Hubungan Persepsi Mahasiswa terhadap Proses Pembelajaran dengan Pencapaian IPK Mahasiswa FK Unisba Tahun Akademik 2019/2020

Asri Maharani Dewi, Susanti Dharmmika, Mia Kusmiati

Abstract


Abstact. Perception is a person's response to what is seen or felt so that it will affect thought patterns. If a person's perception of an object is good, there will be a sense of pleasure and interest in that object. Likewise, in the learning process, if it is in accordance with their abilities and expectations, students will feel content and give a good perception of it. The learning process comprises of learning materials, lecturers as teachers, methods, and learning objectives. Final result is stated by the GPA (Grade Point Average). This study aims to determine the relationship between student perceptions of the learning process and the achievement of students' GPA in the Medical Faculty of Unisba. The research design used an analytic observational method with a cross-sectional approach while the data collection was conducted with a questionnaire. The study population was all students for the years 2017, 2018, and 2019 with a total sample of 158 respondents consisting of 55 of 2017 students (34.8%), 74 of 2018 students (46.8%), and 29 of 2019 students (18.4%). The results taken from most of the students' perceptions of the learning process in the Medical Faculty of Unisba showed as follows: 125 students (79.1%) stated that it was sufficient and 119 students (75.3%) were in the very satisfying GPA category (75.3%). Bivariate analysis with chi-square showed that there was no relationship between student perceptions of the learning process and the Grade Point Average p= 1,761 (p> 0.05).

Keywords: student perceptions, medical student, learning process, Grade Point Average

Abstrak. Persepsi merupakan suatu tanggapan seseorang tentang apa yang dilihat atau dirasakan sehingga akan mempengaruhi pola pikir. Jika persepsi seseorang terhadap suatu objek baik maka akan timbul rasa senang dan tertarik terhadap objek tersebut. Begitupun dalam proses pembelajaran, jika dalam pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan dan harapan mahasiswa akan merasa senang dan memberikan persepsi yang baik terhadap proses pembelajaran. Proses pembelajaran tersusun atas materi belajar, dosen sebagai pengajar, metode, dan tujuan pembelajaran. Hasil akhir pembelajaran dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran dengan pencapaian IPK mahasiswa di FK Unisba. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik, bersifat kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Student Evaluation of Learning Experience & Examination Questionnaire (SELEQ) yang dibuat oleh Mia Kusmiati, dr., M.Pd.Ked. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa 2017, 2018, 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 158 responden terdiri dari 55 orang mahasiswa 2017 (34,8%), 74 orang mahasiswa 2018 (46,8%), dan 29 orang mahasiswa 2019 (18,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran di FK Unisba 125 mahasiwa (79,1%) menyatakan cukup dan  119 mahasiswa (75,3%) berada pada kategori IPK sangat memuaskan (75,3%). Analisis bivariat dengan Chi square menunjukan tidak ada hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran dengan Indeks Prestasi Kumulatif p = 1,761 (p>0,05).

Kata kunci: persepsi mahasiswa, mahasiswa kedokteran, proses belajar, Indeks Prestasi Kumulatif


Keywords


persepsi mahasiswa, mahasiswa kedokteran, proses belajar, Indeks Prestasi Kumulatif

References


Lazwardi D. Manajemen Kurikulum Sebagai Pengembangan Tujuan Pendidikan. Kependidikan Islam. 2017;7(1):99–112.

Nasional USP. Introduction and Aim of the Study. Acta Pædiatrica. 1982;71:6–6.

Pane A, Darwis Dasopang M. Belajar Dan Pembelajaran. FITRAHJurnal Kaji Ilmu-ilmu Keislam. 2017;3(2):333.

Pusparini M, Imaningdyah A, Andayani SH, Pribadi Z, Miranti DD. Hubungan antara IPK Program Sarjana Kedokteran dengan Nilai UKMPPD Mahasiswa FKUY. Juke Unila. 2015;1(2):235–42.

Nasbi I. Manajemen Kurikulum: Sebuah Kajian Teoritis. Idaarah J Manaj Pendidik. 2017;1(2):318–30.

Widoyoko EP. Evaluasi Program Pembelajaran. J Ilmu Pendidik. 2000.

Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. 2019;169.

Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia.. 2012:8.

Herman RB, Sukarya WS, Rasmin M, Soebono H, Yuniadi Y, Soemitro D D. Standar pendidikan profesi dokter. 2012:1–26.

Penida N. Manual mutu UPT Puskesmas. 2016 Sep:1–2.

Kurniawan A. Model Pengembangan Atmosfer Akademik : Pembentukan Iklim Kampus. Agung Widhi Kurniawan. 2013 Agt:0–12.

Sinambela LP. Profesionalisme Dosen Dan Kualitas Pendidikan Tinggi. Populis. 2017;2(4):579–96.

Lisiswanti R. Peranan dosen pendidikan kedokteran: dari perspektif ilmu pendidikan kedokteran. JK Unila. 2019;3(1):186–90..

Shafira. Peran MCQ Sebagai Instrumen Evaluasi Dalam Pendidikan Kedokteran. Jmj. 2015;3(2):132–9.

Wulan KA. SOCA ( Student Oral Case Analysis ). SOP. 2017;0–6

Rohmawati A. Efektivitas Pembelajaran. J Pendidik Usia Dini. 2015;9(1):15–32.

Daruyani S, Yuciana WH. Faktor-faktor yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa fsm universitas diponegoro semaster pertama dengan motode regresi logistik biner. Pros Semin Nas Stat. 2013.

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa. Kreano J Mat Kreat. 2011.

Munthe AP. Pentingnya evaluasi program di institusi pendidikan: Sebuah Pengantar, Pengertian, Tujuan dan Manfaat. Sch J Pendidik dan Kebud. 2015;5(2):1.

Kartowagiran B. Evaluasi kurikulum. 2010: 1–9.

Muryadi AD. Model evaluasi program dalam penelitian evaluasi. Jurnal Ilmiah PENJAS. 2017 Jan;3(1)

Darodjat., Wahyudhiana M. Model Evaluasi , Measurement, Assessment, Evaluation. Islamadina. 2015;XIV:1–28.

Qomari R. Model-model evaluasi pendidikan. Insa J Pemikir Altern Kependidikan. 1970;13(2):173–88.

Ananda R, Rafida T. Pengantar evaluasi program pendidikan. Perdana Publishing. 2017;53:1–229.

Tayibnapis FY. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi. 2013:238.

Utami CW. Landasan Teori. 2016;(2012):6. Tersedia dari: http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-kreativitas-definisi-aspek.html

Widoyoko SEP. Evaluasi program pelatihan. Yogyakarta; Pustaka Pelajar. 2017 Sep 1.

Kusmiati M, Bahari R, Hamid NAA, Sanip S, Emilia O. Validation of Patient Perception Instruments for Junior Doctor Performance: a Factor Analysis. Glob Med Heal Commun. 2019;7(1):71–80.

Yohanita P. Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Dosen Di Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata. Ecodunamika. 2018.

Mudayati H. Hubungan persepsi mahasiswa tentang metode pembelajaran dan penguasaan materi dosen dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D III Kebidanan Universitas Tulungagung. 2008;1–97. dosen dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D III Kebidanan Universitas Tulungagung. 2008;1–97.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26730

Flag Counter