Scoping Review: Hubungan antara Aktivitas Kerja dengan Kejadian Abortus pada Pekerja Wanita

Lukluk Nurul Fazri S, RB Soeherman Herdiningrat, Dean Wahjudy Satyaputra

Abstract


Abstract. Abortus is the process of termination of pregnancy before 20 weeks gestation or with a fetal weight <500 gr. Some abortus risk factors are age, lifestyle, and occupation. Work is one of the important things to consider because over time more and more women are working. In female workers will experience many workplace hazards such as workload, length of work, shift, standing or squatting long during work can increase the risk of abortus. This study method uses a scooping review with research article material from international journals taken from the Pubmed data base and Springer link that meets inclusion and exclusionFrom both databases obtained as many as 286 articles. The results of the  feasibility test based on PICOS as many as five articles. This study was conducted in the period March-December 2020. As a result of the analysis of five articles, two articles are stating that workers doing heavy physical activity can increase the risk of abortus. In contrast to the two articles, one other article states that workers who do permanent work and do not perform strenuous physical activity further increase the risk of abortus. For other articles state that there is an increased risk of abortus if undergoing a fixed night shift and working for a long time and standing long and often squatting during work has an effect on the increased risk of abortus. This study concludes that there is a relationship between occupational activity and the incidence of abortion in female workers. The occupationall activity referred to here are shift work, working time, lifting weights, squatting long, and standing long during the work can increase the risk of abortus.

Keywords: Abortion, female worker, occupation

Abstrak. Abortus merupakan proses penghentian kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu atau dengan berat janin <500 gr. Beberapa faktor risiko abortus yaitu usia, pola hidup dan pekerjaan. Pekerjaan salah satu yang penting untuk dipertimbangkan, karena seiring berjalannya waktu makin bertambah pula wanita yang bekerja. Pada pekerja wanita akan mengalami banyak bahaya ditempat kerja seperti beban kerja, lama bekerja, shift kerja, berdiri atau berjongkok lama selama bekerja dapat meningkatkan risiko abortus. Metode penelitian ini menggunakan scooping review dengan bahan penelitian artikel dari jurnal internasional yang diambil dari data base Pubmed dan Springer link yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari kedua database tersebut didapatkan sebanyak 286 artikel. Hasil uji kelayakan berdasar atas PICOS sebanyak lima artikel. Penelitian ini dilakukan pada periode Maret-Desember 2020. Hasil analisis dari lima artikel, terdapat dua artikel yang menyatakan bahwa pekerja dengan melakukan aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan risiko abortus. Berbeda dengan kedua artikel tersebut, satu artikel lainnya menyatakan bahwa pekerja yang melakukan pekerjaan tetap dan tidak melakukan aktivitas fisik berat yang lebih meningkatkan risiko abortus. Untuk artikel lainnya menyatakan bahwa terdapat peningkatan risiko abortus jika menjalani shift kerja malam secara tetap dan bekerja dalam waktu yang lama serta berdiri lama dan sering berjongkok selama bekerja berpengaruh dalam peningkatan risiko abortus. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aktivitas kerja dengan kejadian abortus pada pekerja wanita. Aktivitas kerja yang dimaksud disini ialah shift kerja, waktu bekerja, mengangkat beban, berjongkok lama serta berdiri lama selama melakukan pekerjaan dapat meningkatkan terjadinya risiko abortus.

Kata Kunci: Abortus, pekerja wanita, pekerjaan


Keywords


Abortus, pekerja wanita, pekerjaan

References


Park C, Kang MY, Kim D, Park J, Eom H, Kim EA. Prevalence of abortion and adverse pregnancy outcomes among working women in Korea: A cross-sectional study. PLoS One. 2017 August 29; 12(8): 2.

Siti Hardiyanti. Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita Di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung Kota Banjarbaru Tahun 2017. Jurkessia. 2018 Juli; 8(3): 143-144.

Mohammed Taufiq J. Hubungan Antara Umur Dan Paritas Dengan Kejadian Abortus Spontan Di Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Bandung Tahun 2017. Bandung: Universitas Islam Bandung; 2019.

Lee W, Jung SW, Lim YM, Lee KJ, Lee JH. Spontaneous and repeat spontaneous abortion risk in relation to occupational characteristics among working Korean women: A cross-sectional analysis of nationally representative data from Korea. BMC Public Health. 2019;

Wahyuni S, Ngadiyono N, Sumarni S. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di RSUD Ungaran Jawa Tengan. J Kebidanan. 2017 Oktober; 6(13): 1-3.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Aktivitas (Def. 2) (n.d) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online. Diakses melalui https://kbbi.web.id/aktivitas, 21 Oktober 2020

La Zain, Mf Mubin, E Hidayati. Hubungan Beban Kerja Terhadap Stress Pada Buruh Pabrik Di Pt. Ungaran Indah Busana Semarang. Semarang: Universitas Muhammdiyah Semarang; 2015.

Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Dashe JS, Hoffman BL, Casey BM et al. Williams Obstetrics 25rd Edition. Williams Obstetrics. 2018.

Sarwono Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan. Edisi Ke-4. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2014.

Nurullita Ulfa Y. Gambaran Kejadian Abortus Berdasarkan Faktor Risiko Di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor. Bogor: Poltekkes Kemenkes Bandung Prodi Kebidanan Bogor; 2017.

Agustina. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2018.

Kim I, Kim MH, Lim S. Reproductive hazards still persist in the microelectronics industry: Increased risk of spontaneous abortion and menstrual aberration among female workers in the microelectronics industry in South Korea. PLoS One. 2015 May 4; 10(5): 2-3.

Lee B, Jung HS. Relationship between handling heavy items during pregnancy and spontaneous abortion: A cross-sectional survey of working women in South Korea. Work Heal Saf. 2012; 60(1): 25-29.

Bonde JP, Jørgensen KT, Bonzini M, Palmer KT. Miscarriage and occupational activity: A systematic review and meta-analysis regarding shift work, working hours, lifting, standing, and physical workload. Scandinavian Journal of Work, Environment and Health. 2013 July 1; 39(4): 325–334.

Anindya H, Hartati E, Dhian K. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Olahrga Selama Kehamilan Di Desa Klinterejo. Journal for Quality in Women's Health. 2019 September 5; 2(2): 1-4.

Katz VL. Work and work-related stress in pregnancy. Clin Obstet Gynecol. 2012 September; 55(3): 765–773.

Begtrup LM, Specht IO, Hammer PEC, Flachs EM, Garde AH, Hansen J, et al. Night work and miscarriage: A Danish nationwide register-based cohort study. Occup Environ Med. 2019;76(5):302–8.

Wong EY, Ray R, Gao DL, Wernli KJ, Li W, Fitzgibbons ED, et al. Physical activity, physical exertion, and miscarriage risk in Women textile Workers in Shanghai, china. Am J Ind Med. 2010;53(5):497–505.

Attarchi MS, Ashouri M, Labbafinejad Y, Mohammadi S. Assessment of time to pregnancy and spontaneous abortion status following occupational exposure to organic solvents mixture. Int Arch Occup Environ Health. 2012;85(3):295–303.

Kim H, Kwon HJ, Rhie J, Lim S, Kang YD, Eom SY, et al. The relationship between spontaneous abortion and female workers in the semiconductor industry. Ann Occup Environ Med. 2017;29(1):1–12.

Croteau A. Occupational lifting and adverse pregnancy outcome: A systematic review and meta-analysis. Occup Environ Med. 2020;77(7):496–505.

Cai C, Vandermeer B, Khurana R, Nerenberg K, Featherstone R, Sebastianski M, et al. The impact of occupational shift work and working hours during pregnancy on health outcomes: a systematic review and meta-analysis. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2019.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2015 Tentang Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat Sektor Agribisnis Hortikultura




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26526

Flag Counter