Hubungan Neutrofil dan Limfosit dengan Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSP Sidawangi Kabupaten Kuningan pada Tahun 2019

Hafida Majidah, M. Ihsan Wahyudi, Heni Muflihah

Abstract


Abstract. Indonesia was ranked 3rd in the country with the most tuberculosis (TB) sufferers in the world in 2018. TB diagnosis is confirmed by bacteriological examination, namely acid-resistant bacterial sputum (BTA) examination. Hematological examinations are routinely performed, but do not play a role in supporting the diagnosis of TB. Neutrophils and lymphocytes are involved in response to TB and are potential diagnostic markers. The purpose of this study was to determine the relationship between neutrophil and lymphocyte examination with AFB examination in pulmonary TB patients. This study used an analytic observational method using cross sectional. The data used were the medical records of 79 patients who had sputum AFB and hematology at RSP Sidawangi, Kuningan Regency. Obtained 40 positive AFB and 39 negative AF. The results showed that the mean of neutrophils in the positive BTA group was 81.08% while in the negative BTA group was 80.51%. The average number of lymphocytes in the positive AFB group was 12.23% while in the negative BTA group was 11.72%. The neutrophil to lymphocyte ratios were 9 and 9.79 for the smear positive and smear negative groups, respectively. There was no relationship between neutrophils and AFB results (p = 0.848), lymphocytes with BTA results (p = 0.859), and the ratio of neutrophil lymphocytes to AFB results (p = 0.856). In conclusion, the number of neutrophils, lymphocytes, and neutrophil ratio of lymphocytes have not been able to support the diagnosis of pulmonary TB. Further studies with a suspected initial diagnosis of TB at the time of sputum examination are needed to confirm the results of this study

Key Words: diagnosis, pulmonary tuberculosis, sputum AFB, neutrophils, lymphocytes.

Abstrak. Indonesia menempati peringkat ke-3 negara dengan penderita tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia pada tahun 2018. Diagnosis TB ditegakkan dengan pemeriksaan bakteriologis, yaitu pemeriksaan sputum bakteri tahan asam (BTA). Pemeriksaan hematologi sudah rutin dilakukan, namun tidak berperan untuk mendukung diagnosis TB. Neutrofil dan limfosit terlibat sebagai respons terhadap TB dan berpotensi sebagai penanda diagnostik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemeriksaan neutrofil dan limfosit dengan pemeriksaan BTA pada pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan cross sectional. Data yang digunakan adalah rekam medis pasien yang memiliki hasil pemeriksaan sputum BTA dan hematologi sebanyak 79 orang di RSP Sidawangi Kabupaten Kuningan. Didapatkan 40 BTA positif dan 39 BTA negatif. Hasil penelitian menunjukkan rerata neutrofil pada kelompok BTA positif sebesar 81,08% sedangkan pada kelompok BTA negatif sebesar 80,51%. Rerata jumlah limfosit pada kelompok BTA positif sebesar 12,23% sedangkan pada kelompok BTA negatif sebesar 11,72%. Rasio neutrofil terhadap limfosit adalah 9 dan 9,79 untuk kelompok BTA positif dan BTA negatif masing-masing. Tidak terdapat hubungan antara neutrofil dengan hasil BTA (p = 0,848), limfosit dengan hasil BTA (p = 0,859), dan perbandingan limfosit neutrofil dengan hasil BTA (p = 0,856). Simpulan, jumlah neutrofil, limfosit, dan rasio neutrofil limfosit belum mampu mendukung diagnosis TB paru. Penelitian lebih lanjut dengan diagnosis awal dugaan TB pada saat pemeriksaan sputum diperlukan untuk memastikan hasil penelitian ini.

Kata Kunci: diagnosis, limfosit, neutrofil, sputum BTA, tuberculosis paru


Keywords


diagnosis, limfosit, neutrofil, sputum BTA, tuberculosis paru

References


Levani Y. Perkembangan sel limfosit B dan penandanya untuk flowcytometry. 2018;

World Health Organization. Global tuberculosis report. 2019;

Nathan AJ, Scobell A. Robbins basic pathology. Vol. 91, Foreign Affairs. 2012.

Sormin DE, Siagian P, Sinaga BY, Eyanoer PC. Neutrophyl Lymphocyte Ratio in Tuberculosis Patients and Multi Drug Resistant Tuberculosis Patients. J Respirologi Indones. 2018;38(3):177–80.

Pomandia NM, Waworuntu OA, Homenta H. Hasil Diagnostik Mycobacterium tuberculosis pada Pasien Batuk 2 Minggu dengan Pewarnaan Ziehl Neelsen di Poliklinik Interna RSU Pancaran Kasih Manado. J e-Biomedik. 2017;5(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkuolsis. 2014.

Clark M, London E, York N, Philadelphia O, Louis S. Professor Parveen Kumar CBE BSC MD DM(HC) FRCP(L&E) FRCPath. 2017;

Edi Tarigan TJ. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi Keenam. 2014.

Alur diagnosis TB dan TB RO berat badan TB pada anak. 2016;35.

Morris et al. 2012. NIH Public Access. Bone. 2012;23(1): Halaman 1–7.

Ahzahra FA. Profil limfosit pada pasien tuberkulosis paru kasus baru di RSUD Tangerang Selatan. 2017;

Talreja J, Bhatnagar A, Jindal SK, Ganguly NK. Influence of Mycobacterium tuberculosis on differential activation of helper T-cells. Clin Exp Immunol. 2003;131(2):292–8.

Aprilia CA. Kadar sel limfosit pada penderita tuberkulosis paru primer. 2017;

Puspitasari, Putri, M. C. P. Wongkar, dan Eko Surachmanto. 2014. Profil pasien tuberkulosis paru di poliklinik paru RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. E-CliniC no.1: 2.

Rosa Dwi Wahyuni, Nur Aulia Pratiwi Rahadi Safri Sallatu, Haerani Harun, Mariani Rasjid 2019, Perbandingan Rasio Neutrofil Limfosit (Rnl) Pada Pasien Tb Paru Bta Positif dan Bta Negatif di RSU Anutapura Palu Tahun 2017 Continuing Medical Education Vol 1, No 1

Dotulong JFJ. Hubugan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin, dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Penyakit TV Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik. 2015; Vol 3(2).

Reisa, T. Profil Penderita Tuberkulosis Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan. FK Volume 3 No. 1 Februari 2016

Yoon N-B, Son C, Um S-J. Role of the neutrophil-lymphocyte count ratio in the differential diagnosis between pulmonary tuberculosis and bacterial community-acquired pneumonia. Ann Lab Med. 2013;33(2):105–110.

Robert B, Joel D, Ernst. In: Lung Neutrophils Facilitate Activation of Naive Antigen Specific CD4+ T Cells During Mycobacterium tuberculosis Infection. New York NIH

Sormin DE, Siagian P, Sinaga BYM, Eyanoer PC. Neutrophyl Lymphocyte Ratio pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Tuberkulosis Resisten Obat. J Respir Indo. 2018; Vol. 38 No. 3.

Jilma KB, Jennifer JK., Ben T, Ian F, Tannock EA. Prognostic Role of Neutrophil-to- Lymphocyte Ratio in Solid Tumors: A Systematic Review and Meta-Analysis. JNCI. 2014; Vol. 106 (6): 1-11.

You La Jeon, Neutrophil-to-Monocyte-Plus-Lymphocyte Ratio as a Potential Marker for Discriminating Pulmonary Tuberculosis from Nontuberculosis Infectious Lung Diseases American Society for Clinical Pathology 2019

Kristiani, S. dan Hendrianingtyas, M. Hubungan Neutrophils atau Lymphocytes Ratio dan C-Reactive Protein Pada Infeksi Neonatal. Journal of Nutrition and Health. 2017; 5 (3) : 187-194




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v7i1.25928

Flag Counter