Faktor Penentu Preferensi Masyarakat Komuter Bandung Raya Terhadap Transportasi Publik (Damri dan Kereta Api)

Ratna Yulianti

Abstract


Abstract. The Bandung Raya area is the center of both economic and government activity centered in the city of Bandung which forms a metropolitan. The number and population density which has increased quite rapidly will increase the movement of the population for activities, especially residents who live on the outskirts of the city who are carried out every day (commuting). There are many transportation options to get to the place of activity including Damri and trains provided by the government. This study aims to determine what factors determine in choosing to use public transportation Damri and rail and to find out how the preferences of the commuter community towards public transportation in Bandung Raya. The method used is descriptive analysis with a quantitative approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires to commuters using public transportation Damri and Railways in Bandung Raya with 123 respondents. Measurement of indicators using Analytical Hierarchy Process (AHP) with Super Decision software. The results showed that the average determinant factor of commuter society in choosing public transportation, namely Damri and trains, is dominated by safety with a weight of 33.75%, comfort with a weight of 24.39%, economy with a weight of 14.31%, speed with weight. 9.47%, capacity with a weight of 8.99%, and finally frequency with a weight of 8.65. While the final weight for the train selection was 54.99% while for Damri it was 44.69%. These results indicate that the Bandung Raya commuter people prefer trains to Damri. These results indicate that the commuting community of Bandung Raya prefers to use trains than Damri and that safety is a factor that commuters consider before choosing to use public transportation.

Keywords: Preference, Public Transportation, Commuting, Bandung Raya

Abstrak. Kawasan Bandung Raya merupakan pusat kegiatan baik perekonomian maupun pemerintahan yang berpusat di Kota Bandung yang membentuk metropolitan. Jumlah dan kepadatan penduduk yang mengalami peningkatan cukup pesat akan meningkatkan pergerakan penduduk untuk berkegiatan terutama penduduk yang bermukim dipinggiran kota yang dilakukan setiap hari (komuter). Terdapat banyak pilihan transportasi untuk sampai pada tempat kegiatan diantaranya yakni Damri dan kereta api yang disediakan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apakah yang menentukan dalam memilih menggunakan transportasi publik Damri dan kereta api serta mengetahui bagaimana preferensi masyarakat komuter terhadap transportasi publik di Bandung Raya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakat komuter pengguna transportasi publik Damri dan Kereta Api di Bandung Raya dengan jumlah responden sebanyak 123 orang. Pengukuran indikator menggunakan Analytical Hierarki Process (AHP) dengan software Super Decision. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dari faktor penentu masyarakat komuter dalam  memilih transportasi publik yaitu Damri dan kereta api didominasi oleh keselamatan dengan bobot 33,75%, kenyamanan dengan bobot 24,39%, ekonomis dengan bobot 14,31%, kecepatan dengan bobot 9,47%, kapasitas dengan bobot 8,99%, dan terakhir frekuensi dengan bobot 8,65. Sedangkan bobot akhir untuk pemilihan kereta api sebesar 54,99% sementara Damri sebesar 44,69%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat komuter Bandung Raya lebih memilih kereta api dibandingkan Damri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat komuter Bandung Raya lebih memilih menggunakan kereta api dibandingkan Damri dan faktor keselamatan menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan masyarakat komuter sebelum memilih menggunakan transportasi publik.

Kata Kunci: Preferensi, Transportasi Publik, Komuter, Bandung Raya



Keywords


Preferensi, Transportasi Publik, Komuter, Bandung Raya

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2014). Dasar - Dasar Ekonomi Transportasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R. (2015). Analisis Kebutuhan Transportasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Affandi, G. D. (2017). Analisa Tingkat Kepuasan Terhadap Kualitas Pelayanan Kereta Api Ekonomi Bandung Raya. Jurusan Teknik Sipil Itenas Vol. 3 No.4, 12 - 23.

Aterra. (2019, September Senin). Pusat Pemerintahan Jawa Barat dipindah dari Bandung. Retrieved desember Sabtu, 2019, frombbc.com:https://www.google.com/amp/s/www/bbc.com/indonesia/indonesia-49547101.amp

BPS. (2017). Statistik Komuter Bandung Raya 2017. Bandung: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2018). Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2018. Bandung: Badan Pusat Statistik.

Hidajat, J. d. (2013). Dinamika Pertumbuhan dan Status Keberlanjutan Kawasan Permukiman di Pinggiran Kota Wilayah Metropolitan Jakarta. Majalah Ilmiah Globe Vol. 15 No. 1, 93 - 100.

Julia, A. (2018). Modul Kuliah dan Laboratorium Metode Pengambilan Keputusan. Bandung: Universitas Islam Bandung.

Jupri, d. (2017). Zonasi Wilayah Pinggiran Kota Metropolitan Bandung Raya. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS.

Kamaludin, R. (2003). Ekonomi Transportasi (Karakteristik Teori dan Kebijakan). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pindick, R. d. (2014). Mikroekonomi Edisi 8. Jakarta: Erlangga.

Rahma, S. d. (2014). Penyediaan Transportasi Umum Masa Depan di Kota Semarang. Jurnal Karya Teknik Sipil Vo. 3 No. 1, 154 - 166.

Ramdani, A. (2017). Kajian Integrasi Angkutan Umum Kota Bandung. Bandung: Fakultas Teknik Flanologi Universitas Pasundan.

Rohjan, J. R. (2018). Analisa Tingkat Kepuasan Pengguna Kereta Api Diesel Patas Bandung - Cicalengka. Jurnal Planologi Vol. 1 No. 1, 1 - 16.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.22643

Flag Counter    Â