Pengujian Potensi Antioksidan Ekstrak Sabut dan Ampas Daging Buah Kelapa (Cocos nucifera L.) Serta Perbandingannya Terhadap Virgin Coconut Oil Menggunakan Metode DPPH

Jannah Ummahatul Jauziyah, Leni Purwanti, Livia Syafnir

Abstract


Abstract: Waste is one of the most important problems in this modern era. Waste that is not managed properly can pollute the environment. This research aimed to assess antioxidant potential in coir and coconut pulp extracts and their comparison to Virgin Coconut Oil (VCO). Coir and coconut pulp were extracted with maceration method with 70% ethanol for solvent. Secondly, the obtained extracts were monitored using thin layer chromatography (KLT) with mobile phase n-hexane:methanol (1:1) for coir and n-hexane:methanol (1:9) for coconut pulp extract. Assessment of antioxidant potential were done using DPPH method by considering IC50   value. Concentration test used for both extracts are  20, 40, 60, 80, and 100 ppm. Both extracts are compared to VCO with VCO’s concentration test is 2, 4, 6, 8, and 10 ppm. Assessment of antioxidant potential shows IC50 value for coir extract: 63,95 ppm and coconut pulp extract: 95,44 ppm. The IC50 value shows that both extracts have potential as antioxidants and are included in potent antioxidants categories. IC50 value for VCO and Vitamin C’s comparison are 22,01 ppm and 17,19 ppm. Comparison of antioxidant potential of coir is three times smaller than VCO and for coconut pulp, it is four times smaller than VCO.

Keywords: Coconut coir, Coconut pulp, Antioxidant, DPPH.

 

Abstrak: Limbah merupakan salah satu masalah penting pada zaman modern ini. Limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi antioksidan ekstrak sabut dan ampas daging buah kelapa serta perbandingannya terhadap Virgin Coconut Oil (VCO). Sabut dan ampas daging buah kelapa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kedua ekstrak yang didapat dilakukan pemantauan ekstrak menggunakan KLT dengan fase gerak n-heksana:metanol (1:1) untuk ekstrak sabut dan n-heksana:metanol (1:9) untuk ekstrak ampas daging buah kelapa. Pengujian potensi antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan melihat nilai IC50. Konsentrasi uji yang digunakan untuk kedua ekstrak adalah 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Kedua ekstrak dibandingkan terhadap VCO dengan konsentrasi uji VCO adalah 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Pengujian potensi antioksidan menunjukkan nilai IC50 untuk ekstrak sabut sebesar 63,95 ppm dan ekstrak ampas daging buah kelapa sebesar 95,44 ppm. Nilai IC50 tersebut memperlihatkan kedua ekstrak memiliki potensi sebagai antioksidan dan termasuk dalam rentang antioksidan kuat. Nilai IC50 untuk pembanding VCO dan Vitamin C secara berturut-turut 22,01 ppm dan 17,19 ppm. Perbandingan potensi antioksidan ekstrak sabut kelapa tiga kali lebih kecil dibandingkan VCO dan untuk ekstrak ampas daging buah kelapa empat kali lebih kecil dibandingkan VCO.

Kata kunci: Sabut kelapa, Ampas daging buah kelapa, Antioksidan, DPPH.


Keywords


Sabut kelapa, Ampas daging buah kelapa, Antioksidan, DPPH.

Full Text:

PDF

References


Dalimunthe, A., Nainggolan, M. (2006). Pengujian Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera Linn) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Jurnal Komunikasi Penelitian, Volume 18 (3).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia Jilid IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Desmiaty, Y.; Ratih H.; Dewi M.A.; Agustin R. (2008). Penentuan Jumlah Tanin Total pada Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) dan Daun Sambang Darah (Excoecaria bicolor Hassk.) Secara Kolorimetri dengan Pereaksi Biru Prusia. Journal Ortocarpus, Vol. 8.

Kurniati, Yessy. (2010). Kajian Penambahan Sari Ubi Jalar Sebagai Sumber Prebiotik Pada Susu Kelapa yang Difermentasi Oleh Lactobacillus casei FNCC 0090 [Tesis]. Lampung: Universitas Lampung

Lima, E.B.C., et al. (2015). Cocos nucifera (L.) (Arecaceae): A phytochemical and pharmacological review. Brazilian Journal of Medical and Biological Research, 48(11).

Sari, J.F. (2011). Penerapan Metode Kromatografi Lapisan Tipis (KLT) Untuk Membedakan Curcuma domestica Val., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Curcuma zedoaria Rosc., Curcuma mangga Val. & van Zijp., Curcuma aeroginosa Roxb. Dalam Campuran [Skripsi]. Surabaya: Universitas Airlangga.

Sayuti, K dan Yenrina, R. (2015). Antioksidan, Alami dan Sintetik. Padang: Andalas University Press.

Sunarsih, L.E. (2018). Penanggulangan Limbah. Halaman: 3-4. Yogyakarta: Deepublish.

Widiyanti, R.A. (2015). Pemanfaatan Kelapa Menjadi VCO (Virgin Coconut Oil) Sebagai Antibiotik Kesehatan Dalam Upaya Mendukung Visi Indonesia Sehat 2015. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Winarsi, Hery. (2007). Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.

Yuniwarti, E.Y.W., et al. (2018). Aktivitas Antioksidan Berbagai Minyak Edible Menggunakan Metode DPPH. Semarang: Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro.




Flag Counter