Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Lingkungan di Indonesia

Dahlia Novista, Yuhka Sundaya, Ade Yunita Mafruhat

Abstract


Abstract. The purpose of this study is to build a quantitative model that explains the relationship between economic and environmental activities in Indonesia. The environmental input-output model is used to extract information on the magnitude of environmental impacts from 17 types of economic sectors. The data in this model is the 2016 Indonesia input-output table (IO Table), which is the result of updates from the IO Table 2010. The results of the study show that there are three economic sectors that cause major damage, namely: (1) electricity and gas procurement sector, (2) construction sector, and (3) food and drink supply sector. The increase in output for each sector amounted to 1 trillion rupiah, increased emissions, which respectively were 44,955 tons, 58,617 tons and 44 138 tons. Furthermore, the simulation using the growth trend of each sector shows that Indonesia's economic growth is 24.12 percent, and the emissions generated are 344 929 tons. Signals from the simulation results are needed to control economic growth in order to reduce emission levels. This research is not to explore the amount of emissions that can still be assimilated by the carrying capacity of the environment, so it cannot recommend the magnitude of economic growth with emission levels that are still able to be assimilated by environmental capabilities.Keywords: Economic Growth, Environmental Economics, Input-Output Model

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah membangun model kuantitatif yang menjelaskan hubungan kegiatan ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Model input-output lingkungan yang digunakan untuk menggali informasi besaran dampak Lingkungan dari 17 jenis sektor ekonomi. Data pada model ini adalah data tabel input-output (Tabel IO) Indonesia 2016, yaitu hasil dari pembaruan dari Tabel IO 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sektor ekonomi yang menimbulkan kerusakan besar, yaitu: (1) sektor pengadaan listrik dan gas, (2) sektor kontruksi, dan (3) sektor penyediaan makan dan minum. Kenaikan output setiap sektor sebesar 1 triliun rupiah peningkatan emisi, yang secara berurutan sebesar 44.955 ton, 58.617 ton, dan 44 138 ton. Selanjutnya, simulasi dengan menggunakan trend pertumbuhan setiap sektor, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 24.12 persen, dan emisi yang ditimbulkannya sebesar 344 929 ton. Sinyal dari hasil simulasi tersebut adalah diperlukan pengendalian terhadap pertumbuhan ekonomi agar dapat menekan tingkat emisi. Penelitian ini tidak sampai menggali besaran emisi yang masih dapat diasimilasi oleh daya dukung lingkungan, sehingga tidak dapat merekomendasikan besaran pertumbuhan ekonomi dengan tingkat emisi yang masih mampu diasimilasi oleh kemampuan lingkungan.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Lingkungan, Model Input-Output

Keywords


Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Lingkungan, Model Input-Output

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. (2018, Agustus 2). Retrieved from https://www.bps.go.id/

Miller, R. E., & Blair, P. D. (2009). Input-Output Analysis Foundations and Extensions. United States of America: Cambridge University Press, New York.

Shmelev, S. (2012). Economics Models and The Environment: Input-Output Analysis. In Ecological Economics: Sustainability in Practice. Oxford: Springer.

Sundaya, Y. (2009). Model dasar ekonomi sumber daya alam. Bandung.

Sundaya, Y., & Agustina, I. H. (2011). Kajian Struktur Ekonomi Kabupaten Bekasi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol.11 No.2, 4. Retrieved November 11, 2018, from https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/planologi/article/view/1382

World Input Output Database. (2018, Februari 20). Retrieved from http://www.wiod.org/home




Flag Counter