Perbandingan Aktivitas Tabir Surya dan Penentuan Kadar Polifenol Ekstrak Etanol Teh Hijau Dan Teh Hitam (Camellia sinensis L. Kuntze)

Roja Putri Sholihah, Leni Purwanti, Reza Abdul Kodir

Abstract


Abstract: Sunscreen is a subtance whose formula contains active compounds that can absorbs and refleks sun energy that effect human skin. Research consequently emerged on the activity of sunscreen (SPF). This research will determine the activity of green tea and black tea. Based on the research the problems in this study can be formulated as follows: Are there differences in sunscreen between green tea and black tea? Are there differences levels of polyphenol between green tea and black tea. The data collection technique based on the experiment in the laboratory. In this study the  extract diluted then the absorbance has been calculated using a spectrophotometer result has been input into the SPF formula. To determine the level of pholiphenol extract obtained the extract diluted with methanol and the absorbance measured at the maximum wavelenght of gallic acid. The pholiphenol level was calculated using a liniar regresion equation obtained from the gallic acid calibration curve. The result of this study are:  There are differences in sunscreen activity between green tea and black tea where the SPF value is better in green tea, green tea has higher level of pholiphenols comparing to black tea.

Keyword : Tea, Sunscreen Activity, Level Of Pholyphenol

 

Abstrak: Tabir surya ialah substansi yang formulanya mengandung senyawa aktif yang dapat menyerap dan memantulkan energi cahaya matahari yang mengenai kulit manusia. Sehingga muncul penelitian tentang aktivitas tabir surya (SPF). pada penelitian saya menentukan aktivitas dari teh hijau dan  teh hitam. Berdasarkan penelitian tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut:  apakah ada perbedaan aktivitas tabir surya antara teh hijau dan teh hitam?  apakah ada perbedaan kadar polifenol antara teh hijau dan teh hitam?. Teknik pengumpulan data ialah dengan melakukan praktek di laboratorium. Metode penelitian ini ialah ekstrak yang di dapat di encerkan kemudian dihitung absorbansinya menggunakan spektrofotometer lalu di masukkan ke dalam rumus. Dan untuk penentuan kadar polifenol ekstrak yang di dapat di encerkan dengan menggunakan metanol lalu di ukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimum asam galat, kemudian dihitung kadar polifenolnya menggunakan persamaan regresi linier yang di dapatkan dari kurva kalibrasi asam galat. Hasil dari penelitian ini adalah:  adanya perbedaan aktivitas tabir surya antara teh hijau dan teh hitam dimana nilai SPFnya lebih baik pada teh hijau.  Adanya perbedaan kadar polifenol antara teh hijau dan teh hitam dimana kadar polifenol terbesar ada pada teh hijau.

Kata Kunci: Teh, Aktivitas Tabir Surya, Kadar Polifenol

Keywords


Teh, Aktivitas Tabir Surya, Kadar Polifenol Tea, Sunscreen Activity, Level Of Pholyphenol

Full Text:

PDF

References


Ajisaka. 2012. Teh Dahsyat dan Khasiatnya. Penerbit Stomata. Surabaya

Draelos, Z. D., dan Lauren A. Thaman, 2006, Cosmetic Formulation of Skin Care Product, 362, Taylor and Francis Group, New York

Mbanga L., Mpiana P.T., Mbala M., Ilinga L., Ngoy B., Mvingu K. and Mulenga M., 2015. Comparative in vitro Sun Protection Factor ( SPF ) values of some herbal extracts found in Kinshasa by Ultraviolet Spectrophotometry, International Journal of Advanced Research in Chemical Science

Rostamailis, 2005, Perawatan Badan, Kulit dan Rambut, 120-121, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Shahidi,F. and Naczk, M., 1995. Food Phenolic. Technomic Pub.Co. Inc, Lancester-Basela

Tranggono, R. I., Latifah, F., 2007, Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Widyaningrum N. 2013. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) pada daun teh hijau sebagai anti jerawat. Majalah Farmasi dan Farmakolog




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.17074

Flag Counter    Â