Hubungan Gangguan Neurobehavior dengan Paparan Pestisida pada Pekerja Perkebunan Teh PT. X Kabupaten Cianjur

Zahra Salsabila Firdaus, Purnomo Purnomo, Ismet Muchtar Nur

Abstract


Background :The use of pesticides in plantations or agriculture includes insecticides, herbicides, fungicides, rosenticides, and fumigants are chemicals from several groups, namely organochlorines, organophosphates, carbamates, and pyrethroids. Pesticides that are widely used in agriculture and plantations are the organophosphate group because this group is easier to decompose in nature. Besides being able to increase agricultural product yields, pesticides can also have a negative impact on workers in plantations due to exposure to pesticides, including nervous system disorders in the form of neurobehavioral disorders, which are harmful changes or functional disorders of the nerves, both the central nervous system and peripheral nervous system with symptoms / signs - a sign of changes in memory, attention, mood, disorientation, thinking irregularities, as well as changes in somatic, sensory, and cognitive function as neurotoxic effects due to the use of neurotoxicants.

Aim : Research on workers in tea plantations aims to determine the relationship between neurobehavioral disorders in spraying workers (who use pesticides) in tea plantations.

Method: This study used an observational analytic method which aims to reveal the correlative relationship between variables using a cross sectional group design approach and using a total sampling technique. The population and research sample amounted to 30. This study used a questionnaire The German Q18 Quesionnaire. The independent variable in this study is pesticides and the dependent variable in this study is neurobehavioral disorders. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi-square.

Result : The results showed that there was a relationship between the neurubehavioral disorders experienced by workers and the length of exposure to pesticides seen from their working period. The number of respondents who experienced neurobehavior disorders was 18 people (60.0%) had negative neurobehavioral disorders and as many as 12 people (40.0%) had positive neurobehavioral disorders. Chi-Square test results obtained p value = 0.011 <α (0.05), which means that there is a significant relationship / correlation between  neurobehavioral disorders and exposure to pesticides in tea plantation workers of PT. X Cianjur Regency.

Conclusion : in this study, there are neurobehavior disorders in plantation wprkers who use pesticides

 

Latar belakang:  Pestisida yang banyak digunakan di bidang pertanian maupun perkebunan adalah golongan organofosfat karena golongan ini lebih mudah terurai di alam. Selain dapat meningkatkan hasil produk pertanian, pestisida juga dapat menimbulkan dampak negatif pada pekerja di perkebunan akibat pajanan pestisida diantaranya adalah gangguan Susunan Saraf berupa gangguan neurobehavioral merupakan perubahan yang merugikan atau gangguan secara fungsional pada saraf baik sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi dengan gejala/tanda-tanda perubahan pada memori, attention, mood, disorientasi, penyimpangan berfikir, serta perubahan somatik, sensorik, dan fungsi kognitif sebagai efek neurotoksik akibat penggunaan neurotoksikan.

Tujuan :  Penelitian pada pekerja di perkebunan teh ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan neurobehavioral pada pekerja di bagian penyemprotan (yang menggunakan pestisida) diperkebunan teh.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional yang bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel dengan menggunakan pendekatan cross sectional group design dan menggunakan teknik total sampling. Populasi dan sample penelitian berjumlah 30. Penelitian ini menggunakan kuesioner The German Q18 Quesionnaire. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pestisida dan variabel dependen pada penelitian ini yaitu gangguan neurobehavioral. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi-square.

Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara gangguan neurubehavioral yang dialami pekerja dengan lama terpajan pestisida dilihat dari masa kerjanya. Jumlah responden yang mengalami gangguan neurobehavior sebanyak 18 orang (60,0%) memiliki gangguan neurobehavioral yang negative dan sebanyak 12 orang (40,0%) memiliki gangguan neurobehavioral yang positif. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p value = 0,011 < α (0,05) yang berarti bahwa tedapat hubungan/korelasi yang signifikan antara gangguan neurobehavioral dengan paparan pestisida pada pekerja perkebunan teh PT. X Kabupaten Cianjur.

Kesimpulan : dalam penelitian ini adanya hubungan gangguan neurobehavior pada pekerja perkebunan the yang menggunakan pestisida.


Keywords


Gangguan Neurobehavior, Pajanan Pestisida, Pekerja Perkebunan Teh

References


Dhamayanti, Fitriani Antika Saftarina, Fitria. Efek Neurobehavioral akibat Paparan Kronik Organofosfat pada Petani . Jurnal Agromedia .Vol 05. 498-502. 2018

Desnizar I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala neurotoksik pada petani penyemprot tanaman sayuran dengan pestisida di Kenagarian Alahan Panjang kabupaten Solok tahun 2016. JKLI. 2016;16(1):17-21. 2016

Yuantari MGC, Widiarnako B, Sunoko HR. Tingkat Pengetahuan Petani dalam Menggunakan Pestisida ( Studi Kasus di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan ). Semin Nas Pengelolaan Sumberd Alam dan Lingkung 2013:142-148.2013

Fadilah Z. Efek Neuro behavioral dan faktor determinannya pada petani penyemprot tanaman sayur dengan pestisida di desa perbawati kabupaten sukabumi. Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2013.

Kamel F, Hoppin JA. Association of pesticide exposure with neurologic dysfunction and disease. Environ Health Perspect. 2004;112(9):950-958. doi:10.1289/ehp.7135.2004

Kim JY, Park S jin, Kim SK, et al. Pesticide exposure and cognitive decline in a rural South Korean population. PLoS One.;14(3):1-12. doi:10.1371/journal.pone.0213738.2019

Jett DA. Neurotoxic pesticides and neurologic effects. Neurol Clin. 2017;29(2011):667–77. 2017

Zakiyah N, Setiani O, Dianti NA. Hubungan paparan pestisida dengan gangguan perkembangan anak usia3-5 tahun di desa Girirejo kecamatan Ngablak kabupaten Magelang. 2017;5(3):403-10.2017

Ariani Sistem Neurobehavior.Yogyakarta : Salemba Medika. 2011

London, Cheryl Beseler, Maryse F. Bouchard, David C. Bellinger, Claudio ColosioPhilippe Grandjean, Raul Harari, Tahira Kootbodien, Hans Kromhout, Francesca Little, Tim Meijster, Angelo Moretto, Diane . Rohlman, and Lorann Stallones. Neurobehavioural and neurodevelopmental effects of pesticide exposures. NIH Public Access Author Manuscript Neurotoxicology. Author manuscript; available in PMC 2013

Baldi, Anne Gruber, Virginie Rondeau,Pierre Lebailly,Patrick Brochard, Colette Fabrigoule. Neurobehavioral effects of long-term exposure to pesticides: results from the 4-year follow-up of the PHYTONER Study. Occup Environ Med 2011;68:108e115. doi:10.1136/oem.2010.047811

Gilden RC, Huffling K, Sattler B. Pesticides and health risks. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. 2010;39(1):103-10.

Florian C, Farcas A, Matei AV, Coman G. Neurodevelopmental and Neurobehavioral Effects of Organophosphate Pesticides Exposure in Newborns and Children. NATO Sci Peace Secur Ser C Environ Secur. 2013;134:139- 45

Rosas LG, Eskenazi B. Pesticides and child neurodevelopment. Curr Opin Pediatr. 2008;20:191-7.

Costa LG, Giordano G, Guizzetti M, Vitalone A. Neurotoxicity of pesticides: a brief review. Front Biosci. 2008;13:1240- 9.

Ameriana M. Perilaku petani sayuran dalam menggunakan pestisida kimia. JHort. 2008;18(1):95–106.

Zakiyah N, Setiani O, Dewanti NAY. Hubungan paparan pestisida dengan gangguan perkembangan anak usia 3-5 tahun di Desa Girirejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;5(3):402-10.

Wismaningsih ER, Oktaviasari DI. Factors related the use of personal protective equipment (PPE) in farmers in Ngantru Tulungagung District. J Wiyata. 2015;2(2):102–7.

Erwin I, Kusuma D. Inhibitor asetilkolinesterase untuk Menghilangkan Efek Relaksan Otot Non-depolarisasi. CDK. 2012;39(5):333-9.

Wiadi IN, Muliarta IM. Fluktuasi tekanan darah dan efek performa neurobehavior pada paparan pestisida organofosfat jangka panjang pada remaja di daerah pertanian. E-Jurnal Med. 2017;6(4):63–72.

Notoatmojo, Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.2012

Riwidikdo, Handoko, Statistik Kesehatan.Yogyakarta. Mitra Cendikia Press.2012

Lestari.Titik. Panduan Praktis Pengolahan data Komputer Dengan Aplikasi SPSS. Yogyakarta. Nuha Medika. 2019

Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung ALFABETA.2017

Ihrig, A., G. Triebig, dan M. C. Dietz. 2001. Evaluation of A Modified German Version of The Q16 Questionnaire for Neurotoxic Symptoms in Workers Exposed to Solvents. Occup Environ Med. 58:19-23

Jurnal visikes, pengunaan pestisida sebagai faktor risiko ‘’MCI’’ (Mild Cognitive Impairement) pada lansia di wilayah kerja puskesmas Mijen kota Semarang. Vol 13, No.1 April 2014.

Introdustion to human physiology, Lauralee sherwood.2013

WHO. 1986. Neurobehavioral Core Test Battery (NCTB). Operational Guide. Geneva: Oregon Health Sciences University.

Dhamayanti FA, dan Saftarina F.2018.Efek Neurobehavioral akibat paparan Kronik Organofosfat pada petani.Vol 5,No 1 Juni 2018

Putri N, Laksmidewi A.A, dan Adniana I.M.Paparan organofosfat kronik sebagai faktor resiko gangguan kognitif berdasarkan kadar phosphorylated tauserum.Neurona Vol 37,No 2 Maret 2020

Sari Devipurnama.2020.Hubungan antara paparan pestisida dengan kejadian mild cognitive impairement(MCI) pada petani di kecamatan sumowono kabupaten semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26899

Flag Counter