Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyakit ISPA pada Pekerja Cleaning Service di Yayasan Badan Perguruan Indonesia

Yudhistira Adji Pangestu, Endang Suherlan, Oky Haribudiman

Abstract


Abstract. Acute respiratory tract infection is an acute infectious disease that affects one or more parts of the airway starting from the nose to the lung sacs including the adnexal tissue. Factors that influence the incidence of acute respiratory infections in workers include working time, use of personal protective equipment, smoking behavior and work duration. This study aims to determine the relationship between work tenure, use of personal protective equipment, smoking behavior, and work duration with the incidence of ARI. This research is an analytic observational study with cross sectional method. This research was conducted at the Indonesian Higher Education Agency Foundation in September 2020 by filling out a questionnaire given to 30 respondents with a total sampling technique then analyzed by calculating fisher exact which if the value (p<0.05) indicates a significant relationship and if (p>0.05) indicates that there is no significant relationship. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the use of PPE (p=0), smoking behavior (p=0.024), and the duration of work with the incidence of ARI (p=0.001), and there is no significant relationship between years of service and the incidence of ARI. (p=1). These are the individual factors of cleaning service workers that can cause ARI disease. In conclusion, the incidence of ARI is influenced by the use of PPE, smoking behavior, and the duration of work with the incidence of ARI.

Keywords:  Acute Respiratory Infection, Cleaning Service, Personal Protective Equipment, Smoking Behavior, Work Duration

Abstrak. Infeksi saluran pernafasan akut merupakan penyakit infeksi akut yang mengenai salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas yang dimulai dari hidung hingga kantung paru termasuk jaringan adneksanya. Faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran pernafasan akut pada pekerja diantaranya masa kerja, penggunaan alat pelindung diri, perilaku merokok dan durasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa kerja, penggunaan alat pelindung diri, perilaku merokok, dan durasi kerja dengan kejadian ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Badan Perguruan Indonesia pada bulan September 2020 dengan melakukan pengisian kuesioner yang diberikan kepada 30 responden dengan teknik total sampling kemudian dianalisis dengan perhitungan fisher exact yang apabila didapatkan nilai (p<0,05) menandakan terdapat hubungan yang signifikan dan apabila (p>0,05) menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan APD (p=0), perilaku merokok (p=0,024), dan durasi kerja dengan kejadian ISPA (p=0,001), serta tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kejadian ISPA (p=1). Hal tersebut merupakan faktor-faktor individu pekerja cleaning service yang dapat menyebabkan penyakit ISPA. Simpulan, angka kejadian ISPA dipengaruhi oleh penggunaan APD, perilaku merokok, dan durasi kerja dengan kejadian ISPA.

Kata kunci: Alat Pelindung Diri, Cleaning Service, Durasi Kerja, Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Perilaku Merokok


Keywords


Alat Pelindung Diri, Cleaning Service, Durasi Kerja, Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Perilaku Merokok

References


Sri, H. Gambaran Faktor Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Balita Di Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Fak. Ilmu Kesehat.11, 62–67 (2014).

Syahidi, M. H., Gayatri, D. & Bantas, K. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Berumur 12-59 Bulan di Puskesmas Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Tahun 2013. J. Epidemiol. Kesehat. Indones.1, 23–27 (2016).

Manoppo, A., Kandou, G. D. & Josephus, J. Hubungan Antara Masa Kerja dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Respirator) dengan Kapasitas Vital Paru Pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Monado. J. Ilm. Farm.4, 295–302 (2015).

Noer, R. H., & Martiana, T. Hubungan karakteristik dan perilaku pekerja dengan gejala ISPA di pabrik asam fosfat dept. produksi III PT. Petrokimia Gresik. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol 2, 130-136 (2013).

Nurrizqi, M. A., Wardani, H. E. & Gayatri, R. W. Hubungan Riwayat Penyakit, APD, Pendidikan, Dan Umur Dengan Keluhan Ispa pada Pekerja di Kawasan Industri Mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Sport Science and Health 1.1 (2019).

Akili, R. H., Kolibu F., & Tucunan, A. C. Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Pekerja Tambang Kapur. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan 11.1, 41-45 (2017).

Juwita, C. N., & Musnadi, J. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Panglong Kayu Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2014. J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) 2.2, 54-65 (2015).

Yunus, M., Raharjo, W., & Fitriangga, A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja PT. X. Jurnal Cerebellum 6.1, 21-30 (2020).




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26532

Flag Counter