Hubungan Kejadian Pneumonia Balita dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap Disertai Vaksinasi Haemophilus Influennzae Tipe B di RSUD Al-Ihsan Bandung Periode Tahun 2015

Raesita Soleman, Rika Nilapsari, Eka Nurhayati

Abstract


Abstract: Pneumonia is one of primary cause of death in children under five years old. Pneumonia can be prevented by immunization. Indonesia includes Hib vaccine in complete basic immunization as a specific prevention of pneumonia. The purpose of this study is to determine the correlation between pneumonia and complete basic immunization including Hib and those excluding Hib in Al-Ihsan Public Hospital (RSUD) Bandung year 2015. The methodology of this research is observational analytical study with case control approach with 35 children in both case group and control group, using medical record of the patients and analyzed with chi-square test.  The result of this research from 70 subjects are 46 male children (66%) and 24 female children (34%), 41 children (59%)are between the age of 2-11 months and 29 children (41%) are 12-59 months. The result of chi square test showed that there is not a difference between children with complete base vaccination with or without Hib in pneumonia. (p-value =0,632; OR=1,257; 95%IK 0,492-3,215).

Abstrak: Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab utama kematian balita. Salah satu bentuk pencegahan pneumonia adalah dengan imunisasi. Indonesia menambahkan imunisasi Hib dalam program wajib imunisasi sebagai pencegahan spesifik terhadap pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kejadian pneumonia balita dengan status imunisasi dasar lengkap disertai Hib dan tanpa Hib di RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung periode tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik menggunakan pendekatan kasus kontrol, dengan 35 balita kelompok kasus dan 35 balita kelompok kontrol. Pengambilan data status imunisasi dengan melihat rekam medis pasien dan analisis penelitian menggunakan uji chi–square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah subjek penelitian 70 dari 974 balita, dengan 46 balita (66%) laki-laki dan 24 balita (34%) perempuan, 41 balita (59%) diantaranya berusia 2-11 bulan dan 29 balita (41%) berusia 12-59 bulan. Hasil uji analisis chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara kejadian pneumonia balita dengan status imunisasi dasar lengkap disetai Hib dan tanpa HIb. (p value = 0,632; OR=1,257; 95% IK 0,492-3,215). Simpulan, balita yang memiliki status imunisasi dasar lengkap disertai Hib dan tanpa Hib tidak memiliki hubungan bermakna dalam kejadian pneumonia.


Keywords


Children, Complete Basic Immunization, Hib Vaccine, Pneumonia

References


Dinas Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Riset Kesehatan Dasar 2013. Riset Kesehatan Dasar. 111–6.

Gessner BAS. 1998. A population-based survey of Haemophilus influenzae type b nasopharyngeal carriage prevalence in Lombok Island, Indonesia.

IDAI. 2015. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III). (diakses 11 Februari 2016). Terssedia dari: http://idai.or.id/artikel/klinik/ imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Lindungi Ibu dan Bayi dengan Imunisasi (diakses 10 Februari 2016). Tersedia dari: http://www.depkes.go.id/article/ view/15010200001/lindungi-ibu-dan-bayi-dengan-imunisasi.html.

Kumar, Vinay dkk. 2015. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease, 9th Edition. Canada: Elsevier Saunders.

Madhi SA, Levine OS, Hajjeh R, Mansoor OD, Cherian T. 2008. Vaccines to prevent pneumonia and improve child survival. Bull World Health Organ. 86(5):365–72.

Ostapchuk M, Roberts DM, Haddy R. 2004. Community-acquired pneumonia in infants and children. Am Fam Physician. 70(5):899–908

World Health Organization. 2015. Pneumonia. (diakses 10 Februari 2016).Tersedia dari: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/

Zr. Ganda Sigalingging S. 2010. Karakteristik Penderita Penyakit Pneumonia Pada Anak Di Ruang Merpati II Rumah Sakit Umum Herna Medan. Universitas Darma Agung Medan.




Flag Counter