Hubungan Hipertrigliseridemia dengan Kadar Kreatinin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Al-Islam Bandung

Era Susilawati, Nugraha Sutadipura, Dede Setiapriagung

Abstract


Abstract. Diabetes mellitus with diabetic nepropathy complication become the main causes of chronic kidney disease in the world. Renal function disorders were measured by Glomerular Filtration Rate (GFR), the estimated change in the GFR value can be calculated by measuring the plasma creatinine concentration whose value is inversely proportional to the GFR. Diabetic patient with high triglyceride level has higher risk for atherosclerotic that cause renal filration disorder. The objective of this study is to demonstrate the relationship between hypertriglyceridemia and serum creatinine level in patient with diabetes mellitus type 2. This study was analytic observational with cross sectional approach. Data analysis begins with univariate analysis to determine the characteristic of patient with diabetes mellitus by sex, age, and serum creatinine level, then bivariate analysis with Mann Whitney statistical test to determine the relationship between hypertriglyceridemia and serum creatinine level. The object in this study amounted 80 consist of 40 with high triglyceride (>150mg/dl) and 40 with normotriglyceride (≤150mg/dl). The result of this study, from 40 patient with high triglyceride patients had high creatinine level, meanwhile patient with normal triglyceride level patients had normal creatinine level. The result from statistical test with Mann Whitney method showed p<0,001. In conclusion there is a significant relationship between hypertrygliceride and serum creatinine level.

Keywords : Diabetes mellitus type 2, hypertriglyceridemia, serum creatinine level

Abstrak. Diabetes Melitus dengan komplikasi nefropati menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal kronis di dunia. Penurunan fungsi ginjal dapat dilihat melalui nilai glomerular filtration rate (GFR), perkiraan perubahan nilai GFR dapat dihitung dengan mengukur konsentrasi kreatinin plasma yang nilainya berbading terbalik dengan GFR. Pasien diabetes melitus dengan peningkatan kadar trigliserida memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya aterosklerosis yang akan menyebabkan gangguan fungsi filtrasi pada ginjal sehingga kreatinin plasma meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara hipertrigliseridemia dengan kadar kreatinin plasma. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 84 dari data rekam medik. Terdiri dari 42 data dengan kadar trigliserida tinggi (>150mg/dl) dan 42 data dengan kadar trigliserida normal (≤150mg/dl). Analisis data dimulai dengan analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kadar, selanjutnya dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil penelitian, dari 42 pasien dengan kadar trigliserida tinggi memiliki kadar kreatinin yang meningkat, sedangkan pasien dengan kadar trigliserida normal memiliki kadar kreatinin normal. Hasil uji statistik dengan metode Mann Whitney menunjukan p<0,001. Simpulan penelitian, terdapat hubungan yang bermakna antara hipertrigliseridemia dengan kadar kreatinin.

Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, hipertrigliseridemia, kadar kreatinin


Keywords


Diabetes melitus tipe 2, hipertrigliseridemia, kadar kreatinin

Full Text:

PDF

References


Aller ANG. 2007. Diabetic Nephropathy in Children, Adolescents, and Adults With Type 1 Diabetes. 30(10):2523–8.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. 2013;306.

Coll-de-Tuero G, Mata-Cases M, Rodriguez-Poncelas A, Pepio JM, Roura P, Benito B, et al. 2012. Chronic kidney disease in the type 2 diabetic patients: [Internet]. Available from: http://www.biomedcentral.com

Drion I, Joosten H, Groenier KH, Lieverse AG, Kleefstra N, Wetzels JFM, et al. 2011. Equations estimating renal function in patients with diabetes. Henry's. Dalam: Mcpherson RA, Pincus MR, penyunting. Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Method. Edisi ke-22. Philadelpia: Sounders Elsevier;.

Henry's. Dalam: Mcpherson RA, Pincus MR, penyunting. 2011. Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Method. Edisi ke-22. Philadelpia: Sounders Elsevier.

Jansje H.V. Ticoalu YLS. 2013. Prevalensi Penyakit Tidak Menular Pada Tahun 2012- 2013 Di Kecamatan Airmadi Di Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara. 7–

Tersedia dari: jkesmasfkm.unsrat.ac.id

Kidney Disease: Improving Global Outcomes CKD Work Group. 2013. KDIGO 2012 Clinical practice guidline for the evaluation and management of chronic kidney disease. Kidney Inter. 1-15.

Longo, Fauci, Kasper, Hauser, Jameson L. 2012. Diabetes Mellitus. Harrison Internal Medikine. Edisi ke-17. USA: Mc Graw Hill.

McCance KL, Huether SE. Dalam: Clark S, penyunting. 2010. Pathophysiology The Biologic Basis For Disease in Adults and Children. Edisi ke-11. USA: Mosby Elsevier. hlm. 745-765

Mo A, Svensson M, Waernbaum I, Berhan Y, Scho S. 2010. Cumulative Risk , Age at Onset , and Sex-Specific Differences for Developing End-Stage Renal Disease in Young Patients With Type 1 Diabetes A Nationwide Population-Based Cohort Study. 59:1803–8.

Nitta K, Okada K, Yanai M, Takahashi S. 2014. Aging and Chronic Kidney Disease.

:109–20.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.20038

Flag Counter