Gambaran Perilaku Merokok dan Insomnia pada Karyawan Fakultas Kedokteran Unisba

Mohammad Azhar Ghiffari, Dadang Rukanta, Hilmi Sulaiman Rathomi

Abstract


Perilaku merokok dalam kehidupan sehari-hari seringkali ditemui dimana-mana, baik di pemerintahan, tempat-tempat umum seperti pasar, maupun tempat pendidikan yaitu sekolah. Merokok diasosiasikan dengan beberapa efek yang buruk untuk kesehatan termasuk penyakit kardiovaskular, penyakit pernafasan, dan kanker serta gangguan tidur. Pada beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan fokus studi dan literature mengenai rokok dan insomnia. Di Indonesia menemukan bahwa perokok dilaporkan dua kali lebih banyak yang menderita gangguan tidur dibanding dengan yang tidak merokok. Pengambilan data ini menggunakan data primer yang diambil dari karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan cara cross sectional pada satu waktu. Dari data hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok perokok yang tidak mengalami gangguan tidur (insomnia) adalah 7 orang (20%), yang mengalami insomnia ringan adalah 23 orang (66%) dan gangguan tidur sedang adalah 5 orang (14%) dari total perokok sebanyak 35 orang, sedangkan kelompok bukan perokok yang tidak mengalami insomnia adalah 10 orang (30%), yang mengalami insomnia ringan adalah 22 orang (67%), dan yang mengalami insomnia sedang adalah 1 orang (3%) dari total bukan perokok sebanyak 33 orang. sebagian besar karyawan FK Unisba telah dikategorikan mengalami insomnia. Hanya 25% karyawan yang tidak mengalami gejala insomnia, sedangkan 66% termasuk dalam insomnia ringan, serta 9% karyawan mengalami insomnia sedang.

Keywords


Insomnia, Perilaku Merokok



Flag Counter