Uji Potensi Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Biji Kenari (Canarium Indicum L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)

Alika Aprillia Said, Kiki Mulkiya, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract: Canarium is a native plant of Indonesia which are widely grown in eastern Indonesia, such as Sulawesi and Maluku. Canarium seeds have many benefits, but their cytotoxic potential is unknown. So the purpose of this study was to examine the cytotoxic activity of extracts and fractions of canarium seeds using the BSLT method (Brine Shrimp Lethality Test). Canarium seeds were extracted using 95% maceration method and then fractionated by liquid-liquid extraction method. The concentration of ethanol extract and fractions of canarium seeds used for cytotoxic testing were 100, 150, 300, 450, 600, 750, 900 and 1000 μg/ml. The results showed that ethanol extract of canarium seeds (Canarium indicum L.) had an LC50 value of 706.32 μg/ml and in the water fraction of 659.47 μg/ml. Whereas in testing the n-hexane fraction and ethyl acetate fraction from each tested concentration showed that there was no cytotoxic activity. Therefore, because the LC50 value of canarium seed extract < 1000 μg/ml, it can be concluded that the extract and water fraction from canarium seeds have the potential to have cytotoxic activity.

Keywords: Canarium seeds, cytotoxic, BSLT

 

Abstrak: Kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di daerah Indonesia bagian Timur, seperti Sulawesi dan Maluku. Biji kenari memiliki banyak manfaat namun, belum diketahui potensi sitotoksiknya. Maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi biji kenari menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Biji kenari diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut 95% kemudian difraksinasi dengan metode ekstrasi cair-cair. Konsentrasi ekstrak etanol dan fraksi biji kenari yang digunakan untuk pengujian sitotoksik adalah 100, 150, 300, 450, 600, 750, 900 dan 1000 μg/ml. Hasil yang diperoleh menunjukan ekstrak etanol biji kenari (Canarium indicum L.) memiliki nilai LC50 sebesar 706,32 μg/ml dan pada fraksi air sebesar 659,47 μg/ml. Sedangkan pada pengujian fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dari setiap konsentrasi yang diujikan tidak terlihat adanya aktivitas sitotoksik. Dengan demikian karena nilai LC50 dari ekstrak biji kenari < 1000 μg/ml maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi air dari biji kenari berpotensi memiliki aktivitas sitotoksik.

Kata Kunci: Biji kenari, sitotoksik, BSLT


Keywords


Biji kenari, sitotoksik, BSLT

Full Text:

PDF

References


Damayanti, L. (2008). Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kultur Akar Ceplukan (Physalis Angulata L.) Yang Ditumbuhkan Pada Media Murashige-Skoog Dengan Pengurangan Konsentrasi Nitrat Terhadap Sel Myeloma [Skripsi] Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Djarkasi, dkk. (2011). Analisis Komponen Bioaktif Buah Kenari (Canarium indicum L). Reasearch Final Report, Universitas Sam Ratulangi.

Leakey, R dkk,.(2008). Characterization of tree-to-tree variation in morphological, nutritional and medicinal properties of Canarium indicum nuts. Agroforest syst 73: 77-87

Maysitah, N. (2018). Khasiat Kacang Kenari (Canarium indicum L.) Terhadap Berbagai Macam Penyakit. Vol.16 No.3

Meyer, B. N., Ferrigni, N. R., Putnam, J. E., Jacobson, L. B., Nichols, D. E., dan McLaughlin, J. L. (1982). Brine Shrimp: Aconvenient General Bioassay for Active Plant Constituents. Planta Medica, 45:31-34.

Muaja, A. D. (2013). Uji Toksisitas dengan Metode BSLT dan Analisis Kandungan Fitokimia Ekstrak Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC) dengan Metode Soxhletasi. Vol.2 (2) 115-118

Purwanto, N. (2015). Uji sitotoksik Ekstrak biji salak (Salacca zalacca (Gaert) Voss) dengan menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Prosiding Penelitian SPeSIA, Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Ramadhan, R. F. (2016). Isolasi Senyawa Sitotoksik Dari Ekstrak Etil Asetat Jamur Simbion Cladosporium bruhnei (Wr10) Asal Spon Laut Haliclona fascigera [Skripsi] Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang.

Thomson dan Evans. (2006). Canarium indicum var. indicum and C. harveyi (canarium nut) Burceaceae (torchwood family). Spesies Profiles for Pacipic Island Agroforestry.

Widyastuti, S. (2008). Uji Toksisitas Ekstrak Daun Iprih (Ficus glabella Blume) Terhadap Artemia salina Leach Dan Profil Kromatografi Lapis Tipis [Skripsi] Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.




Flag Counter