Pengaruh Tingkat Pengetahuan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap Angka Kejadian Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Pegawai Cleaning Service di Kampus Kota Padang Tahun 2020

Jeri Sevtia Nurman, R.A Retno Ekowati, Arief Guntara

Abstract


Abstract. Irritant contact dermatitis (DKI) is defined as inflammation of the skin due to exposure to an exogenous agent that does not require prior immune system sensitization. This study generally aims to determine the effect between the level of knowledge of employees about PPE on the possible incidence of dermatitis symptoms in cleaning service employees at the Campus City of Padang. This study used a quantitative approach, observational analytic with cross sectional method. This research was conducted in the city of Padang in 2020. The sample data of this study were 51 respondents of cleaning service employees in the city of Padang according to the inclusion criteria. The data collection technique used a validated questionnaire. The results showed the level of knowledge about PPE in the good category was 90.20% and affected by irritant contact dermatitis symptoms was 4.35%. Meanwhile, the level of knowledge about PPE in the category was quite as much as 9.80% and the cleaning service employees who did not have symptoms of irritant contact dermatitis were 95.65%. The influence between the level of knowledge of cleaning services in the use of PPE on the incidence of irritant contact dermatitis due to work on campus is a negative effect.

Key words: influence, level of knowledge, PPE, incidence, symptoms of dermatitis.

Abstrak. Dermatitis kontak iritan (DKI) didefinisikan sebagai peradangan pada kulit akibat paparan agen eksogen yang tidak memerlukan sensitisasi system kekebalan sebelumnya. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pengetahuan pegawai tentang APD terhadap kemungkinan angka kejadian gejala dermatitis pada pegawai cleaning service di Kampus Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, analitik observasional dengan metode cross sectional. Penelitian ini di lakukan di  Kota Padang pada tahun 2020. Sampel data penelitian ini  sebanyak 51 responden pegawai cleaning service di Kota Padang sesuai kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mengenai APD kategori baik sebanyak 90,20% dan terkena gejala dermatitis kontak iritan sebanyak 4,35%. Sementara tingkat pengetahuan mengenai APD kategori cukup sebanyak 9,80% dan pegawai cleaning service yang tidak terkena gejala dermatitis kontak iritan sebanyak 95,65%. Pengaruh antara tingkat pengetahuan cleaning service dalam penggunaan APD terhadap angka kejadian gejala dermatitis kontak iritan akibat kerja di Kampus adalah terjadi pengaruh negatif.

Kata Kunci: pengaruh, tingkat pengetahuan, APD, kejadian, gejala dermatitis.


Keywords


pengaruh, tingkat pengetahuan, APD, kejadian, gejala dermatitis.

References


Bahar API, Kawatu PAT, Adam H. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Penggunan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Cleaning Service Di Rsup Prof. Dr. Rd Kandou Manado. J Kesmas. 2018;7(5).

Azady AAA, Widowati E, Rahayu SR. Penggunaan Job Hazard Analysis dalam Identifikasi Risiko Keselamatan Kerja pada Pengrajin Logam. HIGEIA (Journal Public Heal Res Dev. 2018;2(4):510–9.

Patel D. Oxford Handbook of Occupational Health. Occup Med (Chic Ill). 2008;58(3):225–225.

Brun E (Ed. . The occupational safety and health of cleaning workers. Publications Office. 2009.

Usatine R, Riojas M. Diagnosis and Management of Contact Dermatitis - American Family Physician. Am Fam Physician [. 2016;82(3):249–55. Available from: http://www.aafp.org/afp/2010/0801/p249.html

Paendong R, Pandaleke H, Mawu F. Gambaran Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Petugas Cleaning Service di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. e-CliniC. 2017;5(2).

Saftarina F, Sibero HT, Aditya M, Dinanti BR. Prevalensi Dermatitis Kontak Akibat Kerja. 2015;19–25. Available from: http://fk.unila.ac.id/wp-content/uploads/2016/06/4.pdf

Farsida F, Zulyanda M. Analisis Penggunaan Alat Pelindung Diri Dalam Penanganan Sampah Medis Pada Petugas Cleaning Service Di Rsud Kabupaten Bekasi Tahun 2016. J Kesehat. 2019;12(1):14–23.

Junqueira LCU, Mescher AL. Junqueira’s Basic histology book & atlas 12th. McGraw-Hill Medical. 2012. 5–452 p.

Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja. Menteri Kesehat. 2016;1–35.

Anshar R, Pramuningtyas R, Usdiana D. Hubungan Pekerja Basah Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerjapada Petugas Kesehatan Di Rumah Sakit X Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Biomedika. 2017;8(2):25–30.

Masyarakat JK. Hubungan Personal Hygiene, Lama Kontak, Dan Masa Kerja Dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan Pada Pengrajin Tahu Mrican Semarang. J Kesehat Masy. 2018;6(4):378–86.

Edo Marzá N, Buhalis D, View P, Lambin X, Palikot E, Murphy J, et al.. J Res. 2019;44(12):243–54.

Permenakertrans. Peraturan menteri ketenagakerjaan republik indonesia nomor 5 tahun 2018. J Pendidikan, Teknol dan Kejuru.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26811

Flag Counter