Efek Jangka Panjang Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata) terhadap Perubahan Kadar Urea dan Kreatinin Darah Tikus

Anindita Indriani, Maya Tejasari, Miranti Kania Dewi

Abstract


World Health Association, mengungkap bahwa penggunaan obat traditional terus meningkat diberbagai negara. Daun sirsak merupakan obat herbal yang sering digunakan karena mengandung banyak senyawa kimia yang bermanfaat seperti flavonoid, alkaloid, tannin, acetogenin. Meski penggunaannya relatif aman, namun tetap berpotensi toksik dalam penggunaan jangka panjang. Potensi toksik dapat timbul terutama pada jaringan ginjal sebagai organ ekskresi yang sensitif terhadap drug-related toxic. Efek toksik dapat dideteksi dengan melihat kadar urea dan kreatinin darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun sirsak terhadap perubahan fungsi ginjal dengan indikator kadar urea dan kreatinin pada tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium murni in vivo dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap menggunakan tikus wistar yang terbagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok kontrol 20 dan tiga kelompok perlakuaan yang diberi intervesi secara berurutan, yaitu 20mg/kgBB, 40mg/kgBB dan 80mg/kgBB dan dilakukan pengambilan darah pada hari ke 30 dan ke 60. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ektrak etanol daun sirsak selama 60 hari berpengaruh terhadap perubahan kadar urea dan kreatinin meskipun tidak signifikan. Hal tersebut disebabkan ekstrak daun sirsak dapat menyebabkan toksisitas reversible pada jaringan ginjal. 


Keywords


Ekstrak Etanol Daun Sirsak, Ginjal, Kreatinin, Urea

References


Assembly FWH. Traditional medicine Report by the Secretariat. 2003;(March):14–7.

General Guidelines for Methodologies on Research and Evaluation of Traditional Medicine World Health Organization. 2000;

Kruger H, Mcleod H. Traditional and Complementary Medicine. :175–88.

Pathak K, Das RJ. Herbal Medicine- A Rational Approach in Health Care System. 2013;1(3):86–9.

Firenzuoli F, Gori L. Herbal Medicine Today : Clinical and Research Issues. 2007;4:37–40.

Moreira DDL, Teixeira SS, Monteiro MHD, De-oliveira ACAX, Paumgartten FJR. Traditional use and safety of herbal medicines. 2014;24:248–57.

Anthony S. Fauci, 2008. Harrison’s Internal Medicine, 17th Edition, USA, McGraw – Hill.

Abbas, A. K., Aster, J. C., Kumar, V., & Robbins, S. L. 1. 2013. Robbins basic pathology (Ninth edition.). Philadelphia, PA: Elsevier Saunders.

Fuchs TC, Hewitt P. Biomarkers for Drug-Induced Renal Damage and Nephrotoxicity — An Overview for Applied Toxicology. 2011;13(4).

Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Penterjemah: Irawati, Ramadani D, Indriyani F. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2006

Hosten AO. BUN and Creatinine. 1886;

Moghadamtousi SZ, Fadaeinasab M, Nikzad S, Mohan G. Annona muricata ( Annonaceae ): A Review of Its Traditional Uses , Isolated Acetogenins and Biological Activities. 2015;15625–58.

Gajalakshmi S, Vijayalakshmi S, V DR. A c a d e m i c S c i e n c e s. 2012;4(2):13–6.

Dayeef AYM, Karyono S, Sujuti H. The Influence Of Annona Muricata Leaves Extract In Damaging Kidney Cell And Inducing Caspase-9 Activity. 2013;8(5):48–52.

O E. Evaluation of acute and subchronic toxicity of Annona Muricata ( Linn .) aqueous extract in animals. 2011;1(4):115–24.

Hati T, Ginjal DAN, Mencit P. UJI TOKSISITAS SUB KRONIS DARI EKSTRAK. 2012;

Biokimia D, Matematika F, Ilmu DAN, Alam P. AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK AIR DAN ETANOL DAUN SIRSAK SECARA IN VITRO MELALUI INHIBISI ENZIM α -GLUKOSIDASE. 2012;

Patel MS, Patel JK. A review on a miracle fruits of Annona muricata. 2016;5(1):137–48.

Pengantar K. RISET KESEHATAN DASAR ( RISKESDAS ) TAHUN 2010. 2010;

Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.00.05.4.2411 tahun 2004 tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan & Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia.

Tortora, G.J., Derrickson, B., 2012. Principles of Anatomy and Physiology. 13th ed. USA: John Wiley & Sons.

Manuscript A. NIH Public Access. 2014;2(2):1303–53.




Flag Counter