Kepatuhan Berobat Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan MDR-TB dengan DM

Rizki Romdhon, Wida Purbaningsih, Yuniarti Yuniarti

Abstract


Abstract. Tuberculosis (TB) is one of the top 10 causes of death and the third most infectious disease in the world. Multi-drug resistant tuberculosis (MDR-TB) is a health problem in the world today. Diabetes millitus (DM) is well known as a risk factor for TB / MDR-TB, and it is found that the treatment outcome is worse in MDR-TB with DM. The aim of the study was to see the relationship status of DM and treatment with MDR-TB treatment in TB with DM. This research is an observational analytic study using a cross sectional design. The data were obtained from 49 medical records of MDR-TB patients with DM in poli MDR-TB RSD Gunung Jati Kota Cirebon in 2019. The analytical test used was the Chi-square Test and Fisher's Test at a 95% confidence level. The results showed that the incidence of MDR-TB with uncontrolled DM was 86%, patients who were not adherent to MDR-TB treatment were 53%, treatment of MDR-TB patients with DM was 57%, there was no relationship between DM status and treatment in patients. MDR-TB with DM and there is a relationship between people who are confident with treatment in MDR-TB patients with DM. The conclusion is that DM status has no relationship with treatment success and treatment adherence is related to treatment success.

Key words: Diabetes Militus, Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), DM status, MDR-TB Treatment.

Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian paling tinggi dan penyakit infeksi nomor tiga di dunia. Multi drug resistant tuberculosis (MDR-TB) merupakan masalah kesehatan di dunia saat ini. Diabetes millitus (DM) sudah dikenal sebagai faktor risiko TB/MDR-TB, dan ditemukan hasil pengobatan yang lebih buruk pada MDR-TB dengan DM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status DM dan kepatuhan berobat dengan keberhasilan pengobatan MDR-TB pada p-TB dengan DM. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain potong lintang. Data di peroleh dari 49 rekam medis pasien MDR-TB dengan DM di poli MDR-TB RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2019. Uji analisis yang digunakan adalah Chi square Test dan Fisher’s Test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian MDR-TB dengan DM tidak terkontrol sebesar 86 %, pasien yang tidak patuh berobat MDR-TB sebesar 53%, keberhasilan pengobatan pasien MDR-TB dengan DM sebesar 57%, tidak terdapat hubungan bermakna antara status DM dengan keberhasilan pengobatan pada pasien MDR-TB dengan DM dan terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan berobat dengan keberhasilan pengobatan pada pasien MDR-TB dengan DM. Kesimpulan status DM tidak terdapat hubungan dengan keberhasilan pengobatan dan kepatuhan berobat berhubungan dengan keberhasilan pengobatan.

Kata kunci: Diabetes Militus, Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), status DM, Pengobatan MDR-TB.


Keywords


Diabetes Militus, Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), status DM, Pengobatan MDR-TB.

References


DAFTAR PUSTAKA

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2019. France WHO: 2019;3-8.

Global Tuberculosis Report 2020. 2020;53(9):1689–99.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi TBC di Indonesia. 2019; 2-13.

Fajarwati I, Handayani D, Burhan E. Diabetes mellitus increases risk of Multi-Drug Resistant Tuberculosis in Jakarta, Indonesia. 2019;5153–5163.

Khitami Aziz K. Pengobatan tuberkulosis paru dan diabetes melitus serta pengaruhnya terhadap risiko Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). 2019;2(1):22–32.

Depkes RI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018;1.

Irvine WJ. Classification of Diabetes Mellitus. Vol. 309, The Lancet. 2019;1202–1203.

Framework O, Carecontrol FOR. Collaborative framework for care and control of Tuberculosis and Diabetes. WHO. 2011;314(5805):2.

Internation Diabetes Federation. IDF Diabetes atlas ninth edition. 2019.

Lin Y, Harries AD, Kumar AM. Management of diabetes mellitus-tuberculosis: a guide to the essential practice. 2018;1–94.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Petunjuk teknis penemuan pasien TB-DM di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Kementeri Kesehat RI. 2015;1–39.

Chitnis AS. Co-morbidities & Special Situations. 2018;173–96.

Yoon YS, Jung JW, Jeon EJ. The effect of diabetes control status on treatment response in pulmonary tuberculosis: A prospective study. Thorax. 2017;72(3):263–70.

Mei R, Juni A, Juli P, Munir SM. Profile of Multi-Drug Resistant Tuberculosis patients with Type 2 Diabetes Mellitus Type in Arifin Achmad General Hospital of Riau Province Between 2014 -2017. 2019;10–7.

Song C, Xie W, Gong L. The relationship between HbA1c control levels and antituberculosis treatment effects: A meta-analysis. Chinese Medicine Association. 2019;82(12):915–21.

Penggayuh, Pascahana L, Winarno. Faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. 2019;1(1):28–38.

Susilo R, Maftuhah A, Hidayati NR. Kepatuhan pasien TB paru terhadap penggunaan obat TB paru Di Rsud Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Medical Sains. 2018;2(2):83–8.

Peminatan M, Tropik P, Undip FKM. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status kesembuhan penderita tuberkulosis paru. Kesehatan Masyarakat. 2016;3(3):141–51.

Briffotaux J, Liu S, Gicquel B. Genome-Wide Transcriptional Responses of Mycobacterium to Antibiotics. 2019;10(2):1–14.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26717

Flag Counter