Scoping Review: Peran Terapi Sulih Hormon terhadap Gejala dan Tanda Perimenopause

Sinta Dwi Kartika, Dean Wahjudy Satyaputra, Cice Tresnasari

Abstract


Abstract. Perimenopause is a period of transition from the reproductive phase to the old age phase (senium) due to decreased sexual function of the ovaries. Conditions that arise in perimenopausal women are associated with a decrease in the hormone estrogen. The International Menopause Society (IMS) recommends the use of Hormone Replacement Therapy (TSH) to treat the symptoms and signs of perimenopause. The aim of this scoping review is to understand the effect of giving the role of hormone replacement therapy on changes in symptoms and signs of perimenopause. This research is a Scoping Review, by searching for articles from the Pubmed database, Springer Link, and Science Direct. The number of articles that matched the inclusion criteria was 449 and the exclusion criteria were 443 articles. Overall results based on the PICOS criteria were 6 articles. This study was conducted in the period March-December 2020. The results of the analysis of six articles, 2 articles stated that the combination of estrogen and placebo had no effect on signs of perimenopause. 3 articles stated that giving combined estrogen, conjugated estrogen, and progesterone can reduce symptoms of perimenopause. 1 article using the hormone therapy estrogen or without progesterone can increase the symptoms of perimenopause in the form of sleep problems. The conclusion of the analysis carried out in this study is that administration of low doses of oral conjugated estrogen combined with transdermal estradiol and progesterone can relieve symptoms of perimenopause, whereas combined estrogen and placebo have no effect on signs of perimenopause.

Keywords: Symptoms, signs, perimenopause, hormone replacement therapy

Abstrak. Perimenopause merupakan periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase usia tua (senium) akibat menurunnya fungsi generatif dari ovarium. Kondisi yang muncul pada wanita perimenopause berkaitan dengan penurunan hormon estrogen. Internasional Menopause Society (IMS) merekomendasikan penggunaan Terapi Sulih Hormon (TSH) untuk menangani gejala dan tanda perimenopause. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk memahami pengaruh pemberian peran terapi sulih hormon terhadap perubahan gejala dan tanda perimenopause. Penelitian ini merupakan Scoping Review, dengan mencari artikel dari database Pubmed, Springer Link, dan Science Direct. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 449 dan kriteria eksklusi 443 artikel. Hasil secara keseluruhan berdasarkan kriteria PICOS terdapat sebanyak 6 artikel.  Penelitian ini dilakukan pada periode Maret–Desember 2020. Hasil analisis enam artikel terdapat, 2 artikel menyatakan pemberian estrogen kombinasi dan plasebo tidak memiliki efek terhadap tanda perimenopause. 3 artikel menyatakan pemberian estrogen kombinasi, conjugated estrogen, dan progesteron dapat mengurangi gejala perimenopause. 1 artikel dengan pemberian hormone therapy estrogen atau tanpa progesteron dapat meningkatkan gejala perimenopause berupa masalah tidur. Kesimpulan dari analisis yang dilakukan penelitian ini adalah pemberian dengan dosis rendah oral conjugated estrogen yang dikombinasikan dengan transdermal estradiol dan progesteron dapat meredakan gejala perimenopause, sedangkan estrogen kombinasi dan plasebo tidak memiliki efek terhadap tanda perimenopause.

Kata kunci: Gejala, tanda, perimenopause, terapi sulih hormon

Keywords


Gejala, tanda, perimenopause, terapi sulih hormon

References


Kusyanti F. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Klimakterium dengan Kesiapan Ibu Menghadapi Masa Klimakterium di Padukuhan Pundung Tirtomartani, Kalasan. The Shin Cah Dun Ners. 2018;3(2).

Oktiani C, Dharminto D, Agusyahbana F, Mawarni AHFD, Fisik A, Penyakit R, et al. Semarang. Jurn Kes Masy. 2017;5(4)

Cramer H, Peng W, Lauche R. Yoga for Menopausal Symptoms-A Systematic Review and Meta-analysis. Maturitas. 2018;109(1325).

Ariyanti, H, & Apriliana, E. Pengaruh fitoestrogen terhadap gejala menopause. Jurn Maj. 2016;5(5).

Septiani M, Muslihati C. Faktor-Faktor yang memengaruhi kecemasan dalam menghadapi menopause di Desa Meunasah Dayah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Journal of healthcare technology and medicine. 2019;5(2):330

Matjino, SH. Pengaruh Penyuluhan Tentang Menopause Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu dalam Mengahadapi Menopausedi Kelurahan Toboleu Kecamatan Kota Ternate Utara. J Medikes. 2019;6(2):203-216.

Ghani L. Seluk beluk menopause. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2009 Dec;19(4):153124.

Menopause hormone therapy (HT) benefits & risks, menopause relief [Internet]. Menopause.org. [cited 2021 Jan 20]. Available from: http://www.menopause.org/for-women/menopauseflashes/menopause-symptoms-and-treatments/hormone-therapy-benefits-risks.

Wulandari RCL. Terapi Sulih Hormon Alami Untuk Menopause. INVOLUSI Jurnal Ilmu Kebidanan [Internet]. 2016 [cited 2021 Jan 20];5(10). Availabel from: http://jurnal.stikesmukla.ac.id/index.php/involusi/article/view/199/0.

Dinengsih S, Septiawan CPRR. Status Menopause dan Terapi Sulih Hormon Terhadap Sindroma Menopause pada Wanita Pasca Menopause di RSPAD Gatot Subroto Tahun 2012. Ilmu dan Budaya. 2017;40(53).

Rambulangi J. Tantangan, Harapan dan Pengobatan Alternatif dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup Wanita Menopause. Majalah Obstet Ginekol Indones [Internet]. 2006 [cited 2021 Jan 20]; Available from: http://www.inajog.com/index.php/journal/article/view/13.

Zhou B, Sun X, Zhang M, Deng Y, Hu J. The Symptomatology of Cclimacteric Syndrome: Whether Associated with The Physical Factors or Psychological Disorder in Perimenopausal/Postmenopausal Patients with Anxiety-Depression Disorder. Arch Gynecol Obstet. 2012 May;285(5):1345-52. Tersedia dari: doi: 10.1007/s00404-011-2151-z

Ardillah N, Wahyuningsih M, Vidayanti V. Hubungan Antara Gejalan Klimakterik dengan Kebutuhan sekseualis pada wanita premenpause di Wilayah Pasekan Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. 2017;3(2),58–61

Simangunsong DE. Penilaian Menopausal Rating Scale (MRA) pada Wanita Menopause di Kota Pematangsiantar Tahun 2019. 2020

Marettih, AKE. Kualitas Hidup Perempuan Menopause. Jurnal Perempuan, Agama dan Jender. 2012;11(2):1–17 .

Evanurul Marettih AK. Kualitas Hidup Perempuan Menopause. Marwah J Peremp Agama dan Jender. 2012;11(2):1.

Hautamäki H, Mikkola TS, Sovijärvi ARA, Piirilä P, Haapalahti P. Menopausal hot flushes do not associate with changes in heart rate variability in controlled testing: a randomized trial on hormone therapy. Acta Obstet Gynecol Scand. 2013;92(8):902–8.

Yalamanchili V, Gallagher JC. Treatment with hormone therapy and calcitriol did not affect depression in older postmenopausal women: No interaction with estrogen and vitamin D receptor genotype polymorphisms. Menopause 2012;19(6):697–703

Wolff EF, He Y, Black DM, Brinton EA, Budoff MJ, Cedars MI, et al. Self-reported menopausal symptoms, coronary artery calcification, and carotid intima-media thickness in recently menopausal women screened for the Kronos early estrogen prevention study (KEEPS). Fertil Steril. 2013;99(5):1385–91.

Stevenson JC, Durand G, Kahler E, Pertyński T. Oral ultra-low dose continuous combined hormone replacement therapy with 0.5mg 17β-oestradiol and 2.5mg dydrogesterone for the treatment of vasomotor symptoms: Results from a double-blind, controlled study. Maturitas. 2010;67(3):227–32.

Ziaei S, Moghasemi M, Faghihzadeh S. Comparative effects of conventional hormone replacement therapy and tibolone on climacteric symptoms and sexual dysfunction in postmenopausal women. Climacteric. 2009;1–10.

Tom SE, Anderson ML, Landis CA, Aiello Bowles EJ, Woods NF, Reed SD, et al. Sleep problems after short-term hormone therapy suspension: Secondary analysis of a randomized trial. Menopause. 2011;18(11):1184–90.

Wratsangka R. Pemberian terapi sulih hormon sebagai upaya meningkatkan kesehatan wanita menopause. Kedokteran Trisakti. 1999;18(3).

Burger CW, Kenemans P. Postmenopausal hormone replacement therapy and cancer of the female genital tract and breast. Current Opinion in Obstet and Gynecol. 1998;10(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26628

Flag Counter