Scoping Review: Paparan Penggunaan Zat Kimia sebagai Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan dan Gangguan Pernafasan pada Pekerja di Industri Penyamakan Kulit

Sarah Suhud Dheanira Kartini Putri, Agus Muharam, R.A. Retno Ekowati

Abstract


Abstract. Occupational skin disease was at second rank (30.26%) after respiratory disorders in the first rank (31.40%). This study aims to explore and analyze the relationship between the use of chemicals with the incidence of irritant contact dermatitis and respiratory problems among workers in the leather tanning industry. The type of research used is a scoping review, the sample consisted of 10 articles from Springerlink with the keywords Chemical Use In Leather Industry AND Dermatitis, Chemical Use In Leather Industry AND Respiratory Disease. In Pubmed ("Chromium" [Mesh] AND "Dermatitis, Contact" [Mesh]. On Google Scholar, Contact Dermatitis AND Skin Tanning, Respiratory Disorders and Skin Tanning. The PECOS for this study is Population of workers in the leather tanning industry, Exposure to chemical substances, Comparation workers who did not exposed the chemical substances, Outcome of Irritant Contact Dermatitis and Respiratory Disorders in workers in the Leather Tanning Industry, Study of Cross sectional, retrospective, analytic observational. Journals was found 3398 journals. The results were 8 journals of Irritant Contact Dermatitis and 2 Respiratory Disorders journals which stated that there was a relationship between the use of chemicals and the incidence of Irritant Contact Dermatitis and Respiratory Disorders in workers in the tannery industry which were influenced by the type of chemical substance as a whole is chrome, exposure time >8 hours/day.

Keywords: Chromium, Occupational Skin Disease, Respiratory Disease, Tannery

Abstrak. Penyakit kulit akibat kerja menempati urutan kedua (30,26%) setelah gangguan pernafasan pada urutan pertama (31,40%). Industri penyamakan kulit pada prinsipnya memasukan zat kimia yang memiliki efek samping nyeri dada bila terhirup dan iritasi bila terkena kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis secara sistematis penelitian tentang hubungan antara penggunaan zat kimia dengan kejadian dermatitis kontak iritan dan gangguan pernafasan pada pekerja di industri penyamakan kulit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu scoping review, sampel terdiri dari 10 artikel dari database Springerlink dengan kata kunci Chemical Use In Leather Industry AND Dermatitis, Chemical Use In Leather Industry AND Respiratory Disease. Pada Pubmed ("Chromium"[Mesh] AND "Dermatitis, Contact"[Mesh]. Pada Google Scholar Dermatitis Kontak DAN Penyamak Kulit, Gangguan Pernapasan DAN Penyamak Kulit. PECOS untuk penelitian ini yaitu Population pekerja industri penyamakan kulit, Exposure paparan zat kimia, Comparation Pekerja yang tidak terpapar zat kimia, Outcome Dermatitis Kontak Iritan dan Gangguan Pernafasan, Study Cross sectional, retrospektif, observasional analitik. Total jurnal yang ditemukan sebanyak 3398 jurnal. Hasilnya sebanyak 8 jurnal Dermatitis Kontak Iritan dan 2 jurnal Gangguan Pernafasan menyatakan ada hubungan antara penggunaan zat kimia dengan kejadian Dermatitis Kontak Iritan dan Gangguan Pernafasan pada pekerja di Industri Penyamakan kulit dengan dipengaruhi Jenis zat kimia keseluruhannya adalah krom, Waktu paparan >8 jam/hari.

Kata Kunci: Dermatitis Kontak Iritan, Gangguan Pernafasan, Industri Penyamakan Kulit, Krom.


Keywords


Dermatitis Kontak Iritan, Gangguan Pernafasan, Industri Penyamakan Kulit, Krom.

References


Sumarni N, Rukmasari EMAA. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Di Perusahaan Vpc Sukaregang Garut. 2018;85–89

Irzal M. Buku Dasar – Dasar Kesehatan & Keselamatan Kerja. Kesehatan Masyarakat. 2016;Ed. 1:70-93

Mayasari HE, Sholeh M. Kajian Adsorpsi Krom Dalam Limbah Cair Penyamakan Kulit Chrome Adsorption in Tannery Wastewater - A Review. J Kim Mulawarman. 2016; Vol.13(2):50

Andaka G. Penurunan kadar tembaga pada limbah cair industri kerajinan perak dengan presipitasi menggunakan natrium hidroksida. Penurunan kadar tembaga pada limbah cair Ind kerajinan perak dengan presipitasi menggunakan natrium hidroksida. 2016; Vol. 1(2):127-134

Tri M, Rahmawati A. 2014. "Pembuatan Kalium Aluminium Sulfat dari Limbah Aluminium Foil" http://digilib.its.ac.id/ITS-NonDegree-23002140000593/30101 diakses pada 29 Desember 2020

Cary JH, Maibach HI, Burrows D, Hostynek JJ. Chromium. In: Kanerva’s Occupational Dermatology. 2019; Ed. 3;881-886

Suparno O, Evans AD. Teknologi Baru Penyamakan Kulit Ramah Lingkungan: Penyamakan Kombinasi Menggunakan Penyamak Nabati, Naftol dan Oksazolidin. J Agroindustrial Technol. 2008;79-85

Febriana SA, Jungbauer F, Soebono H, Coenraads PJ. Inventory of the chemicals and the exposure of the workers’ skin to these at two leather factories in Indonesia. Int Arch Occup Environ Health. 2012; 85(5), 517–526

Coman G, Zinsmeister C, Norris P. 2015. "Occupational Contact Dermatitis: Workers’ Compensation Patch Test Results of Portland, Oregon, 2005-2014" Diakses pada 18 Desember 2020

Riski Y, Sandra M. Penyamakan Kulit Dan Keluhan Kesehatan Pekerja. 207:1–9

Jurnal Kesehatan. Analisis Hubungan Faktor Eksogen Dan Endogen Terhadap Kejadian Dermatitis Akibat Kerja Pada Pekerja Penyamakan Kulit Pt. Adi Satria Abadi Piyungan, Bantul Gresi. 2017;5:173–83

Khasanah, Uswatun. Analisis Risiko Kesehatan Kerja Pada Pekerja Pembuatan Sepatu Di Home Industry Sepatu Kulit Manding Yogyakarta.2016; 1(16):12-13

Ekawati L. Penyakit Kulit Pada Pekerja Penyamakan Kulit Di Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Tahun 2015. GEMA Lingkung Kesehat. 2015;13(2)

Nur A. Hubungan Penggunaan APD Terhadap Keluhan Dermatitis Pada Pekerja di Kawasan Industri Kulit & Produk Kulit Magetan. Hub Pengguna APD Terhadap Keluhan Dermat Pada Pekerja di Kaw Ind Kulit Prod Kulit Magetan. 2019;6-9

Dalju I, Dessie A, Bogale L, Mekonnen TH. Occupational risk factors associated with respiratory symptoms among tannery workers in Mojo town, Southeast Ethiopia, 2018: A comparative cross-sectional study. Multidiscip Respir Med. 2019;5-7

Setyaningsih E. Faktor-faktor yang Mendukung Eksistensi Industri Penyamakan Kulit pada Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Desa Ringinagung Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. J Swara Bhumi. 2013;2(2)218-225




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.26388

Flag Counter