Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Pap Smear dengan Stadium Penyakit pada Penderita Kanker Serviks di RSUP Hasan Sadikin Bandung Periode Mei-Juli 2016

Fitriah Hany, Eka Hendrayanny, Adhika Putra Rakhmatullah

Abstract


Abstract: Cervical cancer is the fourth most frequent cancer in women and a major cause of death in women who suffer from cancer. Cervical cancer is the most prevalent cancer in Indonesia. Pap smear is one of several test to prevent and used as a cervical cancer early detection tool. Some of female population has yet to knowledge the importance of the Pap Smear test. The study was conducted to analyze the correlation between level of knowledge about Pap Smear and stages of the cervical cancer in a patient who suffer from cervical cancer. The study was analytic observational study using a cross sectional research design. The subject of the study was the cervical cancer patient  in Obstetric and Gynecology ward RSHS Bandung in the period of May-July 2016. The data was collected from questionnaire and medical record. The data was statistically analyzed using chi square test. The tudy showed that there were 7 cervical cancer patient in stage I of the disease with a fair level of knowledge (38.8%). Eleven patients in stage II of the disease had a fair level of knowledge (61%) and 14 patient had lack of knowledge (53.8%). Twelve patients in stage III of the disease had lack of knowledge lack of knowledge about cancer, p value=0.001 (p<0.05) The study concluded that there was correlation between level of knowledge about Pap Smear and stages of the cervical cancer in a patient who suffer from cervical cancer. Good level of knowledge about pap smear influence the behavior of pap smear so that cervical cancer can be detected early.

Abstrak: Kanker serviks merupakan kanker ke-empat terbanyak pada wanita, dan masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada wanita karena kanker. Di Indonesia kanker serviks menjadi kanker dengan prevalensi tertinggi. Pap smear merupakan salah satu cara pencegahan dan deteksi dini dari kanker serviks, meskipun demikian kenyataannya banyak sekali wanita yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan pap smear. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pap smear dengan stadium kanker serviks pada penderita kanker serviks. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan potong silang. Subjek penelitian adalah penderita kanker serviks di bagian kandungan dan kebidanan RS Hasan Sadikin Bandung periode Mei-Juli 2016. Data diperoleh dari kuesioner dan rekam medik. Analisis statistik menggunakan uji chi Square, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 38,8% penderita kanker serviks stadium I dengan tingkat pengetahuan cukup, Stadium II, 61% dengan tingkat pengetahuan cukup dan 53,8% dengan pengetahuan kurang, dan pada stadium III sebanyak 46,2% memiliki tingkat pengetahuan kurang, dengan nilai p = 0,001 (p <0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang berkmakna antara tingkat pengetahuan tentang pap smear dengan stadium kanker serviks pada penderita kanker serviks. Tingkat pengetahuan tentang pap smear yang baik mempengaruhi perilaku seseorang terhadap pemeriksaan pap smear sehingga kanker serviks dapat dideteksi lebih dini.


Keywords


Level Of Knowledge, Pap Smear, Stage of Cervical Cancer

References


Bappenas RI. 2010. Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia. Jakarta.

Centers for Disease Control and Prevention. 2012. CDC’s Global Cancer Control .

Globocan. Cancer Incidence and Mortality Worldwide. 2012. Int Agency Res Cancer. Available from: http://globocan.iarc.fr/ (di akses tanggal 7 februari 2016)

Jonathan S Berek, Novak’s Gynecology. USA: Lippincot William & Wilkins; 2002

Kementrian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi Kesehatan. Stop Kanker. infodatin- Kanker. 2015;hal 3

Mehta V, Vasanth V, Balachandran C. Pap smear ; 75 (2)

Novita Y. Hubungan Tingkat Pengetahuan ibu tentang kanker Serviks dengan Perilaku Ibu Dalam Melakukan Tes Pap Smear di Kelurahan Tugu Utara Pada Tahun 2013. SkripsiFakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Paolino, M., Arrosi, S. (2011). Woman knowledge about cervical cancer, pap smear, and human papilloma virus and its relation to screening in Argentina. Women and Health, 51 : 72-87

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo. Ilmu Kesehatan Masyarakat. JAKARTA: PT RINEKA CIPTA; 2003. 214 p

Rasjidi, I. Irwanto, Y. Sulistyanto H. Modalitas Deteksi Dini Kanker Serviks. 2008;

Sarika, D. T. (2009). Korelasi stadium dengan usia penderita kanker serviks di Departemen Patologi Anatomi RSCM tahun 2006. Skripsi , Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diunduh 22 Juli 2016 dari http://digilib.ui.ac.id

Sirait, A.M. & Nuranna, L. (2007). Deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi visual asam asetat di Depok. Indonesia journal of obstetrics and gynecology 2007 31-4; 212

Sonia H, Chris T, Frans L, Eka A.P. Kapita Selekta Kedokteran. 1st ed. Jakarta Pusat: Media Aeusculapius; 2014.

Tiwari A, Kishore J. Tiwari A. (2011). Perceptions and concerns of women undergoing pap smear examination in a tertiary care hospital of India. Indian J cancer 2011; 48; 477-8

Vinay Kumar RSC& SL robbins. Robin Basic Patology. Elsevier Inc; 2007.

World Health Organization (WHO). Sexual and Reproductive Health. 2014;




Flag Counter