Perbedaan Kemampuan Menghafal Al-Quran Berdasar atas Nilai Z-Score Status Gizi pada Santri Sekolah Dasar Usia 6−12 Tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung

Nur Maulida Najwa Rahima, Ike Rahmawaty Alie, Herry Garna

Abstract


Abstract. Malnutrition with poor nutrition status is a global problem Nutritional status in children can affect growth and development and is related to brain function, especially cognitive function (memory). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam, Bandung Regency, is one of the educational institutions that requires students to memorize the Al-Quran. This study aims to analyze the differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Al Quran Babussalam Islamic Boarding School. This type of quantitative research used analytical observational methods and cross sectional approach design during the period September–November 2020. The nutritional status assessment with height/age indicators using microtoise was then interpreted on the WHO growth curve. The nutritional status of all students is normal based on WHO criteria. The z-score values are grouped into groups of z-score values above zero (0), zero (0), and below zero (0), namely up to -2. Assessment of the ability to memorize Al-Quran using secondary data from the memorization of the Al-Quran letter from the homeroom teacher of each level. The number of memorized letters of the Al-Quran is averaged and grouped into good (≥ average) and bad (<average) based on age groups. Data analysis used the Mann-Whitney test with the result value p=0.029). In conclusion, there are differences in the ability to memorize Al-Quran based on the z-score of normal nutritional status in elementary school students aged 6–12 years at the Babussalam Al-Quran Islamic Boarding School, Bandung Regency.

Keywords: Ability to memorize Al-Quran, nutritional status

Abstrak. Malnutrisi dengan status gizi kurang masih menjadi masalah global. Status gizi pada anak dapat memengaruhi tumbuh kembang dan terkait dengan fungsi otak terutama fungsi kognitif (memori). Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung adalah salah satu institusi pendidikan yang mewajibkan para santri menghafal Al-Quran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi pada santri sekolah dasar usia 6–12 tahun di Pondok Pesantren Al Quran Babussalam. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional selama periode September–November 2020. Penialian status gizi dengan indikator tinggi badan/usia menggunakan microtoise kemudian diinterpretasi pada kurva pertumbuhan WHO. Status gizi semua santri adalah normal berdasar atas kriteria WHO. Nilai z-score dikelompokkan menjadi kelompok nilai z-score di atas nol (0), nol (0), dan di bawah nol (0), yaitu s.d. -2. Penilaian kemampuan menghafal Al-Quran menggunakan data sekunder hafalan surat Al-Quran dari wali kelas tiap-tiap tingkat. Jumlah hafalan surat Al-Quran direrata dan dikelompokkan menjadi baik (≥rerata) dan tidak baik (<rerata) berdasar atas kelompok usia. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dengan hasil nilai p=0,029. Simpulan, terdapat perbedaan kemampuan menghafal Al-Quran berdasar atas nilai z-score status gizi normal pada santri sekolah dasar usia 6−12 tahun di Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam Kabupaten Bandung.

Kata kunci: Kemampuan menghafal Al-Quran, status gizi


Keywords


Kemampuan menghafal Al-Quran, status gizi

References


Referensi

Said S, Taslim NA, Bahar B. Gizi dan penyembuhan luka. Jakarta: EGC; 2013. hlm 5–8.

WHO. Global Nutrition Report 2018 - Executive summary. Congo;2018:12 (diunduh 4 Januari 2020). Tersedia dari: https://www.who.int/nutrition/globalnutritionreport/2018_Global_Nutrition_Report.pdf?ua=1

Nainggolan RS, Aritonang EY, Ardiani F. Hubungan pola konsumsi makanan dan konsumsi susu dengan tinggi badan anak usia 6–12 tahun. Jumlah gizi, kesehatan reproduksi dan epidemiologi. Ilmu Kesehat Masyarakat USU. 2014;1(3):1–8.

Alatas SSS. Status gizi anak usia sekolah (7–12 tahun) dan hubungannya dengan tingkat asupan kalsium harian di Yayasan Kampung Kids Pejaten Jakarta Selatan. J Universitas Indonesia. 2011;15(1):16–27.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Dwi A, Yadika N, Berawi KN, Nasution SH. Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. J Majority. 2019;18(2):273–82.

Puspitasari FD, Sudargo T, Gamayanti L. Hubungan antara status gizi dan faktor sosiodemografi dengan kemampuan kognitif anak sekolah dasar di daerah endemis GAKI. J Gizi Indones. 2011;34(1):52–60. (diunduh 10 Januari 2020). Tersedia dari: https://doi.org/10.36457/gizindo.v34i1.101

Annisa PA. Densitas energi konsumsi, status gizi, dan daya ingat sesaat anak usia sekolah dasar. J Gizi Pangan. 2015;9(3):187–94.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kurva pertumbuhan WHO. Jakarta: IDAI; 2013. (diunduh 16 Januari 2020). Tersedia dari: http://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/

Sebataraja LR, Oenzil F, Asterina. Hubungan status gizi dengan status sosial ekonomi keluarga murid sekolah dasar di daerah pusat dan pinggiran Kota Padang. (diunduh 10 Desember 2020). Tersedia dari: https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.81

Yolanda AS. Tingkat pengetahuan ibu tentang status gizi tidak berhubungan dengan derajat stunting pada balita. (diunduh 10 Januari 2021) Tersedia dari: https://doi.org/10.29313/jiks.v2i2.5870

Uliyah M, Asiyah S, Rahmina Y. Hubungan usia dengan penurunan daya ingat. (diunduh 13 Desember 2020). Tersedia dari: http://fik.um-surabaya.ac.id/sites/default/files/jurnall/HUBUNGAN%20USIA%20DENGAN%20PENURUNAN%20DAYA%20INGAT%201.pdf

Ismanto HS. Faktor-faktor pendukung kemampuan menghafal. (diunduh 15 Desember 2020). Tersedia dari: https://media.neliti.com/media/publications/123786-ID-faktor-faktor-pendukung-kemampuan-mengha.pdf

Mastin L. Hubungan jenis kelamin dan daya ingat. (diunduh 17 Desember 2020). Tersedia dari: http://eprints.umm.ac.id/41731/3/jiptummpp-gdl-annisabung-48501-3-babii.pdf

Musyaihah. Korelasi antara IQ dengan kemampuan menghafal Al-Quran. (diunduh 19 Desember 2020). Tersedia dari: http://digilib.uinsby.ac.id/14327/

Kusuma L. Hubungan status gizi, kadar Hb, dan daya ingat sesaat. (diunduh 20 Desember 2020). Tersedia dari: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/66650




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26549

Flag Counter