Hubungan Usia Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Al-Ihsan Tahun 2019

Vanka Agusto, Waya Nurruhyuliawati, Sadiah Achmad

Abstract


Abstract. Low birth weight according to the World Health Organization (WHO) is  defined to be low if the weight is below 2,500 g. The prevalence of low birth weight  in West Java is around 2.4% with the highest prevalence in the city of  Bandung around 7.5%. LBW incidence is related to infant mortality. Every year around 1.1 million infants die due to low birth weight. Internal factors that cause LBW is the age of the mother to give birth. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and the incidence of low birth weight infants. This was an analytic observational study with a cross-sectional design, the data were processed using the Chi-Square hypothesis test. The number of research samples was 1219  mothers who gave birth and met the inclusion and exclusion criteria which  were taken from secondary data in the form of birth medical records at Al Ihsan Hospital in 2019. The result showed that the incidence of LBW at risky ages (<20) 28 people (38.4%) out of 73 people. The incidence of LBW at no risk ages (20-30) was 152 people (16.9%) out of 901 people. The incidence of LBW at risk age (> 35) was 59 people (24.1%) out of 245  people. The conclusion of this study is that there is a significant  relationship between maternal age and the incidence of low birth weight  infants with p result is  0,00 < 0.05.

Key words: Age, LBW, RSUD Al-Ihsan

Abstrak. Berat badan lahir rendah menurut World Health Organization (WHO)  dikatakan rendah apabila beratnya dibawah 2.500 g. Prevalensi berat badan lahir rendah di  Jawa Barat sekitar 2,4% dengan prevalensi tertinggi terdapat di kota  Bandung sekitar 7,5%. Kejadian BBLR berkaitan dengan kematian bayi,  setiap tahun sekitar 1,1 juta bayi meninggal dunia disebabkan oleh berat  badan lahir rendah. Faktor internal penyebab BBLR adalah usia ibu hamil.  Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan usia ibu hamil dengan  kejadian bayi berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan  observasional analitik dengan rancangan potong lintang, data diolah  menggunakan uji hipotesis Chi-Square. Jumlah sampel penelitian adalah  1219 ibu yang hamil dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang  diambil dari data sekunder berupa rekam medis kelahiran di RSUD Al Ihsan tahun 2019. Didapatkan data angka kejadian BBLR pada usia berisiko  (<20) sebanyak 28 orang (38,4%) dari 73 orang. Angka kejadian BBLR pada  usia tidak berisiko (20-30) sebanyak 152 orang (16,9%) dari 901 orang.  Angka kejadian BBLR pada usia berisiko (>35) sebanyak 59 orang (24,1%)  dari 245 orang. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang  signifikan antara usia ibu dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah dengan hasil p  0,00 < 0.05.

Kata kunci: BBLR, RSUD Al-Ihsan, Usia


Keywords


BBLR, RSUD Al-Ihsan, Usia

References


World Health Organization. World health assembly global nutrition targets 2025: Low birth weight policy brief. World Heal Organ. 2012;1–7. Tersedia dari : http://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_stunting_policybrief.pdf

Khan A, Nasrullah FD, Jaleel R. Frequency and risk factors of low birth weight in term pregnancy. Pakistan J Med Sci. 2016;32(1):138–42.

Restrepo-Méndez MC, Lawlor DA, Horta BL, Matijasevich A, Santos IS, Menezes AMB, et al. The association of maternal age with birthweight and gestational age: A cross-cohort comparison. Paediatr Perinat Epidemiol. 2015;29(1):31–40.

Louis B. Prevalence and Factors Associated with Low Birth Weight among Teenage Mothers in New Mulago Hospital: A Cross Sectional Study. Indian Highw. 2016;14(2):22–9.

Profil Kesehatan Jawa Barat. Profil Kesehatan Jawa Barat 2017. 2017;1–236.

Pinontoan V, Tombokan S. Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. J Ilm Bidan. 2015;3(1):20–5.

Rosmala Nur, Adhar Arifuddin RN. Analisis Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. J Kesehat Masy . 2016;7(1):29–42. Tersedia dari: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Preventif/article/view/5817/4574

World Health Organization (WHO). Global Health Observatory (GHO) data - Infant Mortality. World Heal Organ website. 2017;1–2.

Hughes MM, Black RE, Katz J. 2500-g Low Birth Weight Cutoff: History and Implications for Future Research and Policy. Matern Child Health J. 2017;21(2):283–9.

Iskandar W, Andayani Y, Marlia L, Burhan B, Primadi A. The Influence of Gestational Age and Birth Weight on Neonatal Mortality. Global Medical & Health Communication.2020;8(3):239–44.

Untari S. Pengetahuan ibu tentang faktor penyebab terjadinya bblr (berat badan lahir rendah) di kabupaten grobogan. J Ilm Kesehat. 2016;8(September):85–8.

Fadlyana E, Larasaty S. Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Sari Pediatr. 2016;11(2):136.

Kurnia D. Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Cukup Bulan DENGAN BBLR di RSUD Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta tahun 2016. Sekol Tinggi Ilmu Kesehat Jenderal Achmad Yani. 2017;4:9–15.

Putri W. Faktor Ibu terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. Higea J Public Heal Res Dev [Internet]. 2019;3(1):55–62. tersedia dari : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=2ahUKEwiouJ3q2JntAhVO6XMBHbcWAg0QFjABegQIBxAC&url=https%3A%2F%2Fjournal.unnes.ac.id%2Fsju%2Findex.php%2Fhigeia%2Farticle%2Fdownload%2F28692%2F12710&usg=AOvVaw11RvK02wvk8g5xlxVGsKaK

Dinkes Jawa Barat. Profil Kesehatan Jawa Barat Tahun 2019. J Chem Inf Model. 2019;53(9):1–107.

Prudhivi S, Bhosgi R. Maternal factors influencing low birth weight babies. Int J Contemp Pediatr. 2015;2(4):287–96.

Windari F. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Tahun 2014. 2015;151:10–7.

Wahyu Ernawati. Hubungan Faktor Ibu dan Paritas dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSU PKU Muhammadiyah. Fak Ilmu Kesehat Univ ‘Aisyiyah Yogyakarta. 2017;4.

Sujianti. Hubungan usia ibu dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Cilacap. Al-Irsyad Health Journal. 2018;XI(1):62–7.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26725

Flag Counter