Karakteristik Retinopati Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSAU dr. M. Salamun

Maynanda Primadhiya Sentani, Yanuar Zulkifli, Rika Nilapsari

Abstract


Retinopati Diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular dari diabetes melitus. Umumnya timbul pada penderita Diabetes Melitus  lebih dari 5 tahun dengan gula darah yang tidak terkontrol.  Dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyakit ini yaitu mengakibatkan kebutaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita retinopati diabetik berdasarkan jenis kelamin, usia, lama diabetes, riwayat hipertensi dan jenis retinopati diabetik; Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif cross-sectional dengan menggunakan teknik pemilihan sampel consecutive sampling, Data didapat melalui rekam  medis periode Maret-Mei 2017 di RSAU dr. M. Salamun didapatkan 60 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel tahun 2007; Hasil penelitian menunjukkan 60 subjek terdiagnosis retinopati diabetik (7,41%), dimana 55% terdiagnosis retinopati diabetik nonproliferatif tanpa edema makula 25% retinopati diabetik nonproliferatif  dengan edema makula dan 12% terdiagnosis retinopati diabetik proliferatif; Simpulan, kejadian retinopati diabetik terbanyak pada usia 45-65 tahun, didominasi wanita, dengan lama diabetes lebih dari 5 tahun, kebanyakam yang tidak memiliki riwayat hipertensi dan jenis retinopati diabetik terbanyak adalah retinopati diabetik nonproliferasi


Keywords


Diabetes Melitus, Hipertensi, Jenis Kelamin, Lama Diabetes, Retinopati Diabetik, Usia

References


RISKESDAS. Riset Kesehatan Dasar. Tahun 2013. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta; 2013. Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20 2013.pdf

INFODATIN. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Diabetes Melitus, Jakarta;2014

Medicine, L. S. Non-Communicable Eye Disease. Diabetic Retinopathy Programmes at the City of Bandung, Jawa Barat. Indonesia; 2016. Hal.2

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi VI. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

Ilyas, S., Yulianti, Sri Rahayu. Ilmu penyakit mata. Edisi ke-5. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2015. Hal 230-234

American Optometric Association. Diabetic Retinopathy [Internet]. 2017. Tersedia dari: http://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/diabetic-retinopathy?sso=y

Yellien R Manullang , Laya Rares , Vera Sumual. prevalensi retinopati diabetik pada penderita diabetes melitus di babai kesehatan masyarakat(BKMM) provinsi Sulawesi Utara priode januari-juli. 2014

Diabetes.co.id the Global Diabetes Community. Deabetes Risk Factor. [internet]. 2017.Tersedia : http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-Risk-factors.html

Klein R, Klein BEK, Moss SE, Davis MD, DeMets DL. The Wisconsin Epidemiologic Study of Diabetic RetinopathyIII. Prevalence and Risk of Diabetic Retinopathy When Age at Diagnosis Is 30 or More Years. Arch Ophthalmol. 1984;102(4):527-532. doi:10.1001/archopht.1984.01040030405011

Anindita Medha. Hipertensi sebagai Faktor Resiko Retinopati Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus. 2010

American Optometric Association. Diabetic Retinopathy [Internet]. 2016. Tersedia dari: http://eyewiki.aao.org/Hypertensive_retinopathy

Lee, Ryan, Tien Y. Wong, and Charumathi Sabanayagam. “Epidemiology of Diabetic Retinopathy, Diabetic Macular Edema and Related Vision Loss.” Eye and Vision 2 (2015):17. PMC. Web. 22 July 2017.

David G, Dolores S. Greenspan’s Basic and Clinical Endocrinology 8th Edition. Lange McGraw-Hill. 2007. Tersedia dari: pf MED:CINE




Flag Counter