Hubungan Status Imunisasi Dasar terhadap Pneumonia pada Pasien Balita Rawat Inap di RSIA Respati Tasikmalaya

Noufal Rizqullah, Mirasari Putri, Zulmansyah Zulmansyah

Abstract


Abstract. Pneumonia is an inflammatory disease of the lungs, which is one of the primary causes of death in children worldwide. One of the definite risk factors of pneumonia is incomplete immunization status. Immunizations that prevent pneumonia are Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), type B Haemophilus influenza (Hib), Diphteria-Pertussis-Tetanus (DPT), and measles immunization. This study aimed to determine the relationship between basic immunization status <1-year-old with pneumonia in under-five hospitalized patients at RSIA Respati Tasikmalaya in 2020. This was a case-control study. That conducted in October-November 2020 on 30 hospitalized under-five children at Mother and Child Hospital Respati Tasikmalaya and 30 healthy under-five children as a control group. Samples were taken using a quota sampling technique. Retrieval of immunization status using patient medical records and Maternal and Neonatal Health Book. Data analysis using the chi-square test. The results showed that all children under five had never received PCV immunization, 22 from 30 children received complete Hib immunization, 25 from 30 children received complete DPT immunization, and 27 from 30 children received measles immunization. Chi-square analysis showed that there is a correlation between Hib, DPT, and Measles immunization status with pneumonia in under-five children (p-value = 0,000). Under-five children who had received complete Hib, DPT, and measles immunization have a better chance to avoid pneumonia compared to those who had never received immunization. It is hoped that people received complete Hib, DPT, and measles immunization to prevent pneumonia.

Keywords: Immunization status, Pneumonia, Under-five children

Abstrak. Pneumonia adalah penyakit inflamasi pada paru-paru yang merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak di dunia. Salah satu faktor risiko pasti pneumonia adalah status imunisasi dasar yang belum lengkap. Imunisasi yang mencegah pneumonia seperti imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Haemophilus influenza tipe B (Hib), Difteri-Pertusis-Tetanus (DPT), dan Campak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status imunisasi dasar <1 tahun dengan pneumonia pada pasien balita rawat inap di RSIA Respati Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel diambil dengan teknik non-random dengan jenis kuota sampling. Data status imunisasi diperoleh dari rekam medis pasien dan Kartu Menuju Sehat sebagai kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-square­. Hasil penelitian didapatkan seluruh balita tidak pernah mendapatkan imunisasi PCV, 22 dari 30 balita mendapatkan imunisasi Hib lengkap, 25 dari 30 balita mendapatkan imunisasi DPT lengkap, dan 27 dan 30 balita pernah mendapatkan imunisasi Campak. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan status imunisasi Hib, DPT, dan Campak (p-value=0,000). Balita yang mendapatkan imunisasi Hib, DPT, dan campak lengkap memiliki peluang lebih baik untuk terhindar dari pneumonia dibandingkan dengan balita yang belum pernah mendapatkan imunisasi. Diharapkan masyarakat mendapat imunisasi Hib, DPT, dan campak lengkap untuk mencegah pneumonia

Kata kunci: Balita, Status imunisasi, Pneumonia

Keywords


Balita, Status imunisasi, Pneumonia

References


Thomas J. Marrie. Acute Bronchitis and Community-Aquired Pneumonia. Dalam: Michael AG, Jack AE, Robert MK, Allan IP, Jay AF, Robert MS, penyuting. Fishman’s Pulmonary Diseases and Disorders, 5thEd. Vol. 14. 2015.

Sattar SBA, Sharma S. Bacterial Pneumonia. [Updated 2020 Nov 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513321/

The United Nations Children’s Fund /World Health Organization. Pneumonia The Killer of Children. The United Nations Children’s Fund (UNICEF)/World Health Organization (WHO). 2006. 1–44 p.

who.int.[website on the Internet] World Pneumonia Day 2018 [updated 2018; diunduh 16 Desember 2019]. Tersedia dari: www.who.int. 2018.

Riskesdas K. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). J Phys A Math Theor [Internet]. 2018;44(8):1–200. Available from: http://arxiv.org/abs/1011.1669%0A

Profil Kesehatan Jawa Barat. Profil Kesehatan Jawa Barat 2017. 2017;1–236.

Hartati S. Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita. Thesis. 2011;14–152.

IDAI.or.id [website on the internet]. Melengkapi/Mengejar Imunisasi (Bagian I) [updated 2015 May 30; diunduh 13 Januari 2021]. Tersedia dari: www.idai.or.id

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2018, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2018. 207 p.

Hartati S, Nurhaeni N, Gayatri D. Faktor Risiko Terjadinya Pneumonia pada Anak Balita. J Keperawatan Indones. 2012;15(1):13–20.

Soleman R, Nilapsari R, Nurhayati E. Hubungan Kejadian Pneumonia Balita dengan Status Imunisasi Dasar Lengkap disertai Vaksinasi Haemophilus Influenzae type B di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Periode Tahun 2015. 2015;1–6.

le Roux DM, Zar HJ. Community-acquired pneumonia in children — a changing spectrum of disease. Pediatr Radiol. 2017;47(11):1392–8.

Matthew PK, Sherilyn S. Infectious Diseases. Dalam: Marcdante K, Kliegman R, penyunting. Nelson Essentials Of Pediatric. 7th ed. Philadelphia: Elsevier Saundes; 2015. 358–359 p.

Cohen ND, Bordin AI. Principles of Vaccination. Equine Clin Immunol. 2016;263–78.

Gray D, Zar HJ. Childhood pneumonia in low and middle income countries: Burden, prevention and management. Open Infect Dis J. 2010;4(SPEC. ISSUE 1):74–84.

Gunardi H, Kartasasmita CB, Rezeki Hadinegoro SS, Irawan Satari H, Oswari H, Pusponegoro HD, et al. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017 Sari Pediatr [Internet]. 2017;18(5):417–22. Available from: https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/viewFile/1120/pdf_1

Abbas AK, Licthman AH, Pillai S. Immunity to Microbes. Dalam: Abbas AK, Licthman AH, Pillai S. Cellular and Molecular Immunology 8th ed. Philadelphia: Elsevier; 2015. hlm 339-340

Iswari BM, Nurhidayah I, Hendrawati S. Hubungan Status Imunisasi: DPT-HB-HIB dengan Pneumonia pada Balita Usia 12-24 bulan di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. J Keperawatan. 2017;8(2):101–15.

Sari P, Vitawati. Hubungan Pemberian Imunisasi DPT Dan Campak Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Anak Usia 10 Bulan - 5 Tahun di Puskesmas Sangurara Kota Palu Tahun 2015. J Ilm Kedokt. 2019;6(1):45–54.

N.Rahajoe N, Supriyanto B, Setyanto DB. Buku Ajar Respirologi Anak. Badan Penerbit Ikat Dr Anak Indones. 2018;(1):10–47.

Perry RT, Halsey NA. The clinical significance of measles: A review. J Infect Dis. 2004;189(SUPPL. 1).

Leah TB, Mayra EL, Andrea LP, Susan MS, Karen W. Exanthematous Viral Diseases. Dalam: Lowell AG, Stephen IK, Barbara AG, Amy SP, David JF, Klaus W, penyunting. Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine 8th ed. United States: McGraw-Hill; 2012. hlm 2339.

Itmah A, Rasdi N, Jumriani A. Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Anak Umur 6-59 Bulan di RSUD Salewangan Maros Tahun 2012 Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Mak. 2012;1–14.

Garina LA, Putri SF, Yuniarti. Hubungan Faktor Risiko dan Karakteristik Gejala Klinis dengan Kejadian Pneumonia pada Balita. 2012;26–32.

Wicaksono H. Nutritional Status Affects Incidence of Pneumonia in Underfives. Folia Medica Indones. 2016;51(4):285.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26897

Flag Counter