Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dan Pola Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Anemia di SMA Sekitar Talaga Bodas Bandung Tahun Ajaran 2015/2016

Agnita Putri Fadhilah, Dadi Argadireja, Miranti Kania Dewi

Abstract


Abstract: Anemia is a worldwide health problem and has high prevalence in various countries. Therefore, UNICEF recommends national nutrient action plans, included special programs to prevent and to control iron deficiency, such as by giving supplements, diet improvement, food fortification, and many other public health plans. Among those plans is socialization to improve nutrient status. The purpose of this research is to prove relation between knowledge level of female teens between 16-19 years old about anemia and relation of consumption patterns of iron tablet with anemia cases. The method used in this research is cross sectional approach, the subjects consist of 57 female teen respondents, from 16 to 19 years old in high schools around Talaga Bodas, which are selected by a sistematic random sampling. The data is taken by using the questionnaire and having the hemoglobin measured using the manual methodologies to automated analyzers. The result are: majority of the respondents have anemia with total 73,7%, majority of respondents have common knowledge about anemia with total 71,9%, and the majority of respondents never have iron tablet with total 75,4%. The result of statistical test using Chi square test shows that statistically there is a relation between knowledge of anemia and anemia status, whereas there is not a relationship between iron tablets consumption and anemic status.

Abstrak: Anemia merupakan permasalahan kesehatan yang mendunia dan memiliki prevalensi yang tinggi di berbagai negara di seluruh dunia. Untuk itu UNICEF merekomendasikan rencana aksi nasional gizi yang mencakup program khusus untuk mencegah dan mengendalikan defisiensi zat besi termasuk diantaranya pemberian suplemen, perbaikan diet, fortifikasi pangan, dan langkah-langkah kesehatan masyarakat. Langkah-langkah kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan diantaranya melalui penyuluhan untuk memperbaiki status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri usia 16-19 tahun tentang anemia dan pola konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, subjek penelitian terdiri dari 57 responden remaja putri usia 16-19 tahun di SMA sekitar Talaga Bodas yang dipilih secara sistematic random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan menggunakan manual methodologies to automated analyzers. Pada penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden menderita anemia yaitu sebesar 73,7%; memiliki tingkat pengetahuan sedang yaitu sebesar 71,9%; dan tidak pernah mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu sebesar 75,4%. Hasil uji statistik menggunakan chi square test menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan status anemia, namun tidak terdapat hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dengan status anemia.


Keywords


Anemia, Iron Tablet, Knowledge Level

References


Afrilia Putri R, Syamsianah A, Mufnaetty. Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Gizi Besi Dengan Tingkat Konsumsi Protein dan Zat Besi Pada Remaja Putri di Ponpes Asy-Syarifah Desa Brumbung Kabupaten Demak. [serial di internet]. 2013 November; [dikutip 2016 April 02]; 2 (2:[9 halaman].

Anaemia WIS. Anaemia Policy Brief. 2014;14.4(6). Available from: nutrition@who.int www.who.int/nutrition

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. 2013;306. – [diunduh 8 Januari 2016]

Bakta IM. Pendekatan terhadap pasien anemia. Buku ajar: ilmu penyakit dalam. Editor: Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus Simadribata K, Siti Setiati. Edisi 5 jilid II. Jakarta : InternalPublising; 2009. h.1109-15

Citrakesumasari. Anemia Gizi, Masalah dan Pencegahannya. I. Rochani S, editor. Yogyakarta; 2012. 48 p.

Dense M. Harmening, Clinical Hematology and Fundamental of Hemostasis, Fourth Edition. Philadelphia: F.A. Davis Company; 2002

Harrison’s Principles of Internal Medicine. Dr. Robert S. Hillman; 2008. p. chapter 98. Iron Deficiency and Other Hypoproliferative Anemias.

Isniati. 2007. Wanita lebih beresiko Terkena Anemia 20 Oktober 2012. Tersedia dari: http://www.pemkomedan.go.id./wanita-lebih-berisiko-terkena-anemia.htm.

Karina DP. Artikel penelitian, Hubungan asupan zat gizi pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Semarang. 2011.

Karina, Vika dan Mochamad rachmat. 2009. Hubungan Kejadian Anemia Dengan Pola Konsumsi, Sosial Ekonomi, Pengetahuan dan Lama Haid Siswi Kelas I SMAN 1 Kota Bogor. Prosiding Temu Ilmiah, Kongres XIV PERSAGI, 2009: 603-610.

Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88. Standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Menteri Kesehat Republik Indones. 2014;1–7.

Latifah L, Nurcahyani YD, Setyani A. status pubertas dan anemia pada remaja awal laki-laki dan perempuan di daerah endemik gaki. Media Gizi Mikro Indonesia. 2010;1

Notoatmojo S. Promosi kesehatan dan ilmu prilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2007. h. 139

Permaesih D, Herman S. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja. [serial di internet]. 2005 [2016 Februari 03]; 33 (4:[167-171].

Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I. 2010. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba Medika




Flag Counter