Perbandingan Nilai Stres pada Perawat Wanita yang Kerja Gilir dan Tidak Kerja Gilir Di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan

Rival Risvaldi Rusli, Satryo Waspodo, Ike Rahmawaty Alie

Abstract


Abstract. Work stress is the emergence of physical and emotional reactions that occur because of discomfort between work and a worker's abilities, resources, or needs, and performance. One the factors causing stress is a work shift system. This study aims to determine the comparison score of the stress value between female nurses shift work and non-shift work at Al Ihsan Public Hospital. This study employed observational analytic method with cross sectional approach. The samples were taken by using simple random sampling method that consisted of 60 female nurse respondents at Al Ihsan Public Hospital. The data retrieval from primary data utilized the DASS 42 questionnaire to measure work stress. The results in this study based on the calculation of the independent t-test show that there are significant differences in the stress scores of nurses on shift work and non-shift work. Then, based on the stress level, there are 3 female nurses who experience mild stress, 11 people with moderate stress, 14 people with severe stress, and 2 people with very heavy stress, then for female nurses who do not shift work who do not experience stress or normal there are 1 person, 4 people with mild stress, 15 people with moderate stress, 10 people with severe stress and none of them are in the extremely severe category. In conclusion, there were differences in the stress levels of nurses who worked on shift and non-shift at Al Ihsan Public Hospital. The nurses with shift work had higher stress scores than those without shift work.

Keywords: DASS, Work shift, Work stress

ABSTRAK. Stres kerja adalah timbulnya reaksi fisik dan emosional yang terjadi karena ketidaknyamanan antara pekerjaan dengan kemampuan seorang pekerja, sumber daya, atau kebutuhan pekerja dan kinerja pekerja. Salah satu faktor penyebab terjadinya stres dalam bekerja adalah shift kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai stres antara perawat wanita yang bekerja gilir dan tidak kerja gilir di RSUD Al Ihsan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling terdiri dari 60 responden perawat wanita di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan. Pengambilan data dari data primer dengan menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur stres kerja. Hasil pada penelitian ini berdasarkan perhitungan independent t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna nilai stress perawat terhadap kerja gilir dan tidak kerja gilir. Kemudian, berdasarkan tingkat stres bahwa pada perawat wanita kerja gilir yang mengalami stres ringan terdapat 3 orang, stres sedang 11 orang, stres berat 14 orang, dan stres sangat berat 2 orang, lalu untuk perawat wanita yang tidak kerja gilir yang tidak mengalai stres atau normal terdapat 1 orang, stres ringan 4 orang, stres sedang 15 orang, stres berat 10 orang dan tidak ada yang mengalami kategori stres sangat berat. Kesimpulan, terdapat perbedaan tingkat stres perawat wanita yang bekerja shift dan tidak shift di RSUD Al Ihsan. Perawat wanita dengan kerja gilir memiliki skor stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan perawat yang tidak kerja gilir.

Kata kunci: DASS, Kerja gilir, Stres kerja


Keywords


DASS, Kerja gilir, Stres kerja

References


Zahra AA, Hidayat S. Gambaran Tingkat Stress Kerja Antar Shift Kerja. Indonesia. J Occup Saf Heal. 2015;4:123–33.

Riset Kesehatan Dasar. Expert Opin Investig Drugs. 2013;7(5):803–9.

Serafina DS, ZS. Personality Berpengaruh terhadap Terjadinya Stress Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Kota Salatiga . Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2016; 11(1):66.

Marchelia V. Stres Kerja ditinjau dari Shift Kerja pada karyawan. 2014;02(01):130–43.

Nursalam, Arie S, Rahmatul F. Hubungan Shift Kerja dengan Stres Kerja dan circardian rhytm perawat ( The Correlation Between Work Roster with Work Stres and Nurses ’ s Circadian Rhythm. Jurnal Ners. 2007;2(2).

Monique PK, Hendro B, Reginus TM. Hubungan Konflik Peran Ganda Perawat Wanita Sebagai Care Giver dengan Stres Kerja di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.V.L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara. E-Journal Keperawatan (e-Kp), 2017:5(1):2–3

Nadia SR dan Sami’an. Perbedaan Stres Kerja Ditinjau dari Shift Kerja pada Perawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. 2012 Des;1(3). [diunduh 9 Desember 2020] Tersedia dari : http://www.journal.unair.ac.id/download-fullpapers jpio41e7adc9db2full.pdf

Valarencia VP . Perbedaan Stres Kerja antar Shift Perawat di Ruangan Gawat Darurat Medis RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. e-journal Keperawatan (e-Kep). 2015;3(2).

Saftarina F, Hasanah L. Hubungan Shift Kerja dengan Gangguan Pola Tidur pada Perawat Instalasi Rawat Inap di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung 2013. 2014;2(2). [diunduh 9 Desember 2020]

Tersedia dari : http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/313

Tania, M., dan Hidayati, E. Hubungan rotasi kerja terhadap tingkat stres perawat. Jurnal Keperawatan. 2019 April 02;11(1):73–8.

Adelina V, Fitria S, Larasati. Hubungan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. W-jurnal Medika. 2014:3(5).

Dwi OD, Kawi, Ratna M. Perbedaan tingkat stres kerja shift pagi dan shift siang pada perawat. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. 2014;4(1):9−15.

Muhammad Faishal K, Nugraha S, Raden GIS, Eka N, dan R.Kince S. Perbandingan Kejadian Kecemasan antara Sif Kerja Malam dan Sif Kerja Pagi pada Satuan Pengamanan Universitas Islam Bandung. J, Integrasi Kesehatan & Sains, 2019;1(1):6−9

Zaharuddin. Stres Menghadapi Musibah Perspektif Islam ditinjau dari Adversity Quotient di Panti Asuhan di Kecamatan Plaju Palembang. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. 2014;20(2):289.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26656

Flag Counter