Strategi Pengembangan Usaha Kecil Konfeksi di Era Digital pada Sentra Konfeksi di Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung

Titi Mahbuhah, Ima Amaliah, Westi Riani

Abstract


Abstract.Nowadays the enterprise world is entering the digital era where information technology gives a central role in the company's enterprise activities. Information technology brings changes in the way companies do enterprise, so that a new enterprise model revolution appears. Although the government is trying to improve technology access, efforts to use information technology in smallenterprisees are still less than optimal. Such a phenomenon occurs in confection small enterprise in Kutawaringin District, where the average confection small enterprise actors have not used information technology or online sales facilities in selling their confection products. This is due to the lack of human resources who have expertise in IT and the lack of insight about technological knowledge. This study aims to determine the development strategy of small confection enterprise in Kutawaringin District in the digital era. The research method used is qualitative methods with primary and secondary data types obtained from interviews and questionnaires. The population in this study were confectionary entrepreneurs in Kutawaringin District with a total sample of 86 people. The analytical method used in this study is the SWOT analysis. The results showed that the strategies that could be carried out in developing small confectionary enterprisees in Kutawaringin District were product standardization, recruiting special workers for online marketing, spending funds for endorsment, market expansion through social media, marketplaces and e-commerce, expanding financing through financial Peer to Peer Lending Technology, optimizing Social Media as a means of promotion, diversifying products, increasing the scale of production and establishing partnerships for online shop, marketplace and e-commerce enterprisees
Keywords: Enterprise Development Strategy, Small Enterprise, Conflict, Digital Era


Abstrak. Saat ini dunia bisnis memasuki era digital dimana teknologi informasi memberi peran sentral dalam kegiatan bisnis perusahaan. Teknologi informasi membawa perubahan dalam cara perusahaan melakukan bisnis, sehingga muncul revolusi model bisnis baru. Meskipun pemerintah tengah berupaya meningkatkan akses teknologi, namun upaya untuk menggunakan teknologi informasi pada usaha kecil masih kurang optimal. Seperti fenomena yang terjadi pada usaha kecil konfeksi di Kecamatan Kutawaringin, dimana rata-rata pelaku usaha kecil konfeksi belum menggunakan teknologi informasi atau fasilitas penjualan secara online dalam penjualan produk konfeksinya. Hal ini disebabkan karena kurangnya SDM yang mempunyai keahlian dibidang IT serta kurangnya wawasan tentang pengetahuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usaha kecil konfeksi di Kecamatan Kutawaringin pada era digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder yang didapat dari hasil wawancara dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha konfeksi di Kecamatan Kutawaringin dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan usaha kecil konfeksi di Kecamatan Kutawaringin yaitu Melakukan standarisasi produk, merekrut tenaga kerja khusus untuk pemasaran online, mengeluarkan dana untuk endorsment, perluasan pasar melalui Media sosial, Marketplace dan E-Commerce, perluasan pembiayaan melalui Financial Technology Peer to Peer Lending, mengoptimalkan Media Sosial sebagai sarana promosi, melakukan diversifikasi produk, meningkatkan skala produksi dan menjalin kerjasama usaha online shop, marketplace dan e-commerce.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Kecil, Konfeksi, Era Digital


Keywords


Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Kecil, Konfeksi, Era Digital

Full Text:

PDF

References


BPS. (2018). Kabupaten Bandung Dalam Angka 2018. Bandung: Badan Pusat Statistik.

Chen-Ling, F., & Ting, L. (2006). Assessment of Internet Marketing and Competitive Strategies for Leisure Farming Industry in Taiwan. Journal of American Academy of Business.

David, R. F. (2006). Manajemen Strategis Edisi Sepuluh. Jakarta: Salemba Empat.

David, R. F. (2012). Manajemen Strategis Konsep. Jakarta: Salemba Empat.

Gronroos, C. (2009). Service Management and Marketing : Managing the Moments of truth in Service Competition. Singapore: Maxwell Macmillan.

Ida, O, (2014 April 18). Pengertian E-Marketplace. Diakses 15 Juli 2019. Dari tokokhalista.wordpress.com:

Kamsir, & Jakfar. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Kim, Y., & Crowston., K. (2011). Technology Adoption and Use Theory Review for Studying Scientists’ Continued Use of Cyber-Infrastructure. New Orleans: ASIST.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2005). Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Kuncoro, M. (2005). Strategi (Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif). Jakarta: Erlangga.

Laudon, K., & Jane P., L. (2012). Management Informtaion System: Managing the Digital Firm,11th edition. Prentice Hall: New Jersey.

Purwana, D., Rahmi, & Aditya, S. (2017). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit. Pemberdayaan Masyarakat Madani . Vol. 1 No. 1, Juli 2017, 2.

Rustono. (2013). emanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Usaha Kelompok Bisnis Entrepreneur [Online].

Sukirno, S. (2002). Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta: Raja Grafindo.

Thoyibie, L. 2010. Psikologi Social Media. Diakses 15 Juli 2019. Dari http://komunikasi-

indonesia.org.

Watson, R. e. (2008). Electronic Commerce: The Strategic Perspective. Zurich: The Global Text.




Flag Counter