Perbandingan Nilai Stres Kerja Gilir Pagi dengan Kerja Gilir Sore pada Barista di Dreezel Coffee Bandung

Annisa Alifia Aksani, Yoyoh Yusroh, Dony Septriana

Abstract


ABSTRACT. Shifts working is work time to do something and can be categorized as three times, morning, evening and night. The productivity of a company is greatly influenced by the quality of its human resources. Work-related stress is dangerous when physical and emotional responses occur due to a mismatch between job requirements, abilities and needs of workers. Barista workers are one of the professions that are at risk of experiencing stress due to work, especially if the shift work is not properly divided. The purpose of this study was to determine the comparison of the stress value between morning shift work and afternoon shift work baristas at Dreezel Coffee Bandung. This research was  by analytic observational study with cross-sectional study and Independent T-Test. Subjects were taken by total sampling technique. The samples is 20 people. Data obtained through the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) questionnaire filled out by barista Dreezel Coffee Bandung. Baristas consist of 10 people who work shifts in the morning and 10 people who work in the afternoon, with 16 men and 4 women. Baristas who work in evening shift work had a higher stress value than morning shift work. It is concluded that there are differences in the stress value of morning shift and afternoon shift work for baristas at Dreezel Coffee Bandung. (p value 0.001).

 

Keywords: barista; shift work; stress value.

 

ABSTRAK. Kerja gilir adalah waktu kerja untuk mengerjakan sesuatu dan dapat dikategorikan tiga waktu yaitu pagi, sore dan malam. Produktivitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Stres terkait pekerjaan dianggap berbahaya ketika respons fisik dan emosional terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara persyaratan pekerjaan, kemampuan serta kebutuhan pekerja. Pekerja barista adalah salah satu profesi yang berisiko mengalami stres akibat kerja terutama jika pembagian kerja gilir tidak benar. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui perbandingan nilai stres antara kerja gilir sore dengan kerja gilir pagi pada barista di Dreezel Coffee Bandung. Penilitian dilakukan secara observasional analitik dengan studi cross-sectional dan Uji Independent T-Test. Subjek diambil dengan teknik total sampling. Jumlah sampel 20 orang. Data didapat melalui kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang diisi oleh barista Dreezel Coffee Bandung. Barista terdiri dari 10 orang kerja gilir pagi dan 10 orang kerja gilir sore dengan berjenis kelamin laki laki 16 orang dan perempuan 4 orang. Barista yang bekerja pada kerja gilir sore mempunyai nilai stres lebih tinggi dibandingkan yang bekerja pada kerja gilir pagi. Jadi disimpulkan terdapat perbedaan nilai stress kerja gilir pagi dengan kerja gilir sore pada barista di Dreezel Coffee Bandung. (p value 0,001).

 

Kata Kunci: barista; kerja gilir; nilai stres.


Keywords


barista, kerja gilir, nilai stres.

References


Ambrarwati PD, Sambodo SP, Retna TA. Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa Muhammadiyah University Magelang. J. Keperawatan. 2017 Mei ; 5(1):40-47.

Adi P, Haryono & Tri Joko Raharjo Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology .2019;8(1): 17 – 23

Adi P, Zulfahrin LM, Saepudin A, dan Fisnani Y. Buku Kurikulum Barista Profesional (dasar). 2019;2.

Firmana AS dan Hariyono W. Hubungan shift kerja dengan stress kerja pada karyawan bagian operation PT. Newmont Nusa Tenggara Kabupaten Sumbawa Barat. KES MAS Vol.5, No. 1, Januari 2011 : 1-67

Gaol, Nasib Tua Lumban. Teori Stres: Stimulus, Respons dan Transaksional. J. B.Psikologi . 2016;24(1).

Hoboubi N, Choobineh AR, Ghanavati FK, Keshavarzi S, dan Hosseini AA. The Impact of Job Stress and Job Satisfaction on Workforce Productivity in an Iranian Petrochemical Industry. J. Safety and Health at Work. 2016 ;07.002 : 69-70.

Kholis,Ahmad Nur, et all. Guideline Book Design For Manual Coffee Home Brewing. 2019;6(3):3607-3612.

Mahmud R, Uyun Z Studi deskriptif mengenai pola stress pada mahasiswa pratktikum. J. Indigenous. 2016;1(2).

Masradinur. Stres dan cara mengatasinya dalam perspektif psikologi ISSN,2460-4917. 2016;2(2)

Rejeki YS, Achiraeniwati E dan Taufik A. Evaluasi pengaruh sistem gilir kerja terhadap beban kerja fisik karyawan : Studi kasus PT. Primarindo Asia Infrastructure, TBK. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sains, Tek dan Kes Vol 2, No. 1, 2011 : 439-48.

Shahsavarani AM, Abadi EAM, Kalkhoran MH Esfandir Azad. Stress : Facts and Theories through Literature Review. International J. Med Review. 2015;Vol 2:230-241.

Syafar S, Fiatno A. Pengaruh shift kerja terhadap kelelahan pekerja pabrik sawit di PTPN V Sel Galuh. J. Teknik Industri Terintegrasi. 2018;1(2).

Undang- undang Republik Indonesia no.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26892

Flag Counter