Gambaran Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Penduduk yang Tinggal di Pinggir Rel Kereta Api di Jalan Cinta Asih di Kota Bandung 2020

Jihan Azzahra Namira, Buti Azfiani Azhali, Iwan Tatang Hermawan

Abstract


Abstract. According to the Committee for Hearing Loss and Deafness (PGPKT) hearing loss due to noise in 2014 Indonesia ranked highest in Asia. In Indonesia, many settlements close to railroad tracks are known to have a noise intensity greater than that recommended number which is 55db. This study used a descriptive method using a cross sectional survey design with a total sampling technique of the people who live on the edge of the railroad tracks. The purpose of this study was to describe the complaints of hearing loss among people who live on the edge of the railroad tracks on that street. The data collected for this study was primary data taken using a questionnaire with a sample size of 51 respondents. The results showed that most of the people who live on the edge of the railroad tracks have complaints of hearing loss. The characteristics of the population who complained of hearing loss were mostly felt by people in the 26-35 years and 56-64 years age group, also the women who do not not work with the length of stay >10 years. There is a slight effect of noise on people in the form of buzzing ears, feeling a little disturbed by the sound of trains passing by and also some respondents complaining about train noise disturbing concentration and activity.

Keywords: Hearing Loss, Noise, Train

Abstrak. Menurut komite Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) gangguan pendengaran akibat bising pada tahun 2014 Indonesia menempati urutan tertinggi di Asia. Di Indonesia banyak pemukiman yang dekat dengan kereta api yang diketahui memiliki intensitas kebisingan lebih besar dari yang disarankan untuk pemukiman yaitu 55db. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan design survey cross sectional dengan teknik pengambilan sample total sampling pada penduduk yang tinggal di pinggir rel kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran keluhan gangguan pendengaran pada penduduk yang tinggal di pinggir rel kereta api di jalan tersebut. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini merupakan data primer yang diambil menggunakan kuesioner dengan jumlah sample yang diambil sebanyak 51 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa penduduk yang tinggal di pinggir rel kereta api pada jalan tersebut sebagian besar merasakan adanya keluhan gangguan pendengaran. Karakteristik pada penduduk yang mengeluhkan adanya gangguan pendengaran banyak dirasakan pada kelompok usia 26-35 tahun dan 56-64 tahun, pada penduduk yang tidak bekerja dengan jenis kelamin perempuan dan lama tinggal >10 tahun. Terdapat sedikit efek kebisingan pada penduduk berupa keluhan telinga berdengung, merasa sedikit terganggu oleh suara kereta api saat lewat dan juga beberapa responden mengeluhkan bising kereta api mengganggu konsentrasi dan aktivitas.

Kata kunci: Bising, Gangguan Pendengaran, Kereta Api


Keywords


Bising, Gangguan Pendengaran, Kereta Api

References


Isaacson JE Vora NM, Milton S. Differential diagnosis and treatment of hearing loss. Am Fam Physician. 2003 Sep 15; 68(6):1125-1132

Eryani YM, Wibowo CA, Saftarina F. faktor resiko terjadinya gangguan pendengaran akibat bising. 2017 Nov;7(4).

Throne P., et al. Epidemiology of noise-induced hearing loss in New Zealand. J New Zealand Med Ass. 2008;121(1280):33-44.

Fetoni A., dkk. Noice-Induced Hearing Loss (NIHL) as a Target of oxidate stress-mediated damage: Cochlear and Cortical Responses after an Increase in Antioxidant Defense. J Neuroscience. 2013;33(9):4011-23

Jumali, J., Sumadi, S., Andriani, S., Subhi, M., Suprijanto, D., Handayani, W. D., ... & Indahwati, L. (2013). Prevalensi dan Faktor Risiko Tuli Akibat Bising pada Operator Mesin Kapal Feri. Kesmas: National Public Health Journal, 7(12), 545-550. ISO 690

Septiana NR, Widowati E. Gangguan pendengaran akibat bising. HIGEIA. 2017;1(1)

Nemec M, dkk. Train nose – Comparison of prediction methods. A Phys Pol A. 2015;127(1):125–127.

Wardhani DK, Mukono J. Gangguan tuli sensorineural akibat paparan bising akibat kereta api pada penduduk di sekitarperlintasan rel turirejo lawang. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2020 Jan 3;12(1)

Amalia, L., & Lanjahi, G. (2012). Pengaruh Intensitas Kebisingan dan Lama Tinggal terhadap Derajat Gangguan Pendengaran Masyarakat Sekitar Kawasan PLTD Telaga Kota Gorontalo. Jurnal Saintek, 7(3).

Zaw, A. K., Myat, A. M., Thandar, M., Htun, Y. M., Aung, T. H., Tun, K. M., & Han, Z. M. (2020). Assessment of Noise Exposure and Hearing Loss among Workers in Textile Mill (Thamine), Myanmar: A Cross-sectional Study. Safety and Health at Work.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26713

Flag Counter