Formulasi Kopi Koneng Akar Wangi Edible Bottle serta Uji Aktivitas Antioksidannya dengan Metode DPPH

Shintya Rofi'atul Islania, Gita Cahya Eka Darma, Fitrianti Darusman

Abstract


Abstract. The purpose of this study is to make the form of vetiver koneng coffee in edible packaging (edible film) and doing the activity test on its antioxidant. The edible bottle has been successfully formed in a round shape with a diameter of 2.2 - 2.4cm by ionic gelation method between biopolymer of sodium alginate and lactic calcium (food grade) as its crosslinking agent. The tests conducted on Vetiver Koneng Coffee (VKC) extract including specify protein level, carbohydrate, and fat with the consecutive result 3,83; 92,12; 11.58% and accelerated the stability at 25˚C and 40˚C. The result showed that VKC extract began to change the flavor on second week. Moreover, the evaluation of VKC extract edible bottle form includes physical evaluation (aroma, color, taste, texture, weight resemblance, diameter resemblance and layer thickness resemblance), microbial growth test and antioxidant activity test. In physical evaluation, it showed that VKC extract in edible bottle has a characteristical coffee aroma, blackish-brown with sweet, sour, bitter and chewy texture and easy to chew by 8,397 ± 0,068g weight, 2,293 ± 0,03874cm diameter and coating thickness is about 1,9749 ± 0,026mm. In microbial growth test, it was found that VKC extract in edible bottle have bacterial growth of 79,602 colonies/g and mold growth of 35,323 colonies/g. In antioxidant activity test, IC50 of VKC extract has 72,77585 ppm while VKC extract in edible bottle has IC50 of 995,082 ppm.  

Keywords: koneng coffee, vetiver, edible bottle, antioxidant

 

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan minuman kopi koneng akar wangi dalam kemasan yang dapat dimakan (edible film) serta menguji aktivitas antioksidannya. Edible bottle yang telah berhasil dibuat berbentuk bulat dengan diameter 2,2 - 2,4cm melalui metode gelasi ionik antara biopolimer natrium alginat dan kalsium laktat (food grade) sebagai agen pengikat silangnya. Pengujian yang dilakukan terhadap ekstrak Kopi Koneng Akar Wangi (KKAW) meliputi penentuan kadar protein, karbohidrat, lemak dengan hasil berturut turut sebesar 3,83 ; 92,12 ; 11,58% dan stabilitas dipercepat pada suhu 25˚C dan 40˚C dengan hasil pengamatan bahwa ekstrak KKAW mulai mengalami perubahan rasa pada minggu kedua. Sedangkan evaluasi sediaan edible bottle KKAW meliputi evaluasi fisik (aroma, warna, rasa, tekstur, keseragaman bobot, keseragaman diameter dan keseragaman ketebalan lapisan), pengujian pertumbuhan mikroba dan pengujian aktivitas antioksidan. Pada evaluasi fisik diperoleh hasil bahwa ekstrak KKAW  dalam edible bottle memiliki aroma kopi yang khas, berwarna coklat kehitaman dengan rasa manis, asam, pahit dan tekstur yang kenyal serta mudah dikunyah dengan bobot 8,397 ± 0,068g, diameter 2,293 ± 0,03874cm dan ketebalan lapisan sebesar 1,9749 ± 0,026mm. Pada pengujian pertumbuhan mikroba diperoleh hasil bahwa ekstrak KKAW dalam edible bottle memiliki pertumbuhan bakteri sebanyak 79,602 koloni/g dan pertumbuhan kapang/khamir sebanyak 35,323 koloni/g. Pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak KKAW IC50 yang diperoleh sebesar 72,77585 ppm sedangkan ekstrak KKAW dalam edible bottle memiliki IC50 sebesar 995,082 ppm.

Kata Kunci: kopi koneng, akar wangi, edible bottle, antioksidan


Keywords


kopi koneng, akar wangi, edible bottle, antioksidan

Full Text:

PDF

References


Bridson, E., Y. (2006). Oxoid Manual 9th edition, Oxoid Limited, England, h. 337-338.

[BSN]. Badan Standardisasi Nasional. (1992). SNI 01-2891-1992 Cara uji makanan dan minuman. Jakarta. BSN

[BSN]. Badan Standardisasi Nasional. (2009). SNI 7388-2009. Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Jakarta. BSN

Jakhetia, V., Patel, R., Khatri, P., Pahuja, N., Garg, S., Pandey, A., Sharma, S. (2010). ‘Cinnamon’: A Pharmacological Review’, Journal of Advanced Scientific Research. h.19-23

Lee, Kuen Yong, David J. Mooney. (2011). Alginate: Properties and biomedical applications. Elsevier. www.elsevier.com/locate/ppolysci. Diakses 23 November 2018

Molyneux, P. (2004). The Use of The Stable Free Radical Diphenyl picryl hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity, Songklanakarin J. Sci. Technol. h. 26(2), 211-21

Mursito, B., (2003). Ramuan Tradisional Untuk pelangsing Tubuh, Penebar Swadaya, Jakarta, h.37-38.

Susanti, M., Isnaeni, Poedjiarti, S., (2009), Validasi Metode Bioautografi untuk Determinasi Kloramfenikol, Jurnal Kedokteran Indonesia, 1 (1), h. 15-24.

Winarsi, Hery.(2007). Antioksidan Alami & Radikal Bebas. DIY.PT. Kanisius Yogyakarta.h.20




Flag Counter