Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Penerapan Perilaku Kewaspadaan Universal pada Tenaga Kesehatan di BLUD Rumah Sakit Umum Palabuhanratu Periode Januari-Maret 2016

Sinta Nur Apriliyani, Tony S Djajakusumah, Widayanti Widayanti

Abstract


Abstract: Universal precautions are infection control measures that should be applied in health care to all patients, regardless of their infection status. The Implementation of universal precautions are based on the principle that all body fluids, blood, secretions, excretions (except sweat), non-intact skin, mucous membranes, potentially transmit disease. This effort is an important step to keep the hospital as a place of healing, not a source of infection. The Implementation of universal precautions behavior, one of which is influenced by factors of knowledge. This study uses observational analytic with cross sectional approach. The study population is health workers to ‘Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)’ General Hospital regional Palabuhanratu period from January to March 2016 90 people consisting of doctors, nurses and midwives who meet the inclusion criteria and no exclusion criteria. Data based on the results of the questionnaire statistical test by using chi-squere. The data showed that the level of knowledge of universal precautions in health workers in BLUD General Hospital regional Palabuhanratu in either category has a percentage of 64.4%, and 35.6% less category. The Implementation of universal precautions behavior of health workers in BLUD General Hospital regional Palabuhanratu obtained good results in the category of as much as 94.4%, and the category of less than 5.6%. The conclusion from this study that there was no correlation between knowledge with the implementation of universal precautions behavior of health care workers in BLUD General Hospital regional Palabuhanratu period from January to March 2016 (p = 0.240).

Abstrak: Kewaspadaan universal merupakan upaya pengendalian infeksi yang harus diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada semua pasien, tanpa memandang status infeksinya. Pelaksanaan kewaspadaan universal didasarkan pada prinsip bahwa semua cairan tubuh, darah, sekresi, ekskresi (kecuali keringat), kulit yang tidak utuh, dan membran mukosasangat potensial menularkan penyakit. Upaya ini merupakan langkah penting untuk menjaga agar rumah sakit sebagai tempat penyembuhan, bukan sumber infeksi. Terlaksananya perilaku kewaspadaan universal, salah satunya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Palabuhanratu periode Januari-Maret 2016 sebanyak 90 orang yang terdiri atas dokter, perawat dan bidan yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Data berdasarkan hasil kuesioner dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji chi-squere. Data menunjukkan tingkat pengetahuan kewaspadaan universal tenaga kesehatan di BLUD Rumah Sakit Umum Palabuhanratu dalam kategori baik memiliki persentase 64,4%, dan kategori kurang 35,6%. Penerapan perilaku kewaspadaan universal tenaga kesehatan di BLUD Rumah Sakit Umum Palabuhanratu didapatkan hasil dalam kategori baik sebanyak 94,4%, dan kategori kurang 5,6%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan perilaku kewaspadaan universal pada tenaga kesehatan di BLUD Rumah Sakit Umum Palabuhanratu periode Januari-Maret 2016 (p= 0,240).


Keywords


Behavior, Knowledge, Universal Precautions

References


Depkes. Pedoman pelaksanaan kewaspadaan universal di pelayanan kesehatan cetakan III. Jakarta: Depkes RI; 2010. p. 3-63

Harrison, Carlene., Weiss, Valerie. Preparing to pass the medical assisting exam. Canada: jones and Bartlett; 2011. p. 222

International Labour Organization. International standart classification of occupations. Avenue Appia, Geneva, Switzerland: ISCO-O8/ International Labour Office; 2012. p. 26-27

Jane S, Emily R, Jackson, Marguerite, Chiarello, Linda. 2007 Guideline for isolation precautions: preventing transmission of infectious agents in health care settings; 2007. p. 66-67

K Vaz, McGrowder D, Alexander-Lindo R, Gordon L, Brown P, Irving R. Knowledge, awareness and compliance with universal precautions among health care workers at the university hospital of the West Indies, Jamaica. Occup Med Environ Health. [serial internet]. October 2010 [sitasi 8 Februari 2016]. [tentang 171-81 p.]. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20630834

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan teori dan aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2010. p. 43-52

Priya NL, Krishnan KU, Jayalakshmi G, Vasanthi S. An analysis of multimodal occupational exposure leading to blood borne infections among health care workers. Indian J Pathol Microbiol [serial internet]. Jan-Mar 2015 [sitasi 7 Februari 2016];58(1):[tentang 66-8 p.]. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25673596

Rawlance N. Occupational health hazards among health care workers in Kampala, Uganda. Journal of Environmental and Public Health [serial internet]. 2015 [sitasi 5 Februari 2016];2015(913742):[tentang 9 p.]. Tersedia dari: http://www.hindawi.com/journals/jeph/2015/913741/cta/

Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara; 2014

Republik Indonesia. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Sekretariat Negara; 2009

Sadoh WE, Adeniran O, Fawole AE. Sadoh AO, Oladimeji, Oladapo S, Sotiloye. Practice of universal precautions among healthcare workers. J Natl Med Assoc [serial internet]. May 2006 [sitasi 8 Februari 2016];98(5):[tentang 722–726 p.]. Tersedia dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2569287/




Flag Counter