Hubungan Tingkat Stres dengan Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Ajaran 2019‒2020

Bisma Athur Fadhilah, RB Soeherman Herdiningkat, Herry Garna

Abstract


Abstract. Obesity is a disorder that involves the amount of excess body fat which increases the risk of health problems and various diseases. The 2014 Word Health Organization (WHO) stated that in 2008 the world obesity rate was 11.9%. Obesity can be caused by genetic or environmental factors. Besides, psychological factors also play a role as a trigger for obesity. In some people, overeating can occur in response to feelings of stress, depression, or anxiety. Students are one of the populations with a fairly high level of stress, for this reason, researchers are interested in examining the relationship between stress and obesity in students of the Faculty of Medicin Bandung Islamic University. This research was conducted in the period February‒November 2020 by visiting student residences which still follows health protocol  to assess student body weight and height data and using a questionnaire to assess stress on students of the Unisba Faculty of Medicine for the 2019‒2020 academic year. The sampling technique was carried out by random sampling. Statistical analysis using the chi-square test. The results showed that students who experienced stress (mild, moderate, and severe) were more than without stress (63% vs 37%) and the majority of students had normal nutritional status (74%) than obesity (26%). There was a significant relationship between stress and obesity in students (p=0.041). In conclution, there is a relationship between stress levels and obesity in students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung for the 2019‒2020 school year.

Key words: Faculty of Medicine students, obesity, stress

Abstrak. Obesitas adalah gangguan yang melibatkan jumlah lemak tubuh berlebih yang meningkatkan risiko masalah kesehatan dan berbagai macam penyakit. Word Health Organization (WHO) 2014 menyatakan pada tahun 2008 angka obesitas di dunia sebesar 11,9%. Berbagai faktor diketahui dapat memicu terjadinya  obesitas, diantaranya faktor genetik,  lingkungan serta kondisi psikologis seseorang. Pada sebagian orang makan berlebihan dapat terjadi sebagai respon dari perasaan stres, depresi, atau cemas. Mahasiswa adalah salah satu populasi dengan tingkat stres yang cukup tinggi berdasar atas alasan tersebut, penelitian mengenai hubungan antara stress dengan obesitas pada mahasiswa fakultas kedokteran Unisba perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama periode Februari‒November 2020. tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. obesitas diukur berdasarkan indeks masa tubuh, serta tingkat stres diukur dengan menggunakan kuesioner. pengambilan data dilakukan di kediaman responden dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami stres (ringan, sedang, dan berat) lebih banyak dibanding dengan tidak stres (63% vs 37%) mayoritas mahasiswa memiliki status gizi normal (74%) dibanding dengan obesitas (26%). Terdapat hubungan yang bermakna antara  tingkat stres dan obesitas pada mahasiswa (p=0,041). Kesimpulan penelitian ini tingkat stress berhubungan dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun ajaran 2019‒2020.

Kata kunci: Mahasiswa Fakultas Kedokteran, obesitas, stres


Keywords


Mahasiswa Fakultas Kedokteran, obesitas, stres

References


Daftar Pustaka

Oliver J. Pengaruh pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan terjadinya obesitas. J Chem Inf Model. 2013;53:1689–99.

Arlinda S. Hubungan konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.J STIKes Aisyiyah. (Skripsi). Yogyakarta: STIKes Al-Aisyiyah; 2015.

Candra A, Dwi Wahyuni TAS. Hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Laboratorium Malang. Nursing News. 2016;1:1–5.

Riskesdas. Hasil utama riset kesehatan dasar (Riskesdas). J Phys A Math Theor. 2018;44:1–200.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. Profil kesehatan Jawa Barat 2017. Bandung: Dinkes Jawa Barat; 2017.

Masdar H, Saputri PA, Rosdiana D, Chandra F, Darmawi D. Depresi, ansietas dan stres serta hubungannya dengan obesitas pada remaja. J Gizi Klin Indones. 2016;12:138.

Rahmayani RD, Liza RG, Syah NA. Gambaran tingkat stres berdasarkan stressor pada mahasiswa kedokteran tahun pertama program studi profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2017. J Kesehat Andalas. 2019;8:103.

Fink G. Stress, definitions, mechanisms, and effects outlined. Melbourne: Elsevier; 2016.

Ganesan Y. A study on stress level and coping strategies among undergraduate students. J Cog Sci Hum Dev. 2018;3(2):37‒47.

Abdulghani H, Alkanhal AA, Mahmoud ES, Ponnamperuma GG. Stress and its effects on medical students: a cross-sectional study at a college of medicine in saudi arabia. J Health Popul Nutr. 2011;29(5):516-22.

Purwanti M, Putri E, Ilmiawan M, Wilson W, Rozalina R. Hubungan tingkat stres dengan indeks massa tubuh mahasiswa PSPD FK UNTAN. J Vokasi Kesehat. 2017;3:47.

Debeuf T, Verbeken S, Michels N. Stress and eating behavior: a daily diary study in youngsters. Ghent. Front Psychol. 2018;9(2657).(diunduh 15 Desember 2020 ). Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6309126/

Rathod S, Mistry M, Ibbotson B, Kingdon D. Stress in psychiatrists: coping with a decade of rapid change. Psychiatrist. 2011;35:130–4.

Nurkhopipah A, Probandari A, Anantanyu S. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan indeks massa tubuh mahasiswa S-1 UNS. Indones J Hum Nutr. 2017;4. doi:10.21776/ub.ijhn.2017.004.02.6.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26642

Flag Counter