Uji Daya Hambat dan Daya Bunuh Ekstrak Air Kopi Robusta (Coffea Cenaphora) terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (In Vitro)

Asep Duta Amwalia, Yanuar Zulkifli Harun, Hendro Sudjono Yuwono

Abstract


Abstract. The large number of use of antibiotic drugs that are not suitable for use should result in some bacteria being resistant or resistant to antibiotics commonly used to treat infections by bacteria such as penicillin. Various researches are being conducted in order to develop medicinal properties and the potential of natural ingredients as agents used to fight antibiotic-resistant bacterial infections. Coffee bean is an herbal plant that is currently being carried outresearch in vitro and in vivo which is believed to inhibit bacterial growth. The bacteria that are resistant to penicillin class antibiotics and the most commonly found are Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This study aims to determine the antibacterial ability of Robusta coffee beans against Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This research is quantitative in nature and is an experimentalanalytical study in vitro with a post test control group design. Robusta coffee extract was grouped into 6 groups with concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, positive control, negative control, and bacterial control. In this study, the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Robusta coffee water extract with a concentration of 50% was stronger than the positive control, while the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of Robusta Coffee water extract with a concentration of 75% was found to be stronger than the positive control. This is due to the high concentration of compounds in Robusta coffee beans such as caffeine, chlorogenic acid, and trigonelin which work as an antibiotic agent in bacteria Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Key words: Antibacterial, MRSA, Resistance, Robusta Coffee Beans

Abstrak. Banyaknya  penggunaan obat antiobiotik yang tidak sesuai dengan penggunaan seharusnya mengakibatkan beberapa bakteri resisten atau tahan terhadap antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi oleh bakteri seperti penicillin. Berbagai penelitian terus dilakukan dalam rangka pengembangan pengobatan dan potensi bahan alam sebagai agen yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri yang resiten terhadap antibiotik. Biji kopi merupakan tanaman herbal yang saat ini dilakukan penelitian secara in vitro dan in vivo yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Adapun bakteri yang resisten terhadap antibiotik golongan penicillin dan paling sering ditemukan adalah bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri biji Kopi Robusta terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini bersifat kuantitatif dan merupakan penelitian analitik eksperimental in vitro dengan rancangan post test control group design. Ekstrak Kopi Robusta dikelompokan menjadi 6 kelompok dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, kontrol positif, kontrol negatif, dan kontrol bakteri. Pada penelitian ini Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak air Kopi Robusta dengan Konsentrasi 50% lebih kuat dibandingkan dengan kontrol positif, sementara Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM)  ekstrak air Kopi Robusta dengan Konsentrasi 75% didapatkan lebih kuat dibandingkan dengan kontrol positif. Hal ini diakibatkan oleh tingginya konsentrasi senyawa pada biji Kopi Robusta seperti, kafein, asam klorogenat, dan trigonelin yang bekerja sebagai agen antibiotik pada bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Kata kunci: Antibakteri, Biji Kopi Robusta, MRSA, Resistensi


Keywords


Antibakteri, Biji Kopi Robusta, MRSA, Resistensi

References


Yaqin M, Nurmilawati M. Pengaruh Ekstrak Kopi Robusta (Coffea robusta) sebagai Penghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Semin Nas XII Pendidik Biol FKIP UNS. 2015:867-872.

Lakhundi S, Zhang K. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus: Molecular Characterization, Evolution, and Epidemiology. Clin Microbiol Rev. 2018;31(4).

Melo ACM. J Chem Inf Model. 2013;53(9):1689-1699.

Yuwono HS. The New Paradigm of Wound Management Using Coffee Powder. Glob j Surg. 2014;2(2):25-29.

Fauzi MR, Lindawati Y. EFEK EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA ( coffeacanephora ) TERHADAP pH SALIVA dan PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus ( ATCC ® 29213 TM ) ( IN VITRO ). 2013:309-312.

Farah A. Coffee Constituents. Coffee Emerg Heal Eff Dis Prev. 2012:21-58.

Methods for Dilution Antimicrobial Susceptibility Tests for Bacteria That Grow Aerobically ; Approved Standard — Ninth Edition. Vol 32.; 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26815

Flag Counter