 2322

Soedibyo, S., Arie, Y., dan Wardhana. (2013). ‘Profil Penggunaan Obat Batuk-Pilek Bebas pada Pasien Anak di bawah Umur 6 tahun’, Sari Pediatri, Vol. 14, No. 6, Hlm. 399-401.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Sweetman, S.C. (2009). Martindale The Complete Drug Reference, 39th Edition, Pharmaceutical Press, New York.

Tietze, K.J. (2004). Handbook of Nonprescription Drug: An Interactive Approach to Self Care, 14th Edition, Apha, Washington DC.

Tjay, Tan Hoan dan Kirana Raharja. (2008). Obat-Obat Penting dan Khasiatnya, Edisi VI, Gramedia, Jakarta.

United States Food and Drug Administration. (2008). ‘Using Over The Counter Cough and Cold Products in Children Silver Spring’Article,(https://www.fda.gov/forconsumers/consumerupdates/ucm048682) diunduh pada 2 Januari 2019.




Flag Counter