Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Kematangan Sosial Pada Anak Tunagrahita di SLBN-A Citeureup Kota Cimahi

Alieska Fitria Dewi, Dadi S Argadiredja, Budiman Budiman

Abstract


ABSTRACT: Social maturity is one aspect of child developement. One of the factors that influence social maturity is age and gender. The mentally retarded children have obstacle in adaptive behavior that affect individual social maturity. This research design is quantitive with observational descriptive design with survey method. The purpose of this study was to determine the relationship between age and sex on social maturity in mentally retarded children at SLBN-A Citeureup Cimahi City. The sample used in this study were mentally retarded children who attend SLBN-A Citeureup Cimahi City with a total of 30 respondents. The measuring instrument in this study uses the Vineland social maturity scale. The results from Fisher exact test on variable gender to social maturity obtained p=1,00 and on variable age to social maturity obtained p value=0,565. Means there is no relationship between gender and age on social maturity. This may be caused by their low intelligence level.

           

Key words: Mental retardation, social maturity


ABSTRAK: Kematangan sosial merupakan salah satu aspek perkembangan pada seorang anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan sosial adalah usia dan jenis kelamin. Pada anak tunagrahita memiliki kendala dalam sikap adaptif yang mempengaruhi kematangan sosial individu. Rancangan penelitian ini  merupakan kuantitatif dengan desain deskriptif obervasional dengan metode survey. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap kematangan sosial pada anak tunagrahita di SLBN-A Citeureup Kota Cimahi. Sampel pada penelitian ini adalah penyandang tunagrahita yang bersekolah di SLBN-A Citeureup Kota Cimahi dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner skala kematangan sosial Vineland. Hasil penelitian dari uji Fisher exact pada variabel jenis kelamin terhadap kematangan sosial didapatkan nilai p=1,00 dan pada variabel usia terhadap kematangan sosial didapatkan nilai p=0,565. Dapat disimpulkan bahwa  tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan usia terhadap kematangan sosial. Hal ini mungkin disebabkan karena anak tunagrahita memiliki hambatan pada tingkat intelegensinya yang rendah.

 

Kata kunci : Anak tunagrahita, kematangan sosial


Keywords


Anak tunagrahita, kematangan sosial

References


Soetjiningsih, Gde Ranuh IN. Tumbuh Kembang Anak. Edisi 2. Joko Suyono Y, editor. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2017. 675 p.

Shakespeare T, Officer A. World report on disability. Disabil Rehabil. 2011;33(17–18):1491.

Kemendikbud. Indonesian Statistic Special School 2018/2019. 2019;171. Available from: http://publikasi.data.kemdikbud.go.id

Dra. Desmita MS. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. PT Remaja Rosdakarya; 2017. 314 p.

Afifah TN, Profesi MP, Surakarta UM, Purwandari E, Psikologi F, Surakarta UM, et al. KEMATANGAN EMOSI , DUKUNGAN SOSIAL , DAN PENYESUAIAN SOSIAL BINA DAKSA. :55–62.

Chelly J, Khelfaoui M, Francis F, Chérif B, Bienvenu T. Genetics and pathophysiology of mental retardation. Eur J Hum Genet [Internet]. 2006;14:701–13. Available from: www.nature.com/ejhg

Ramayumi R, Nurdin AE, Nurhajjah S. KARAKTERISTIK PENDERITA RETARDASI MENTAL. 2014;37:181–6.

Yumna AL. No Title. Universitas Sebelas Maret; 2015.

Pratiwi U, Lusmilasari L, Hartini S. Hubungan antara kematangan sosial dengan kemandirian pemenuhan aktivitas dasar penyandang retardasi mental. J Ilmu Keperawatan [Internet]. 2011;3. Available from: https://journal.ugm.ac.id/jik/article/view/10310/7793

Somantri S. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama; 2012. 216 p.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26700

Flag Counter