Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan Pengetahuan Ibu tentang Stunting terhadap Kejadian Stunting Usia 12 ̶ 60 Bulan

Rizki Mulya Gopur Kusuma Jaya, Mirasari Putri, Herry Garna

Abstract


Abstract.The incidence of stunting in children aged 12–60 months is now one of the nutritional problems faced throughout the world. This can be caused by lack of nutritional intake, such as the practice of exclusive low breastfeeding. In addition, maternal knowledge about stunting can be a risk factor for stunting. Panyirapan Village, Soreang Subdistrict is one of the villages that has become the main priority in reducing the incidence of stunting in Bandung. This study aims to determine the relationship of exclusive breastfeeding and maternal knowledge about stunting with the incidence of stunting. The method used in this research is analytic method with cross sectional approach. The data used are primary data taken using questionnaires. The selection of subjects in this study used a total sample so that 86 people were obtained. Most knowledge categories of mothers, namely mothers with sufficient knowledge (41%). The practice of exclusive breastfeeding is 80%. Toddlers who not stunting were 52%. The most common stunting occurred in mothers with insufficient knowledge (26%) and toddlers who did not receive exclusive breastfeeding (17%). The p value obtained between the relationship of exclusive breast milk and the mother's knowledge of stunting and the incidence of stunting, was p <0.05. Low maternal knowledge can lead to wrong parenting so that it can threaten the health of their children. In addition, breast milk has protective properties and nutritional content that is needed by children so that children who are not exclusively breastfed are prone to stunting. Conclusion there is the influence of exclusive breastfeeding and mother's knowledge of stunting on the incidence of stunting.

Keywords: Breastfeeding, knowlege, stunting, children age 12 ̶ 60 month  

Abstrak. Kejadian stunting pada anak usia 12–60 bulan saat ini menjadi salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di seluruh dunia. Hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan asupan gizi seperti praktik pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif yang rendah. Selain itu, pengetahuan ibu tentang stunting dapat menjadi faktor risiko stunting. Desa Panyirapan Kecamatan Soreang adalah salah satu desa yang menjadi prioritas utama dalam menurunkan angka kejadian stunting di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang stunting terhadap kejadian stunting. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan sampel total sehingga didapat 86 orang. Kategori pengetahuan ibu paling banyak, yaitu ibu dengan pengetahuan cukup (41%). Praktik pemberian ASI eksklusif sebanyak 80%. Balita yang tidak stunting sebanyak 52%. Kejadian stunting paling banyak terjadi pada ibu dengan pengetahuan kurang (26%) dan balita yang tidak menerima ASI eksklusif (17%). Tedapat pengaruh ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting (p<0,05). Pengetahuan ibu yang rendah dapat menyebabkan pola asuh yang salah sehingga dapat mengancam kesehatan anaknya. Selain itu, ASI memiliki sifat protektif dan kandungan gizi yang sangat dibutuhkan oleh anak sehingga anak yang tidak diberi ASI eksklusif mudah mengalami kejadian stunting. Simpulan terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang stunting terhadap kejadian stunting.

Kata kunci: Air susu ibu, pengetahuan, stunting, balita usia 12 ̶ 60 bulan

Keywords


Air susu ibu, pengetahuan, stunting, balita usia 12 ̶ 60 bulan Keywords: Breastfeeding, knowlege, stunting, children age 12 ̶ 60 month

Full Text:

PDF

References


nited Nation Childern Fund Indonesia. Ringkasan gizi ibu dan anak. Jakarta: Unicef; 2012.

Onis M, Branca F. Childhood stunting a global perspective. Matern Child Nutr. 2016;12(1):12–26.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi balita pendek. Jakarta: Kemenkes RI; 2016.

World Health Organization. Counrty profile indicators interpretation guide. Geneva: World Health Organization; 2010.

World Health Organization. Exclusive breastfeeding for optimal growth, development, and health of infants. World Health Organization (serial online) 2018 (diunduh 10 Januari 2019). Tersedia dari: https://www.who.int/elena/titles/exclusive_breastfeeding/en/.

Prasetyo DS. Buku pintar ASI eksklusif, pengenalan, praktik, dan kemanfaatannya. Yogyakarta: Diva Press; 2009.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Laporan kinerja instansi pemerintah dinas kesehatan. Bandung: Dinkes Kabupaten Bandung; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia tahun 2017. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.

Paramashanti BA, Gunawan IG, Hadi H. Pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia. IJND. 2015 Sep;3(3):162–74.

Nimah K, Nadiroh SR. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. MGI. 2015 Jun;10(1):13–9.

Mustamin, Asbar R, Budiawan. Tingkat pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Sulawesi Selatan. MGI. 2018 Des;25(1):25–32.

Apriningtyas VN, Kristini TD. Faktor prenatal yang berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6–24 bulan. JKMI. 2019 Nov;14(2):13–7.

Olsa ED, Sulastri D, Anas E. Hubungan sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar di Kecamatan Nanggalo. JKA. 2017;6(3):524–9.

Margawati A, Astuti MA. Pengetahuan ibu, pola makan, dan status gizi pada anak stunting usia 1–5 tahun di Kelurahan Bangetayu Kecamatan Genuk Semarang. JGI. 2018;6(2):82–9.

Rukmana E, Briawan D, Ekayanti I. Faktor risiko stunting pada anak usia 6–24 bulan di Kota Bogor. JGI. 2016;5(1):18–25.

Notoatmodjo S. Kesehatan masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta; 2013.

Zaif RM, Wijaya M, Hilmanto D. Hubungan antara riwayat status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan anak balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. JSK. 2017 Maret;2(3):156–63.

Astuti FD, Sulistyowati TF. Hubungan tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak pra-sekolah dan sekolah dasar di Kota Yogyakarta. JKM. 2018;7(1):15–9.

Adelina FA, Widajanti L, Nugraheni SA. Hubungan pengetahuan gizi ibu, tingkat konsumsi gizi, status ketahanan pangan keluarga dengan balita stunting. JKM. 2018 Okt;6(5):361–9.

Purwanti R, Widyastuti N, Septamarini GR. Hubungan pengetahuan dan sikap responsive feeding dengan kejadian stunting pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. J Nutr. 2019;8(1):9–20.

Yuniarti TS, Margawati A, Nuryanto. Faktor risiko kejadian stunting anak usia 1–2 tahun di Daerah Rob Kota Pekalongan. JRG. 2019;7(2):83–90.

Damayanti RA, Muniroh L, Farapti. Perbedaan tingkat kecukupan gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita stunting dan non-stunting. MGI. 2016 Jun;11(1):61–9.

Caitom CD, Rumayar AA, Tucunan AA. Hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah Kota Manado. J Kemas. 2019 Nov;8(7):108–14.

Sehmawati, Utami W. Hubungan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan menyusui pada bayi secara eksklusif. JKA. 2016;2(1):27–9.

Sinaga EW, Lubis R, Lubis Z. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare di Puskesmas Pulo Brayan. JMSTKIK. 2018 Okt;2(2):414–21.

Khayati NF, Kusumaningrum PR. Analisis faktor pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di instansi pemerintah. GASTER. 2019 Agu;17(2):176–87.

Dewi AS, Gustiwarni A, Wahyuni RS. Hubungan peran petugas kesehatan dan promosi susu formula terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. J Photon. 2019 Jun;9(2):65–74.

Amir A, Nursalim, Widiansyah A. Faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi neonatal di RSIA Pertiwi Makasar. MGP. 2018;1(2):47–54.

Nimah K, Nadiroh SR. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. MGI. 2015 Jun;10(1):13–9.

Waluyo HW, Widjasena B, Deny HM. Hubungan beban kerja mental terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Karangjati. JKM. 2019 Okt;7(4):226–31.

Muthoharoh H, Ningsih ES. Hubungan dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 72–12 bulan di Desa Payaman. J Women’s Health. 2019 Maret;2(1):1–6.

Laurentina TF, Septiani H, Budi A, Kabito. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. JIK. 2017;2(2):159–74.

Purwanti. Konsep penerapan ASI ekslusif. Bandung: Cendikia; 2004.

Fitri L, Ernita E. Hubungan pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita. J Midwifery Al-Insyirah .2019;8(1):19–24.

Cynthia, Suryawan WB, Widiasa AM. Hubungan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 12–59 bulan di RSUD Wangaya Kota Denpasar. J Kdokt Meditek. 2019;25(1):29–35.

Nova M, Afriyani O. Hubungan berat badan, ASI eksklusif, MP-ASI, dan asupan energi dengan stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Lubuk Buaya. JKP. 2018;5(1):47–53.

Hanum F, Khomsan A, Heryanto Y. Hubungan asupan gizi dan tinggi badan ibu dengan status gizi anak balita. JGP. 2014 Maret;9(1):1–6.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Nilai nutrisi air susu ibu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (serial online) 2013 (diunduh 09 Januari 2020). Tersedia dari: www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.21484

Flag Counter